Mario Lemos Bongkar Kunci Mental Baja Persijap di Parepare

PAREPARE, viralsumsel.com Persijap Jepara mengawali petualangan mereka di BRI Super League 2025/26 dengan langkah cukup meyakinkan.

Meski berstatus tim promosi, Laskar Kalinyamat sukses mencuri satu poin berharga dari markas PSM Makassar usai bermain imbang 1-1 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Jumat (8/8) malam.

Pertandingan ini berjalan penuh drama. Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah Juku Eja langsung tampil menekan.

Hasilnya, laga baru memasuki menit keenam, gawang Persijap yang dijaga Rodrigo Moura sudah kebobolan lewat sontekan Victor Jonson Dethan. Gol cepat itu sempat membuat tim tamu berada dalam tekanan besar.

Gol Penyelamat di Ujung Laga

Meski tertinggal sejak awal, Persijap tidak menyerah begitu saja. Mereka mencoba keluar dari tekanan dengan memanfaatkan kecepatan sayap dan peran tujuh pemain asing yang langsung diturunkan sebagai starter.

PSM, yang sarat pengalaman di kasta tertinggi, berulang kali mengancam, namun pertahanan Persijap tampil cukup disiplin.

Drama sesungguhnya terjadi di masa injury time babak kedua. Tepat di menit 90+9, Carlos Franca menjadi pahlawan dengan gol penyeimbang yang meruntuhkan euforia suporter tuan rumah.

Baca Juga :  Dewa United FC Kunci Posisi Runner-Up Liga 1 2024/25, Pastikan Tiket Kompetisi Asia

Tendangan kerasnya memanfaatkan kemelut di depan gawang PSM membuat skor menjadi 1-1, sekaligus memastikan Persijap membawa pulang poin perdana di musim ini.

Poin Berharga Bagi Tim Promosi

Bagi Persijap, hasil ini menjadi modal berharga untuk mengarungi musim yang panjang. Pelatih Mario Lemos mengakui bahwa mencuri poin di kandang tim sekelas PSM bukanlah hal mudah, apalagi bagi klub yang baru kembali ke pentas tertinggi setelah promosi dari Pegadaian Liga 2 musim lalu.

Bagi kami, mendapatkan poin di laga tandang, terutama melawan tim kuat seperti PSM, adalah awal yang positif. Tim sudah bekerja keras, dan meskipun masih banyak yang perlu diperbaiki, hasil ini memberi keyakinan bahwa kami bisa bersaing,” ujar Lemos usai pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu menambahkan, adaptasi menjadi tantangan utama Persijap musim ini. Level permainan di BRI Super League disebutnya jauh lebih tinggi dibandingkan kompetisi kasta kedua.

“Kami masih dalam proses penyesuaian. Secara keseluruhan, saya belum sepenuhnya puas dengan performa, tapi saya menghargai mental para pemain yang tetap berjuang hingga menit terakhir. Gol di ujung laga membuktikan bahwa kami punya semangat pantang menyerah,” tegasnya.

Baca Juga :  Antusiasme Calon Peserta Seleksi Pemain PersiOKUT Liga 4, Ada Jebolan Klub Liga 2

Fokus ke Laga Kandang Perdana

Setelah meraih hasil imbang di Parepare, Persijap langsung mengalihkan fokus ke laga pekan kedua. Mereka akan menjalani pertandingan kandang perdana pada Senin (18/8) malam melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.

Laga tersebut diprediksi menjadi ujian berat berikutnya. Persib datang dengan status juara bertahan dan memiliki materi pemain bintang. Namun, bermain di hadapan publik sendiri diharapkan bisa menjadi dorongan moral tambahan bagi skuad Laskar Kalinyamat.

Mario Lemos menegaskan bahwa timnya akan memanfaatkan waktu persiapan semaksimal mungkin untuk memperbaiki kelemahan yang terlihat saat melawan PSM. Ia juga berharap dukungan penuh dari suporter Persijap dapat memberikan energi tambahan untuk menghadapi lawan sekelas Persib.

Pertandingan nanti jelas tidak mudah, tapi kami ingin membuktikan bahwa kami bisa bersaing di Super League, tidak hanya sekadar menghindari degradasi. Kami akan terus berbenah dan bekerja keras demi meraih hasil terbaik,” tutup Lemos. (Lib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *