Viralsumsel.com, Banyuasin – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim, menegur langsung petugas gerai pelayanan milik Pemkab di OPI Mall Jakabaring. Pasalnya, layanan di lokasi tersebut sudah tutup pada pukul 13.30 WIB, padahal jam operasional resmi seharusnya hingga 16.00 WIB.
Dalam inspeksi mendadak (sidak), Erwin yang juga Ketua Satgas Pelayanan Perizinan Satu Pintu, menemukan antrean panjang warga bahkan hingga keluar gerai. Beberapa di antaranya terpaksa pulang karena tidak dilayani.
“Kami datang dari kecamatan di wilayah perairan, jauh-jauh Pak, tetapi sampai di sini ditolak karena petugas mengatakan pelayanan sudah tutup. Padahal jam pelayanan buka sampai 16.00 WIB,” ungkap salah satu warga yang hendak mengurus KTP dan KK, Selasa (16/9/2025).
Mengetahui hal tersebut, Erwin langsung memerintahkan agar layanan kembali dibuka dan tetap berjalan sesuai jam kerja. Ia menegaskan, instruksi itu merupakan perintah langsung dari Bupati Banyuasin, Askolani, untuk memastikan kualitas pelayanan publik.
“Saya diperintahkan Pak Bupati untuk melakukan pengawasan secara diam-diam di tiga gerai pelayanan setiap minggu. Tujuannya agar masyarakat benar-benar terlayani dengan baik,” ujar Erwin.
“Kalau ada warga yang tidak dilayani, wajar saya tegur petugas. Layanan harus tetap buka sampai 16.00 WIB, bahkan bila perlu lebih dari itu,” tambahnya.
Erwin menegaskan, petugas yang lalai menjalankan tugas akan diberi sanksi tegas. Teguran juga akan diteruskan kepada kepala dinas terkait.
“Kita tidak mau masyarakat yang sudah jauh-jauh datang pulang dengan kecewa. Saat itu juga saya minta pembuatan KTP diproses dan selesai di tempat. Kami tunggu hingga tuntas. Ke depan, hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.
Sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat, Pemkab Banyuasin telah memperluas titik pelayanan publik. Tidak hanya di Pangkalan Balai, layanan kini tersedia di kawasan strategis seperti Citra Grand City dan OPI Mall Jakabaring.
Sementara itu, Koordinator Gerai Layanan OPI Mall Jakabaring, Risdiyansyah, memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi dan perbaikan. “Kejadian ini tidak akan terulang lagi. Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat,” ujarnya.






