SIDOARJO, VIRALSUMSEL.COM – Persipura Jayapura menyambut antusias gelaran League Cup 2026/27. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu tergabung di Grup K Zona Timur 2 bersama PSM Makassar yang berkompetisi di BRI Super League 2026/27 serta De Red FC, sesama peserta Pegadaian Championship 2026/27.
Salah satu pertandingan yang paling dinantikan Persipura adalah duel melawan PSM Makassar. Kedua tim memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia, tetapi sudah cukup lama tidak bertemu setelah sama-sama pernah bersaing di kasta tertinggi.
Pertemuan terakhir Persipura dan PSM tercatat pada 9 Maret 2022. Dalam pertandingan tersebut, kedua kesebelasan harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol.
Kini, kesempatan kembali berhadapan di League Cup menjadi momen yang dinanti, khususnya bagi Persipura. Pelatih Persipura Jayapura, Regi Aditya, menyebut pertemuan tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena mempertemukan dua klub dari kawasan timur Indonesia.
Selain menghadapi PSM, Persipura juga akan bertemu De Red FC. Kedua tim sebenarnya sudah saling berhadapan pada pekan keempat Pegadaian Championship 2026/27. Dalam pertandingan di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Jumat (2/10), Persipura berhasil membawa pulang kemenangan dengan skor 3-1.
League Cup Jadi Kesempatan Tambah Menit Bermain
Di luar persaingan antarklub, Regi Aditya melihat League Cup sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan pemain, terutama mereka yang belum memperoleh banyak menit bermain di kompetisi utama.
Menurutnya, turnamen tersebut bisa dimanfaatkan tim pelatih untuk memberikan kesempatan tampil lebih luas kepada para pemain. Dengan begitu, mereka memiliki peluang meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus menunjukkan kontribusi bagi tim.
“Kami sangat senang. Bagi saya sebagai pelatih, League Cup menjadi sarana yang baik bagi setiap pemain untuk menambah menit bermain,” ujar Regi Aditya, Kamis (8/10).
Ia menambahkan, kesempatan tersebut juga penting bagi pemain yang belum banyak tampil di Pegadaian Championship 2026/27, termasuk pemain yang masuk dalam ketentuan regulasi kompetisi.
“Ini kesempatan bagi pemain-pemain yang kurang memiliki menit bermain di Championship untuk berkembang dan bisa memberikan kontribusi positif pada pertandingan selanjutnya,” imbuhnya.
Persipura Harus Pintar Mengatur Skuad
Antusiasme menghadapi League Cup tidak membuat Persipura melupakan target mereka di Pegadaian Championship 2026/27. Regi menyadari, keikutsertaan dalam dua kompetisi menuntut tim pelatih mengatur komposisi skuad dan kondisi pemain secara cermat.
Pengelolaan tersebut dinilai penting agar para pemain tetap berada dalam kondisi optimal dan Persipura dapat menjalani kedua kompetisi dengan baik. Rotasi pemain bisa menjadi salah satu pertimbangan, terutama dalam menyesuaikan kebutuhan tim dengan jadwal pertandingan.
Regi kembali menegaskan kegembiraannya karena Persipura satu grup dengan PSM Makassar. Ia menilai duel kedua tim sebagai pertemuan yang sudah lama dinantikan oleh pencinta sepak bola di kawasan timur Indonesia.
“Kami kebetulan satu grup dengan PSM Makassar. Ini derby wilayah timur yang sudah lama sekali tidak terjadi, jadi saya sangat excited. Semua pemain juga sangat excited untuk bisa memulai laga di League Cup,” tuturnya.
Meski demikian, Persipura tetap perlu menjaga keseimbangan antara ambisi di League Cup dan perjuangan di kompetisi Championship. Bagi Regi, manajemen pemain akan menjadi salah satu kunci agar keikutsertaan di turnamen baru tersebut bisa memberikan manfaat tanpa mengganggu perjalanan tim sepanjang musim.
“Tinggal bagaimana nanti kami bisa memanajemen supaya antara Championship dan League Cup juga bisa berjalan dengan baik,” tandasnya. (bbs/ion)












