
viralsumsel.com, JAKARTA – Proyek pabrik baterai senilai Rp 7 triliun di Karawang, Jawa Barat, dipastikan akan membuka ribuan lapangan pekerjaan baru. Fasilitas yang digarap PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) ini diproyeksikan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja saat mulai beroperasi pada kuartal III 2026.
Penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar tersebut menjadi salah satu dampak utama dari pembangunan pabrik baterai berkapasitas 6,9 GWh ini. Selain memproduksi baterai kendaraan listrik, fasilitas tersebut juga akan memasok baterai untuk sistem penyimpanan energi (energy storage system).
Director of Corporate Public Affairs PT CATIB menjelaskan perusahaan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik pabrik, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. Saat ini, CATIB telah menjalankan program transfer pengetahuan dengan mengirimkan karyawan ke China untuk mengikuti pelatihan selama sekitar enam bulan.
“Dapat kami sampaikan bahwa PT CATIB diestimasikan nantinya akan mampu menyerap kurang lebih hingga 3.000 pekerjaan. Kemudian perlaksanaan transfer of knowledge di mana saat ini PT CATIB telah melakukan mengirimkan pekerja dan karyawan dari ke China kurang lebih 6 bulan,” ungkapnya.
Pabrik baterai ini merupakan proyek hasil kerja sama MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dengan konsorsium global Contemporary Amperex Technology Co Limited, Brunp, dan Lygend (CBL). Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat industri baterai nasional sekaligus mendukung pengembangan ekosistem energi baru terbarukan.
Dari sisi pembangunan, progres konstruksi dilaporkan berjalan sesuai jadwal. Hingga Januari 2026, pekerjaan infrastruktur dasar seperti lantai beton, dinding, dan atap telah rampung. Saat ini, proyek memasuki tahap pemasangan peralatan produksi dan penyelesaian fasilitas penunjang.
“Per Januari 2026 ini telah diselesaikan basic infrastructures-nya dari kegiatan concrete untuk flooring, kemudian untuk dinding bahkan atap, ini juga sudah selesai dilakukan, dan saat ini on progress untuk pelaksanaan instalasi dari equipment serta finishing-finishing terkait dengan fasilitas penunjang,” tutupnya.
Dengan target operasional pada paruh kedua 2026, proyek pabrik baterai ini dinilai berpotensi menjadi motor penciptaan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik di Tanah Air. (mel)









