Tangerang, viralsumsel.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sepak bola Sumatera Selatan.
Tim Mahaputra United (MU-SUMSEL) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam ajang Football Smart Intelligent (FSI) Championship 2026 bertaraf internasional yang digelar di Rana Ground Soccer Field, Tangerang, pada 19–20 Januari 2026.
Turnamen bergengsi ini menjadi panggung pembuktian bagi Mahaputra United, tim binaan aktivis reformasi JP Evanton, yang tampil impresif sejak fase awal hingga partai puncak. Konsistensi permainan, disiplin taktik, serta mental bertanding yang kuat menjadi kunci keberhasilan MU-SUMSEL menaklukkan lawan-lawannya.
Di bawah arahan pelatih kepala Fauzi Toldo, yang dikenal sebagai legenda sepak bola nasional, Mahaputra United mampu menerapkan strategi permainan modern dengan efektif. Setiap instruksi yang diberikan pelatih dapat dijalankan para pemain dengan sangat baik di atas lapangan.
“Anak-anak bermain luar biasa. Mereka menjalankan semua instruksi dengan disiplin tinggi. Ini tim yang hebat, dan mereka membuktikannya di setiap pertandingan,” ujar Fauzi Toldo kepada wartawan usai laga final.

Perjalanan MU-SUMSEL menuju tangga juara terbilang gemilang. Pada fase penyisihan, Mahaputra United mencatat hasil positif dengan menahan imbang tim Ambon 2-2, lalu meraih kemenangan meyakinkan atas Papua dengan skor 3-0. Tak berhenti di situ, wakil Sumsel ini kembali menunjukkan dominasinya dengan membantai DKI Jakarta 5-0.
Memasuki babak perempat final, Mahaputra United semakin tak terbendung. Tuan rumah pun harus mengakui keunggulan MU-SUMSEL setelah kalah telak 0-5. Momentum kemenangan berlanjut ke semifinal, di mana para pemain tampil semakin menggila dengan kemenangan besar 6-0.
Puncaknya, di laga final, Mahaputra United sukses menundukkan tim Young Warrior dengan skor 2-0, sekaligus memastikan gelar juara FSI Internasional 2026 menjadi milik Sumatera Selatan.
Kesuksesan ini juga tidak lepas dari peran Ricky Andrian, pelatih kiper asal Sumsel yang dikenal sebagai sosok fenomenal dalam pembinaan penjaga gawang. Ricky mengungkapkan bahwa persiapan tim dilakukan secara profesional dan terencana.
“Seleksi pemain dilakukan secara terbuka sejak tiga bulan lalu. Seluruh pemain dipersiapkan dengan fasilitas terbaik, mulai dari tempat latihan hingga keberangkatan ke turnamen, semuanya gratis tanpa dipungut biaya,” jelas Ricky.
Sementara itu, Presiden Klub Mahaputra United, JP Evanton, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung tim, khususnya dewan pembina klub.
“Kami bersyukur memiliki dewan pembina yang sangat peduli terhadap pembinaan olahraga, yakni Dr. Darmayanti, SE., MM. Beliau bukan sekadar pembina, tetapi pahlawan olahraga bagi kami,” tutup JP Evanton.
Keberhasilan Mahaputra United ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Sumatera Selatan serta memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung talenta sepak bola nasional. (bbs)







