VIRALSUMSEL.COM, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Kepolisian Resor (Polres) OKI turun langsung menemui masyarakat Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, untuk membuka ruang dialog pasca insiden yang terjadi di area PT Buluh Cawang Plantation, Desa Dabuk Rejo.
Pertemuan yang digelar di Masjid Nurul Yaqin, Rabu (24/6/2026), menjadi upaya pemerintah dan aparat kepolisian dalam meredam situasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat setelah peristiwa tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, Camat Lempuing Jamhari Ilyas, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga yang terdampak maupun memiliki perhatian terhadap kejadian tersebut.
Selama lebih dari satu jam, dialog berlangsung terbuka. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, dan tuntutan yang mereka harapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah maupun pihak terkait.
Warga Minta Korban Diperhatikan
Dalam forum dialog tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat, di antaranya Mat Arif, Aprikal, dan Deni, menyampaikan harapan agar pihak perusahaan memberikan perhatian terhadap korban yang terdampak akibat insiden yang terjadi.
Masyarakat meminta perusahaan bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan korban serta memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang terjadi.
Selain persoalan penanganan korban, warga juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang selama ini mereka rasakan, termasuk terkait kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Menurut warga, masih banyak masyarakat lokal yang berharap memperoleh akses lebih besar untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar Kecamatan Lempuing.
Aspirasi tersebut disampaikan secara langsung kepada jajaran pemerintah daerah dan aparat kepolisian yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Kapolres: Negara Hadir Mendengar Aspirasi Masyarakat
Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan warga, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dan kepolisian di Desa Tebing Suluh merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mendengar serta merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, seluruh pihak harus mengedepankan dialog, komunikasi yang baik, serta mekanisme hukum yang berlaku dalam menyelesaikan setiap permasalahan.
“Kami hadir di Desa Tebing Suluh untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan bahwa setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku,” ujar Eko.
Kapolres menegaskan bahwa tidak ada pihak yang menginginkan insiden tersebut terjadi hingga menimbulkan korban. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menahan diri dan tidak terpancing oleh berbagai informasi yang berpotensi memperkeruh suasana.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan dengan baik, proses hukum berlangsung secara transparan, serta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
“Tidak ada pihak yang menginginkan peristiwa ini terjadi. Yang menjadi fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan maksimal, proses hukum berlangsung transparan, dan situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Korban Terus Didampingi
Kapolres juga memastikan bahwa korban telah mendapatkan penanganan medis dan akan terus memperoleh pendampingan hingga proses pemulihan selesai.
Sementara terkait perkembangan proses hukum, pihak kepolisian berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan agar informasi yang berkembang dapat disampaikan kepada masyarakat secara terbuka dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan itu, aparat kepolisian dan pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masyarakat.
Masyarakat diajak untuk menyampaikan aspirasi melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan hukum serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan kerugian bagi pihak lain.
Pemerintah dan aparat menegaskan bahwa segala bentuk tindakan perusakan maupun pembakaran yang berpotensi menimbulkan korban jiwa tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Camat Lempuing Siap Fasilitasi Komunikasi
Sementara itu, Camat Lempuing Jamhari Ilyas menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan akan terus berperan aktif sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum.
Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan diteruskan kepada pihak terkait sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Pemerintah hadir untuk mendengarkan dan menjembatani komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum. Semua aspirasi yang disampaikan warga akan kami catat dan tindak lanjuti melalui mekanisme yang ada,” kata Jamhari.
Ia berharap dialog yang telah dilakukan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan penyelesaian yang damai, adil, dan dapat diterima oleh semua pihak.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kondusif tersebut akhirnya ditutup dengan doa bersama. Setelah kegiatan selesai, warga yang hadir membubarkan diri secara tertib dengan harapan berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat segera memperoleh tindak lanjut dari pihak terkait.
Langkah dialog yang dilakukan pemerintah dan kepolisian ini diharapkan menjadi upaya membangun komunikasi yang lebih baik sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat pasca insiden yang terjadi di wilayah Kecamatan Lempuing. (bbs)










