viralsumsel.com, Jakarta – Harga emas (XAU/USD) terlihat melemah pada awal sesi Asia hari Rabu (10/12), setelah sebelumnya sempat bergerak menguat. Pada awal perdagangan, emas diperdagangkan di sekitar $4.210, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan terbaru dari Federal Reserve (Fed) yang akan dirilis pada malam hari. Ekspektasi bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya secara berurutan, namun dengan pernyataan yang lebih bernada hawkish, menjadi salah satu penyebab tertekannya harga emas sebelum pengumuman resmi.
Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, harga emas sebenarnya masih menunjukkan kecenderungan penguatan setelah pada Selasa mencatat kenaikan 0,57%, bergerak dari level terendah harian di $4.170 hingga mencapai $4.213. Ia menjelaskan bahwa data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang solid turut mendorong penguatan tersebut. Namun, data tersebut tidak cukup kuat untuk menghambat rencana The Fed dalam menurunkan suku bunga. Kondisi ini membuat emas tetap relevan secara teknikal meskipun pada hari ini menunjukkan pergerakan korektif.
Dari perspektif teknikal, Andy menilai bahwa gabungan dari pola candlestick dan indikator Moving Average masih memberikan sinyal bahwa trend bullish pada XAU/USD cukup kuat. Momentum kenaikan masih bertahan selama harga tetap berada di atas area support penting di kisaran $4.170. Meski demikian, arah pergerakan harga hari ini sangat ditentukan oleh hasil rapat FOMC dan komentar Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dikhawatirkan dapat memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga berikutnya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, Andy memproyeksikan bahwa apabila tekanan beli kembali muncul setelah keputusan The Fed, emas berpeluang menguji resistance berikutnya di $4.256. Level tersebut menjadi batas penting yang diawasi pasar, karena jika berhasil ditembus, peluang kenaikan lanjutan akan terbuka lebar. Namun apabila terjadi tekanan jual dan harga gagal mempertahankan momentum bullish, emas berpotensi turun kembali ke area $4.177, yang menjadi support terdekat. Penurunan di bawah area tersebut dapat memicu pelemahan lanjutan sebelum harga menemukan area penahan berikutnya.
Dari sisi fundamental global, adanya kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar hampir 90% berdasarkan CME FedWatch Tool menjadi sorotan utama. Walaupun pemangkasan suku bunga biasanya menjadi katalis positif untuk emas, banyak analis memperkirakan Powell akan memberikan pesan yang lebih berhati-hati terkait kebijakan ke depan. Mantan Direktur Urusan Moneter The Fed, Bill English, bahkan menggambarkan potensi terjadinya “hawkish cut”, yaitu pemangkasan suku bunga yang disertai sinyal bahwa ruang pelonggaran berikutnya sangat terbatas. Kondisi ini cenderung menekan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga : Lebih dari 113 Ribu Pengguna Manfaatkan LRT Jabodebek Selama Libur Wafat Yesus Kristus dan PaskahLRT Jabodebek melayani 113.606 pengguna selama libur panjang Wafat Yesus Kristus dan Paskah pada 18-20 April 2025. Tiga stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi adalah Dukuh Atas BNI, Harjamukti, dan Cikoko. LRT Jabodebek berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pengguna. Bekasi, 21 April 2025 - Libur panjang akhir pekan dalam rangka peringatan Wafat Yesus Kristus dan Paskah yang berlangsung pada 18 hingga 20 April 2025 dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur, bersantai, serta mengunjungi berbagai destinasi wisata bersama keluarga dan orang terdekat. LRT Jabodebek kembali menjadi salah satu moda transportasi pilihan, dengan total 113.606 pengguna tercatat selama tiga hari periode long weekend tersebut, atau rata-rata sebanyak 37.869 pengguna per hari. Selama periode long weekend, jumlah pengguna yang tercatat di sejumlah stasiun mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek sebagai moda transportasi pilihan untuk bepergian. Tiga stasiun yang mencatat jumlah pengguna tertinggi pada 18 hingga 20 April 2025 adalah Stasiun Dukuh Atas BNI dengan 39.922 pengguna, Stasiun Harjamukti sebanyak 28.725 pengguna, serta Stasiun Cikoko yang melayani 21.982 pengguna. Stasiun Dukuh Atas BNI berada di pusat kota dan memiliki konektivitas dengan berbagai moda transportasi lain, menjadikannya titik transit favorit pengguna. Sementara itu, Stasiun Cikoko terhubung langsung dengan layanan Commuterline dan TransJakarta, sehingga memudahkan mobilitas lintas moda. Adapun Stasiun Harjamukti menjadi pilihan masyarakat yang ingin berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di kawasan Cibubur dan sekitarnya. Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan LRT Jabodebek sebagai pilihan dalam mendukung mobilitas selama masa libur. “Long weekend menjadi momen spesial bagi banyak orang untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih. Kami bersyukur LRT Jabodebek dapat terus diandalkan sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau dalam menunjang kegiatan liburan masyarakat,” ujar Purnomosidi. Selama periode long weekend tersebut, LRT Jabodebek mengoperasikan 810 perjalanan untuk memastikan layanan tetap optimal dan pengguna dapat menikmati perjalanan dengan lancar. Stasiun-stasiun LRT Jabodebek yang terintegrasi dengan berbagai pusat kegiatan dan kawasan wisata turut menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, pengguna juga mendapat kenyamanan lebih dengan kebijakan yang memperbolehkan membawa sepeda non-lipat tanpa biaya tambahan selama akhir pekan dan hari libur nasional, menjadikan LRT Jabodebek sebagai pilihan transportasi yang ramah lingkungan. Selama akhir pekan dan hari libur nasional, LRT Jabodebek tetap menghadirkan layanan dengan tarif yang bersahabat, yakni mulai dari Rp5.000 hingga maksimal Rp10.000. Sementara pada hari kerja (Senin hingga Jumat), tarif berlaku mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000 sesuai jarak perjalanan. LRT Jabodebek berkomitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pengguna. Selain itu, dengan konektivitas yang baik, fasilitas ramah anak dan disabilitas, serta integrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya, LRT Jabodebek terus menjadi bagian dari solusi mobilitas urban yang modern dan berkelanjutan. “Kami akan terus menghadirkan layanan yang optimal dan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dalam setiap momen, baik saat beraktivitas sehari-hari maupun saat menikmati waktu bersama keluarga. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada LRT Jabodebek,” tutup Purnomosidi Dengan akses yang luas ke berbagai kawasan strategis, fasilitas yang ramah anak, serta integrasi dengan moda transportasi lain, LRT Jabodebek siap menjadi solusi mobilitas modern yang mendukung kebutuhan masyarakat urban saat ini. Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.
Di tengah dinamika tersebut, permintaan emas oleh bank-bank sentral masih memberi dukungan jangka panjang. Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) diketahui meningkatkan cadangan emasnya selama 13 bulan berturut-turut, termasuk tambahan 30.000 troy ons pada November. Namun faktor lain seperti imbal hasil obligasi AS yang solid di 4,178% serta penguatan dolar AS menuju 99,26 tetap menjadi penghambat bagi kenaikan emas dalam jangka pendek.
Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang beragam, emas berpotensi bergerak volatil menjelang keputusan The Fed. Meskipun tekanan jangka pendek masih terlihat, tren bullish yang sempat terbentuk sebelumnya tetap membuka peluang bagi emas untuk kembali menguat apabila nada kebijakan Fed tidak sehawkish yang dikhawatirkan pasar.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Post Views: 532