PSEL Keramasan Dikebut, Wali Kota Ratu Dewa Targetkan Solusi Permanen Sampah Palembang

PALEMBANG, viralsumsel.com — Pemerintah Kota Palembang menegaskan komitmennya dalam menuntaskan persoalan sampah melalui percepatan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan di Kecamatan Kertapati.

Proyek strategis nasional ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026 dan diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah di ibu kota Sumatera Selatan.

Wali Kota Ratu Dewa menegaskan, pembangunan PSEL tidak hanya fokus pada penyelesaian masalah lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah menjadi energi listrik.

“Proyek ini kita dorong sebagai solusi permanen, bukan sekadar penanganan sementara. Sampah akan diolah menjadi energi yang bermanfaat,” ujarnya.

Menteri LHK Tekankan Kapasitas Minimal 1.000 Ton

Dalam kunjungan lapangan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Mohammad Jumhur Hidayat, menekankan pentingnya menjaga kapasitas operasional minimal 1.000 ton sampah per hari agar fasilitas dapat beroperasi secara optimal.

Ia juga mendorong skema kerja sama lintas daerah atau aglomerasi dengan kabupaten sekitar, sehingga pasokan sampah tetap terjaga. “Jangan sampai di bawah seribu ton per hari. Jika kurang, harus ada kerja sama dengan daerah sekitar,” tegasnya.

Baca Juga :  Ratu Dewa Dorong Generasi Z Kuasai 4 Pilar MPR RI Lewat Lomba Cerdas Cermat di Palembang

Tambahan Armada dan Dukungan Pendanaan

Untuk mendukung operasional, pemerintah pusat berencana menambah armada pengangkut sampah berupa sekitar 50 unit mobil compactor. Pengadaan ini akan didukung melalui kombinasi pendanaan dari APBN, APBD, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Saat ini, operasional pengangkutan sampah di Palembang baru didukung sekitar 10 unit armada. Pemerintah kota bersama kementerian terkait tengah mempercepat proses administrasi, termasuk pengajuan ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Selain itu, Pemkot juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah perusahaan besar seperti PT Bukit Asam Tbk, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, dan PT Pertamina (Persero) untuk mendukung kebutuhan armada maupun fasilitas pendukung lainnya.

Perhatikan Dampak Lingkungan

Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa aspek lingkungan tetap menjadi prioritas utama, khususnya dalam pengelolaan air lindi (limbah cair dari sampah).

Pemkot berkomitmen memastikan proses pengolahan dilakukan secara steril, mulai dari sumber sampah hingga tahap akhir pengolahan, guna menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar kawasan PSEL.

Baca Juga :  Pelantikan Srikandi Pemuda Pancasila Palembang, Putri Azizah Ajak Perempuan Lebih Aktif dan Berdaya

Serap Tenaga Kerja dan Jadi Proyek Regional

Hingga saat ini, progres pembangunan PSEL Keramasan telah mencapai sekitar 83,2 persen. Proyek ini juga memberikan dampak ekonomi dengan menyerap sekitar 150 tenaga kerja, di mana 80 persen di antaranya merupakan warga lokal Palembang.

Ke depan, fasilitas ini tidak hanya melayani kebutuhan Kota Palembang, tetapi juga dirancang sebagai pusat pengolahan sampah regional.

Sejumlah daerah seperti Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir (OKI) telah menyatakan minat untuk bergabung dalam pengelolaan bersama.

Jika berjalan sesuai jadwal, peresmian PSEL direncanakan pada 19 Oktober 2026 dan diharapkan dapat dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Transformasi Sampah Jadi Energi

Dengan teknologi modern yang diusung, proyek ini diharapkan mampu mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar beban lingkungan menjadi sumber energi baru.

“Ini bukan hanya soal kebersihan kota, tetapi bagaimana kita mengubah sampah menjadi energi yang bernilai bagi masyarakat,” pungkas Ratu Dewa. (nto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *