Polda Sumsel Identifikasi 11 Korban Tambahan Kecelakaan Bus ALS di Muratara

PALEMBANG, viralsumsel.com — Polda Sumatera Selatan melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengumumkan perkembangan terbaru proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS yang terjadi di jalur Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Hingga Jumat (15/5/2026), sebanyak 11 jenazah tambahan berhasil diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA oleh tim forensik kepolisian.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan korban sekaligus bentuk komitmen transparansi dan pelayanan kemanusiaan kepada keluarga korban yang masih menunggu kepastian identitas anggota keluarganya.

Proses identifikasi dilakukan oleh Tim Laboratorium DNA Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri bersama Bid Dokkes Polda Sumsel menggunakan metode ilmiah forensik kedokteran kepolisian.

Pemeriksaan dilakukan secara ketat melalui pencocokan sampel DNA post mortem dari jenazah dengan sampel DNA ante mortem yang diberikan pihak keluarga biologis korban.

Dengan tambahan 11 identifikasi terbaru tersebut, total korban yang berhasil dikenali hingga saat ini mencapai 14 jenazah dari keseluruhan korban kecelakaan Bus ALS yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, pada Rabu (6/5/2026).

Baca Juga :  Sembilan Kamera Electronic Bakal Dipasang Pantau Pelanggar Lalin di Palembang

Berikut daftar 11 korban yang berhasil diidentifikasi melalui metode DNA:

  1. Aldi Sulistiawan bin Anwarudin
  2. Hj. Syamsiah Bachri binti Samaah
  3. Zulpan Efendi bin Gusti
  4. Agustina Maharani binti Kambali
  5. Martoni bin Mardani
  6. Aryanto bin Yasin
  7. Klinton Wardana Marbun bin Dohar Saut Marbun
  8. Bahrul Ulum
  9. Syafruddin NST
  10. Alif Supriyatin
  11. Budiyanto

Kepala Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanty menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan melalui sejumlah tahapan ilmiah yang ketat guna memastikan keakuratan data korban sebelum diumumkan secara resmi.

“Seluruh pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ilmiah mulai dari ekstraksi DNA, kuantifikasi, profiling hingga rekonsiliasi data ante mortem dan post mortem agar identitas korban benar-benar akurat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini masih terdapat tiga jenazah lain yang masih menjalani proses analisis laboratorium lanjutan. Tim DVI Polri terus bekerja maksimal agar seluruh korban dapat segera teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Sementara itu, Wakapolda Sumatera Selatan Rony Samtana menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen menyelesaikan seluruh proses identifikasi secara cepat, profesional, dan humanis.

Baca Juga :  Kasus Rudakpaksa di Pangkalan Lampam OKI, Korban Dua Anak Masih Keponakan Sendiri

“Kami memastikan seluruh tahapan penanganan korban dilakukan secara maksimal, mulai dari proses evakuasi, identifikasi, hingga pendampingan administrasi pemulangan jenazah kepada keluarga,” tegasnya.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada publik dalam penanganan musibah besar tersebut.

Menurutnya, seluruh proses identifikasi dilakukan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan secara medis maupun hukum.

“Kami memastikan proses identifikasi berjalan akurat dan terbuka. Selain itu, Polda Sumsel juga terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses pemulangan jenazah berlangsung,” ujarnya.

Polda Sumatera Selatan juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam insiden Bus ALS tersebut agar segera berkoordinasi dengan Posko DVI di RS Bhayangkara M Hasan untuk membantu percepatan identifikasi korban yang masih belum diketahui identitasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, kepastian informasi, serta penanganan profesional terhadap peristiwa kecelakaan besar di wilayah Sumatera Selatan. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *