YOGYAKARTA, viralsumsel.com — PSIM Yogyakarta terus melakukan pembenahan Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, yang diproyeksikan menjadi markas tim dalam menghadapi kompetisi Super League 2026/27.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian manajemen adalah sistem pencahayaan stadion. PSIM telah melakukan pengujian tingkat pencahayaan atau lux lampu pada Kamis (6/8/2026). Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan Stadion Sultan Agung memenuhi standar yang ditetapkan operator kompetisi.
Manajer Operasional PSIM, Wendy Umar Seno Aji, mengatakan pengukuran tersebut merupakan bagian dari upaya klub memenuhi seluruh persyaratan penyelenggaraan pertandingan musim baru.
Menurutnya, manajemen PSIM bersama Match Organizing Committee (MOC) terus melakukan pembenahan berbagai fasilitas pendukung stadion agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Uji coba lux lampu ini dalam rangka memenuhi regulasi dari I.League terkait penyelenggaraan pertandingan kompetisi Super League 2026/27,” ujar Wendy.
Lampu Stadion Didatangkan dari Polandia
Pembenahan sistem pencahayaan Stadion Sultan Agung dilakukan dengan mengganti unit lampu stadion secara menyeluruh. Perangkat baru tersebut didatangkan dari Polandia sehingga proses pengiriman membutuhkan waktu sebelum akhirnya dapat dipasang di stadion.
“Semua unit lampu di SSA ini baru dan kami datangkan dari Polandia sehingga memang kemarin membutuhkan waktu yang cukup lumayan untuk proses pengirimannya,” kata Wendy.
Setelah seluruh perangkat terpasang, manajemen kemudian melakukan pengukuran untuk mengetahui tingkat pencahayaan yang dihasilkan.
Pengukuran lux tidak dilakukan secara sederhana. Setiap titik dan arah pencahayaan harus diperhitungkan karena dapat memengaruhi hasil akhir pengujian.
Match Organizing Committee Chairman (MOCC) PSIM, Ermantino Handokomulyo, menjelaskan bahwa proses pengukuran dilakukan secara detail dengan melibatkan tenaga ahli.
“Karena setiap arah dan posisi itu akan mempengaruhi hasil pengukuran. Sehingga kami juga dibantu tenaga ahli dalam agenda ini,” jelas Ermantino.
4.520 Single Seat Sudah Terpasang
Selain membenahi sistem pencahayaan, PSIM juga telah menyelesaikan pemasangan single seat atau kursi tunggal bagi penonton di sejumlah area tribun Stadion Sultan Agung.
Total terdapat 4.520 single seat yang telah terpasang. Sebanyak 3.500 kursi berada di tribun timur, sedangkan sisanya ditempatkan di tribun barat atau area VIP.
“Saat ini, untuk pengerjaan single seat sudah rampung sepenuhnya. Sejumlah 4.520 sudah terpasang, 3.500 di tribun timur, sementara sisanya kami pasang di tribun barat atau VIP,” ungkap Ermantino.
Pemasangan kursi tunggal tersebut menjadi bagian dari pemenuhan fasilitas stadion menjelang kompetisi Super League 2026/27.
Target Pencahayaan 1.600 Lux
Setelah proses pengukuran selesai, manajemen PSIM dan MOC masih menunggu laporan resmi dari hasil pengujian tingkat pencahayaan.
Ermantino berharap hasil pengukuran menunjukkan bahwa sistem penerangan Stadion Sultan Agung telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk kompetisi musim 2026/27.
“Untuk pengukuran lux lampu masih menunggu hasil resminya. Harapannya, sudah sesuai 1.600 lux sesuai regulasi kompetisi musim ini,” ujarnya.
Standar pencahayaan menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pertandingan, terutama untuk memastikan pertandingan malam hari dapat berlangsung dengan kualitas penerangan yang memadai.
PSIM juga terus menjalin komunikasi dengan pihak I.League selama proses pembenahan stadion. Koordinasi tersebut dilakukan agar setiap pekerjaan yang dilakukan manajemen tetap sesuai dengan ketentuan operator kompetisi.
“Kami terus berkoordinasi dengan I.League terkait single seat dan penambahan lux lampu ini. Jadi, apabila ada kendala atau kesulitan, kami bisa langsung mendapatkan rekomendasi dan masukan dari I.League selaku operator Liga,” pungkas Ermantino.
Dengan pembenahan pencahayaan dan fasilitas penonton yang terus dilakukan, PSIM Yogyakarta berupaya memastikan Stadion Sultan Agung siap digunakan sebagai kandang dalam menghadapi persaingan Super League 2026/27. (lib/ion)






