Pilu! Siswa SD Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Prabowo Minta Negara Tak Abai

Foto tangkapan layar

 

viralsumsel.com, JAKARTA
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah bergerak cepat dan terkoordinasi agar tragedi bunuh diri seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak kembali terulang di masa mendatang. Peristiwa memilukan tersebut menjadi perhatian serius Presiden, terutama karena dipicu persoalan keterbatasan ekonomi keluarga.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden Prabowo memberikan atensi khusus atas kasus tersebut. Prabowo menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini.

“Bapak Presiden menaruh perhatian besar dan melalui kami meminta agar dilakukan koordinasi lintas kementerian supaya kejadian-kejadian seperti ini dapat diantisipasi ke depan,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2).

Baca Juga :  Laba BUMN Diklaim Naik 4 Kali Lipat, Prabowo Ingatkan Pejabat Jangan Curi Uang Rakyat

Prasetyo menyebut pemerintah tidak ingin tragedi yang merenggut nyawa anak usia sekolah itu berhenti hanya sebagai peristiwa duka, tetapi menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan sosial dan pendidikan. Pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sosial untuk menangani dampak yang ditimbulkan, sekaligus merumuskan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Selain penanganan terhadap keluarga korban, Presiden juga meminta dilakukan evaluasi terhadap data penerima manfaat bantuan sosial, khususnya bagi keluarga rentan yang memiliki anak usia sekolah. Pemerintah menilai akses terhadap kebutuhan dasar pendidikan harus benar-benar terjamin.

Tragedi tersebut terjadi pada Kamis (29/1), ketika seorang siswa SD ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dahan pohon cengkeh, tidak jauh dari pondok tempat ia tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun. Dalam penyelidikan di lokasi kejadian, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibunda korban.

Baca Juga :  KM 12 dan Simpang Kades Jadi Langganan Banjir di Palembang  

Surat yang ditulis dalam bahasa Ngada itu berisi pesan agar sang ibu merelakan kepergiannya dan tidak larut dalam kesedihan. Pada bagian akhir surat, terdapat gambar menyerupai emoji wajah menangis. Berdasarkan keterangan kepolisian, sebelum peristiwa itu terjadi, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pena, namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *