VIRALSUMSEL.COM, OKI – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menghadiri Panen Raya TNI dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang digelar di Desa Jukdadak, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Panen Raya TNI yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di berbagai wilayah Indonesia dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara virtual dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Panen raya tersebut mencakup sejumlah komoditas strategis seperti padi, tebu, dan kedelai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional yang terus diperkuat pemerintah.
Dalam kegiatan itu, Herman Deru hadir bersama Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis dan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan sektor pertanian.
Menurut Herman Deru, panen raya kali ini memiliki makna penting karena berlangsung di tengah munculnya gejala El Nino yang mulai dirasakan di sejumlah daerah. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian apabila tidak diantisipasi secara tepat.
Ia menegaskan pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan tersebut. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari revitalisasi jaringan irigasi hingga pemanfaatan sumber air alternatif guna memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi.
Herman Deru juga menyoroti keberhasilan kawasan pertanian di Desa Jukdadak yang merupakan salah satu wilayah binaan TNI Angkatan Darat. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan menjadi contoh kolaborasi yang efektif dalam mendukung ketahanan pangan.
Menurutnya, pelaksanaan panen raya secara nasional menjadi simbol semangat bersama untuk menjaga produksi pangan di tengah berbagai tantangan global maupun perubahan iklim.
Ia optimistis Sumsel mampu mencapai target produksi sebesar 5 juta ton pada tahun 2029 jika seluruh elemen terus bekerja sama memperkuat sektor pertanian.
Berdasarkan data yang disampaikan, produksi Gabah Kering Giling (GKG) Sumsel pada 2025 mencapai sekitar 3,6 juta ton, sementara Gabah Kering Panen (GKP) berada di angka sekitar 4,2 juta ton. Capaian tersebut menempatkan Sumsel sebagai salah satu daerah dengan peningkatan produksi beras tertinggi di Indonesia.
Herman Deru juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur TNI dan Polri yang ikut terlibat dalam pengembangan sektor pertanian. Menurutnya, kontribusi TNI AD dalam pembinaan petani, dukungan TNI AU pada pengembangan komoditas tebu, peran TNI AL dalam budidaya kedelai, serta keterlibatan Polri dalam peningkatan produksi jagung merupakan bentuk nyata gotong royong untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dalam arahannya menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilakukan secara serentak di 43 lokasi di seluruh Indonesia.
Prabowo menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat persatuan dan kolaborasi seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Ia menegaskan bahwa urusan ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen bangsa, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Presiden juga mengapresiasi kontribusi TNI dan Polri yang tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan negara, tetapi juga aktif membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian.
Panen Raya TNI di OKI ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian Indonesia di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. (win/ion)






