Muba Genjot Pendataan Sensus Ekonomi, Bayung Lencir dan Tungkal Jaya Jadi Perhatian

SEKAYU, Viralsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus menggenjot percepatan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 guna memastikan seluruh target pendataan dapat diselesaikan sebelum batas akhir pada 31 Agustus 2026. Langkah percepatan ini dilakukan karena capaian pendataan Kabupaten Muba masih berada di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan data hingga awal Agustus 2026, progres pendataan di Kabupaten Musi Banyuasin telah mencapai 222.897 unit atau 86,37 persen dari target 258.062 unit prelist. Dengan capaian tersebut, Muba berada di peringkat ke-14 dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, sementara rata-rata capaian provinsi telah mencapai 91,10 persen.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Musi Banyuasin melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba, H. Ardiansyah, SE., MM., Ph.D., CMA, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Rapat Serasan Sekate, Kamis (6/8/2026).

Rapat strategis tersebut dihadiri jajaran Bapperida, BKPSDM, Dinas Perkebunan, Diskoperasi UKM, DPMD, Disdagperind, Dinas Kominfo, Bagian Prokopim, serta seluruh camat se-Kabupaten Musi Banyuasin sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas sektor sesuai arahan Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri dan Badan Pusat Statistik (BPS) RI.

Dalam arahannya, Ardiansyah menegaskan bahwa pelaksanaan SE2026 memiliki peran strategis dalam menyediakan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Menurutnya, sensus tersebut tidak hanya memotret struktur perekonomian daerah, tetapi juga mengidentifikasi karakteristik usaha, perkembangan UMKM, ekonomi digital, hingga potensi ekonomi berbasis lingkungan.

Baca Juga :  Gubernur Herman Deru Dorong UMKM Sumsel Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi

“Hasil Sensus Ekonomi akan menjadi dasar dalam menghitung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan Indeks Daya Saing Daerah, sekaligus menjadi salah satu referensi pemerintah pusat dalam menyalurkan berbagai program bantuan ekonomi maupun pemberdayaan UMKM,” ujarnya.

Sejumlah Kecamatan Lampaui Target

Berdasarkan evaluasi Badan Pusat Statistik, terdapat sejumlah kecamatan yang menunjukkan kinerja sangat baik dalam pelaksanaan pendataan.

Kecamatan Sungai Keruh berhasil mencatat capaian 115,34 persen, sedangkan Jirak Jaya mencapai 109,63 persen, sehingga keduanya telah melampaui target yang ditetapkan.

Namun demikian, masih terdapat beberapa kecamatan yang membutuhkan perhatian khusus karena realisasi pendataannya belum mencapai 80 persen.

Di antaranya Bayung Lencir dengan capaian 76,46 persen dan Tungkal Jaya sebesar 79,36 persen. Selain itu, kecamatan Sungai Lilin, Lalan, Lais, dan Sekayu juga masih memiliki beban target pendataan yang cukup besar.

Evaluasi BPS juga menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pendataan keluarga yang telah mencapai 56,43 persen dengan pendataan unit usaha yang baru mencapai 44,18 persen, terutama di wilayah Lawang Wetan dan Sekayu.

Padahal, fokus utama pelaksanaan SE2026 adalah mendata aktivitas ekonomi dan unit usaha, khususnya sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang hingga kini mendominasi sekitar 72 persen profil ekonomi Kabupaten Musi Banyuasin.

Hadapi Beragam Tantangan di Lapangan

Dalam pelaksanaan pendataan, petugas sensus juga menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

Beberapa di antaranya adalah kekhawatiran masyarakat maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap kemungkinan dampak perpajakan, keengganan memberikan data seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun informasi pendapatan, tingginya beban kerja petugas, hingga beredarnya berbagai informasi yang kurang tepat di media sosial.

Baca Juga :  Viral di Media Sosial, Pemkab Muba Bergerak Cepat Perbaiki Jembatan Desa Purwosari

Menanggapi hal tersebut, Badan Pusat Statistik menegaskan bahwa seluruh data masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan statistik nasional dan disimpan dalam sistem yang tidak menampilkan identitas pribadi responden.

Perkuat Sinergi Lintas OPD

Mengingat waktu pelaksanaan hanya tersisa sekitar tiga pekan, rapat koordinasi menghasilkan sejumlah langkah strategis guna mempercepat penyelesaian target pendataan.

BKPSDM diminta menerbitkan surat imbauan kepada ASN sekaligus menyesuaikan jadwal pendataan pada sore hingga malam hari untuk mengakomodasi ASN yang pulang ke Palembang saat akhir pekan.

Sementara pemerintah kecamatan dan desa diminta memberikan dukungan penuh kepada petugas lapangan, mulai dari penyesuaian tugas rutin, penyediaan penunjuk jalan, pemanfaatan media komunikasi masyarakat, hingga mendorong kecamatan yang masih rendah capaiannya melakukan studi tiru ke Kecamatan Jirak Jaya.

Di sisi lain, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta memperkuat sosialisasi melalui media publik maupun podcast, sedangkan Diskoperasi UKM bersama Disdagperind difokuskan melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM dan pedagang pasar dengan dukungan data dari Dinas Perkebunan.

Melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin optimistis target pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat diselesaikan secara tepat waktu, akurat, dan menghasilkan basis data ekonomi yang berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah ke depan. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *