Kudus, viralsumsel.com — Tim All Stars Papua menorehkan kemenangan gemilang dalam laga perempat final HYDROPLUS All Stars Piala Pertiwi 2025, setelah mengandaskan perlawanan tim tangguh Yogyakarta dengan skor telak 4-1 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat pagi.
Adalah Kristian Tareo Bapan, sang kapten tim, yang menjadi bintang utama lapangan. Ia mencetak empat gol (quattrick) dalam satu pertandingan, masing-masing pada menit ke-2, 53, 55, dan 58—sebuah penampilan luar biasa yang memimpin Papua ke babak semifinal dan menegaskan dominasinya di turnamen ini.
Yogyakarta sempat memberi perlawanan lewat gol balasan Ratu Aisha Binar melalui titik penalti di menit ke-4. Namun, dominasi fisik dan intensitas permainan Papua tak terbendung di babak kedua. Tiga gol tambahan di akhir laga menjadi pukulan telak yang menutup asa Yogyakarta untuk melangkah lebih jauh.
Pelatih Touskha Iba: Persiapan Minim, Hasil Maksimum
Kemenangan ini disambut penuh rasa syukur oleh pelatih tim All Stars Papua, Touskha Oktafia Stevelien Iba, yang menyebut hasil tersebut sebagai buah dari semangat juang luar biasa para pemain, walau dengan persiapan yang amat terbatas.
“Kami hanya punya waktu dua hari untuk berkumpul dan mulai latihan. Itu membuat kami masih punya banyak kekurangan yang terlihat di lapangan. Tapi anak-anak menunjukkan kemauan besar untuk bermain maksimal dan menutup segala kekurangan dengan semangat dan kerja keras,” ujar Touskha seusai laga.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Papua yang terus memberikan dukungan moril dan doa bagi perjuangan timnya.
“Tentu saya bersyukur kepada Tuhan Yesus atas penyertaan-Nya, dan terima kasih untuk masyarakat Papua. Kami akan berbenah dan mempersiapkan diri lebih baik untuk semifinal nanti,” tambahnya.
Kristian Tareo: Tekanan Tanpa Henti, Kunci Kemenangan
Pemain terbaik laga, Kristian Tareo Bapan, tak hanya menunjukkan ketajamannya di lini depan, tapi juga ketegasannya sebagai pemimpin di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa kunci kemenangan Papua terletak pada intensitas pressing yang konstan terhadap lawan.
“Saya hanya sampaikan ke teman-teman: jangan beri mereka ruang, terus tekan dari awal sampai akhir. Alhamdulillah semua bisa menjalankan itu,” ujarnya.
Empat gol yang dicetak Kristian tak hanya membuktikan kelasnya sebagai striker haus gol, tetapi juga memperlihatkan bahwa Papua punya sosok pemimpin muda dengan mental baja dan visi permainan yang matang.
Yogyakarta: Menyerah Karena Fisik, Bukan Mental
Sementara itu, pelatih Yogyakarta Ixsan Fajar Pranoto menyampaikan bahwa kekalahan anak asuhnya lebih disebabkan oleh kelelahan fisik yang memengaruhi konsentrasi dan daya tahan tim di babak kedua.
“Kami sudah mencoba bermain terbuka dan berani. Tapi harus kami akui, Papua unggul secara fisik. Di lima menit terakhir pertandingan, kondisi pemain kami turun drastis. Dari situlah mereka bisa mencetak tiga gol tambahan,” jelasnya.
Meski demikian, Ixsan tetap memberikan apresiasi atas semangat bertarung pemainnya dan berharap pengalaman ini menjadi pembelajaran penting untuk turnamen mendatang.
Langkah Papua Selanjutnya: Tantang Tangerang di Semifinal
Dengan hasil ini, Papua memastikan diri melaju ke semifinal dan akan berhadapan dengan tim All Stars Tangerang, yang sebelumnya menang tipis 1-0 atas DKI Jakarta. Laga semifinal nanti diprediksi akan berlangsung sengit, mempertemukan dua tim dengan karakter berbeda—Tangerang yang disiplin dalam bertahan, melawan Papua yang agresif dan tajam di depan.
Pelatih Touskha pun menegaskan bahwa perbaikan menyeluruh di semua lini akan jadi fokus utama tim jelang laga penting tersebut. “Kami akan evaluasi total. Semua lini—dari belakang, tengah, hingga depan termasuk kiper—harus lebih siap. Kami akan bekerja keras untuk semifinal nanti,” tegasnya. (Lib)