LKPJ 2025 Disampaikan, Bupati OKI Ungkap Capaian Ekonomi hingga IPM Meningkat

KAYUAGUNG, viralsumsel.com — Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD OKI, Senin (30/3/2026). Penyampaian laporan ini menjadi bagian dari kewajiban konstitusional kepala daerah sekaligus sarana evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan selama satu tahun terakhir.

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD OKI, Farid Hadi Sasongko, dan dihadiri unsur Forkopimda serta para anggota dewan. Dalam forum resmi itu, Bupati Muchendi menegaskan bahwa LKPJ bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pembangunan daerah ke depan.

“LKPJ ini menjadi bahan refleksi bersama agar penyelenggaraan pemerintahan semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil yang dirasakan masyarakat,” ujar Muchendi.

Kinerja Ekonomi dan Sosial Mengalami Peningkatan

Dalam paparannya, Muchendi menyebutkan bahwa secara umum capaian pembangunan Kabupaten OKI sepanjang 2025 menunjukkan tren yang menggembirakan. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp 5,23 triliun.

Baca Juga :  TPID OKI Sidak Agen Sembako di Pasar Kayuagung, Pastikan Stok Aman Jelang Lebaran

Sejumlah indikator makro juga menunjukkan perbaikan signifikan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan, angka pengangguran terbuka menurun menjadi 3,12 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga mencapai angka 72,20.

Tak hanya itu, sektor pendidikan dan kesehatan turut mengalami kemajuan. Hal ini tercermin dari meningkatnya angka partisipasi sekolah dan naiknya umur harapan hidup masyarakat yang kini mencapai 74,47 tahun.

Muchendi menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Realisasi APBD dan Dinamika Keuangan Daerah
Dari sisi fiskal, Pemerintah Kabupaten OKI mencatat target pendapatan daerah sebesar Rp 3,12 triliun dengan realisasi mencapai Rp 2,68 triliun atau sekitar 86,02 persen. Sementara itu, belanja daerah yang direncanakan sebesar Rp 3,16 triliun terealisasi Rp 2,59 triliun atau 82,17 persen.

Baca Juga :  OKI Jadi Fokus Pembangunan, Gubernur Sumsel Salurkan Bantuan Infrastruktur Rp371 Miliar

Meski demikian, struktur pendapatan daerah masih didominasi oleh dana transfer dari pemerintah pusat. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru terealisasi sekitar 60,31 persen dari target yang ditetapkan.

Tantangan Kemandirian Fiskal Jadi Perhatian
Bupati Muchendi mengakui bahwa ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih menjadi tantangan utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Ia menekankan pentingnya inovasi dan optimalisasi potensi daerah untuk meningkatkan PAD.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk bekerja lebih efektif dan kreatif dalam memperkuat kemandirian keuangan daerah,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen memperkuat sinergi dengan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan visi pembangunan daerah “Maju Bersama” menuju 2029.

Dengan semangat kolaborasi, Muchendi optimistis Kabupaten OKI akan terus tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Dengan kebersamaan, kita yakin OKI bisa melangkah lebih maju dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *