Banner Iklan Diskominfo OKI Ramadan 2024 Banner Iklan Pemkab Muba Karhutla 2024
Pj Ketua TP PKK Sumsel Tyas Fatoni Kunjungi Pusat Kerajinan Sulam Benang Emas Ranau di Desa Jepara. Foto : viralsumsel.com/win
Pj Ketua TP PKK Sumsel Tyas Fatoni Kunjungi Pusat Kerajinan Sulam Benang Emas Ranau di Desa Jepara. Foto : viralsumsel.com/win

Pj Ketua TP PKK Sumsel Tyas Fatoni Kunjungi Pusat Kerajinan Sulam Benang Emas Ranau di Desa Jepara

viralsumsel.com, OKU Selatan – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak (TP)  Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang juga selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel Tyas Fatoni mengunjungi kerajinan sulam benas emas ranau. Lokasi pusat kerajinan tersebut berada di Lamban Gedung Jepara, Desa Jepara, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Rabu (15/11/2023).

Kunjungannya kali ini, Tyas Fatoni didampingi oleh Ketua TP PKK yang juga adalah Ketua Dekranasda Kabupaten OKU Selatan Isyana Lonitasari beserta para pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel Desi Edward Chandra. Tyas Fatoni dengan saksama melihat langsung produksi kain sulam benang emas ranau, mulai dari proses memasukkan benang emas ke dalam jarum hingga menjahit kain sesuai pola.

Baca Juga :   Cabai Merah Sumbang Deflasi Sumsel Bulan April

Tyas Fatoni juga berbincang singkat dengan salah seorang pengrajin kain, dia bertanya tentang filosofi motif pada kain tersebut. Terlihat raut wajah kagum dari dirinya melihat kesigapan dan ketelitian para pengrajin dalam proses pengerjaan sulaman dikarenakan dalam pengerjaannya  membutuhkan keterampilan, juga perlu ketelitian dan kesabaran.

“Saya mengapresiasi para pengrajin kain sulam benang emas yang masih mau menekuni kerajinan ini. Perlu kita jaga kelestarian dan kearifan lokal ini agar tidak punah tergerus zaman,” ucap Tyas Fatoni.

Dia juga berharap agar para pengrajin meneruskan tradisi membuat kain sulam benang emas kepada kaum muda saat ini.

“Lakukan regenerasi dan menularkan ilmu menyulam benang emas kepada kaum muda,” kata dia.

Proses pembuatan kain sulam sendiri merupakan teknik menghias kain beludru dengan cara menempelkan benang emas dengan tusuk balut atau sulaman dengan jahit ikat benang warna merah pada permukaan kain berbentuk motif kayu hara. Nantinya akan memberikan kesan indah dan mewah.

Baca Juga :   Kurangi Backlog, HD Bedah 45 Rumah di Gang Lama, Plaju Palembang

Motif kayu hara memiliki keunikan dan menarik di mata konsumen karena dicampur dengan bermacam-macam bentuk motif lainnya. Sulaman benang emas kayu hara  diadaptasi dari filosofi legenda terbentuknya Danau Ranau yang dipercaya secara turun temurun asal-usul Danau Ranau berasal dari pohon ara raksasa (hara).

Kain sulam benang emas merupakan kerajinan khas suku Ranau yang menonjolkan sulam benang emas dan biasa diaplikasikan pada upacara pernikahan yang dipasang   pada latar pelaminan (pedandanan) dan sebagai selendang pada  pakaian adat pengantin Ranau. (win)

Iklan OKI

Check Also

Mahasiswa Universitas Serasan Beri Edukasi Pernikahan Dini di SMP Negeri 6 Muara Enim

ViralSumsel.com, Muara Enim – Mahasiswa Universitas Serasan Angkatan II Adakan Edukasi Pernikahan Dini di SMPN …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *