Persija Jadi Tim Paling Agresif di BRI Super League 2025/26, Mauricio Souza Bantah Permainan Macan Kemayoran Mudah Dibaca

JAKARTA, viralsumsel.com – Persija Jakarta menutup kompetisi BRI Super League musim 2025/26 dengan sederet statistik impresif yang mempertegas identitas mereka sebagai salah satu tim paling agresif di Indonesia.

Macan Kemayoran tercatat menjadi tim dengan jumlah tembakan ke gawang terbanyak sepanjang musim. Dari total 536 percobaan, Persija mampu melepaskan 213 shots on target, angka tertinggi dibanding seluruh peserta liga musim ini.

Produktivitas lini serang Persija juga masuk jajaran elite kompetisi. Tim ibu kota sukses mencetak 65 gol sepanjang musim, hanya kalah dari Malut United FC yang mengoleksi 68 gol dan Borneo FC Samarinda dengan torehan 74 gol.

Statistik tersebut memperlihatkan bagaimana tim racikan Mauricio Souza tampil dominan lewat pendekatan menyerang dan penguasaan bola yang konsisten di hampir setiap pertandingan.

Namun di balik dominasi tersebut, Persija tetap mengalami sejumlah hasil mengecewakan. Dalam beberapa laga penting, dominasi permainan gagal berbuah kemenangan.

Baca Juga :  Sriwijaya FC Sebut Badak Lampung Lawan Sepadan, Sangat Menguntungkan

Saat menghadapi PSM Makassar, Persija kalah 0-2. Situasi serupa juga terjadi ketika menghadapi Semen Padang FC dengan skor 0-1, kemudian takluk 0-1 dari Persib Bandung, hingga menyerah 0-2 saat melawan Arema FC.

Rangkaian hasil tersebut memunculkan anggapan bahwa pola permainan Persija mulai terbaca lawan. Namun Mauricio Souza dengan tegas menolak pandangan tersebut.

Menurut pelatih asal Brasil itu, statistik justru menunjukkan bahwa Persija tetap menjadi tim dengan kualitas serangan terbaik di liga.

“Kalau permainan kami mudah dibaca lawan, tentu kami tidak akan menjadi tim dengan jumlah shots on target terbanyak musim ini. Kami juga menjadi tim dengan expected goals tertinggi di kompetisi,” ujar Mauricio.

Ia menegaskan bahwa data statistik yang dimiliki Persija menjadi bukti nyata kualitas permainan timnya sepanjang musim.

“Kami mendominasi banyak statistik penyerangan. Itu menunjukkan bahwa tim bekerja dengan baik dan mampu menciptakan peluang lebih banyak dibanding lawan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pelatihan Refree Lengkapi Badminton Action PBSI Sumsel

Meski demikian, Mauricio tetap menyadari bahwa statistik tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir pertandingan. Dalam sepak bola, kemenangan tetap menjadi parameter utama keberhasilan sebuah tim.

Pelatih berusia 52 tahun itu menilai Persija sebenarnya sudah mampu menjalankan skema permainan sesuai dengan apa yang dilatih selama sesi latihan.

“Saya tidak ingin mencari alasan. Yang terpenting, tim bermain sesuai dengan apa yang kami persiapkan. Dalam sebagian besar pertandingan, kami tampil sesuai rencana,” kata Mauricio.

Ia juga menambahkan bahwa tim memang tidak selalu mampu mengontrol hasil pertandingan, tetapi tetap bisa mengontrol kualitas permainan dan performa di atas lapangan.

Dengan statistik menyerang yang dominan dan finis di papan atas klasemen, Persija kini dihadapkan pada tantangan baru untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir agar mampu bersaing lebih konsisten dalam perebutan gelar musim depan. (Lib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya