SOLO, viralsumsel.com – Garudayaksa FC harus mengakui keunggulan Borneo FC Samarinda dalam laga uji coba yang menjadi bagian dari rangkaian pemusatan latihan (TC) Solo-Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026). Garudayaksa FC kalah tipis 0-1 dalam pertandingan tersebut.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih Garudayaksa FC sebelum menghadapi kompetisi Super League 2026/27. Pelatih Milos Joksic menilai performa anak asuhnya belum maksimal, terutama pada babak pertama.
Menurut Joksic, salah satu faktor yang memengaruhi penampilan tim adalah kondisi fisik pemain. Garudayaksa FC harus menempuh perjalanan cukup panjang menuju lokasi pertandingan sebelum menjalani laga uji coba.
Rombongan tim membutuhkan waktu sekitar dua setengah jam dalam perjalanan. Setibanya di lokasi, para pemain tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pemulihan karena harus segera menjalani pemanasan dan persiapan pertandingan.
Situasi tersebut membuat sejumlah pemain belum berada dalam kondisi fisik terbaik ketika laga dimulai. Dampaknya terlihat dari permainan Garudayaksa FC yang dinilai belum mampu menunjukkan performa sesuai harapan pada paruh pertama pertandingan.
“Secara keseluruhan ini menjadi uji coba yang bagus untuk kami. Namun, babak pertama memang belum berjalan maksimal karena perjalanan yang cukup melelahkan,” ujar Milos Joksic.
Ia menjelaskan, perjalanan panjang dengan menggunakan bus membuat energi pemain cukup terkuras. Setelah tiba di lokasi, skuad langsung diarahkan melakukan pemanasan sehingga waktu untuk melakukan recovery relatif terbatas.
“Kami menghabiskan sekitar dua setengah jam dalam perjalanan. Setelah turun dari bus, pemain harus langsung bersiap dan melakukan pemanasan. Kondisi itu membuat mereka cukup kelelahan,” tambahnya.
Hanya Tiga Pemain Asing Diturunkan
Dalam pertandingan menghadapi Borneo FC Samarinda, Garudayaksa FC juga belum menurunkan seluruh pemain asing yang dimilikinya. Hanya tiga legiun asing yang mendapat kesempatan tampil, yakni Dominic Holec, Najeeb Yakubu, dan Ryo Matsumura.
Sementara itu, tiga pemain asing lainnya masih belum dimainkan dalam laga uji coba tersebut. Kondisi ini menjadi bagian dari proses persiapan tim sekaligus memberikan ruang kepada jajaran pelatih untuk melihat perkembangan pemain yang tersedia.
Dengan komposisi yang belum sepenuhnya lengkap, hasil pertandingan melawan Borneo FC tentu tidak menjadi satu-satunya ukuran kesiapan Garudayaksa FC. Laga tersebut lebih diarahkan sebagai sarana evaluasi sebelum tim memasuki persaingan resmi.
Joksic pun menilai laga uji coba seperti ini tetap memberikan manfaat bagi tim. Selain mengukur kondisi fisik, pertandingan juga dapat digunakan untuk melihat sejauh mana pemain mampu menerapkan instruksi dan menjalankan skema permainan dalam situasi pertandingan.
Garudayaksa FC kini masih menjalani rangkaian program TC Solo-Yogyakarta. Jajaran pelatih memiliki kesempatan untuk memperbaiki sejumlah kekurangan, termasuk aspek kebugaran pemain dan konsistensi permainan sejak menit awal.
Kekalahan tipis dari Borneo FC diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi Garudayaksa FC. Dengan kompetisi yang semakin dekat, peningkatan kondisi fisik dan pematangan strategi menjadi pekerjaan penting agar tim dapat tampil lebih siap ketika memasuki pertandingan resmi Super League 2026/27. (lib/ion)












