viralsumsel.com, PALI – Kepedulian tetangga bahkan lebih dari rasa saudara, kehidupan susah yang dialami oleh orang tua Lanjut Usia (Lansia) yang sebatang kara menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah, terutama yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Masih banyaknya kehidupan dibawah garis kemiskinan, menjadi faktor utama penyebab dari banyaknya masyarakat atau orang tua yang tinggal ditempat seadanya dan bahkan sebatang kara. Melanjutkan hidup dari belas kasih tetangga, dan berupaya bekerja dengan tenaga yang tersisa.
Bulan ini, Hari Ulang Tahun Kabupaten PALI yang ke-9 tahun 2022, potret kemiskinan tampak didepan mata. Sebagian contohnya di desa Suka Manis, dan Di Desa Tanah Abang Selatan, Kecamatan Tanah Abang, ada dua nenek-nenek yang hidupnya luput dari perhatian Pemerintah.
Hopia (82) dan Siti Sainap (72), menjalani hidup sebatang kara, tinggal di dalam gubuk reot yang sudah tak layak huni, dengan kegelapan tanpa aliran listrik. Menyambung hidup dengan belas kasih tetangga.
Hal inilah yang membuat tergeraknya rasa sosial sejumlah pemuda yang tergabung di DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan DPD Barisan Pemuda Rakyat (BADAR), Kabupaten PALI untuk sedikit meringankan kehidupan kedua nenek tersebut.
Kedua organisasi pemuda tersebut saling bersinergi memberi bantuan yang sangat dibutuhkan oleh kedua lansia tersebut. Bantuan yang diberikan berupa sembako, peralatan rumah tangga, akses jaminan kesehatan, akses listrik, dan gotong royong membersihkan tempat tinggal kedua lansia.
“Pemuda jangan hanya bisa berwacana belaka, namun pemuda harus merasakan, tersentuh nuraninya, untuk hadir dan segera bertindak ikhlas tanpa pamrih dan meniadakan nafsu pribadi atas nama kemanusiaan, terutama ketika ketidakadilan terjadi disekitar kita,” ungkap ketua KNPI PALI Fardinan Marcos di dampingi Dedi Triwijayanto Ketua Badar PALI dan dr Zamir dari Kadinkes PALI Minggu (24/4/2022).
Untuk itu Fardinan meminta kepada Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas terkait agar cepat tanggap karena kedua Lansia tersebut sudah bertahun tahun terlantar dan menempati tempat tinggal yang tak layak huni, dan cukup memprihatinkan apa lagi umurnya sudah 70 tahun ke atas.
“Kami atas nama DPD KNPI bersama DPD Badar Kabupaten PALI, meminta kepada Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas terkait agar cepat tanggap karena kedua Lansia tersebut sudah bertahun tahun terlantar dan menempati tempat tinggal yang tak layak huni, dan sangat memprihatinkan.” pungkasnya. (eko)