Roberto Mancini Kembali Tangani Timnas Italia, FIGC Percayakan Gli Azzurri kepada Arsitek Juara Euro 2020

ROMA, viralsumsel.com – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih baru Tim Nasional Italia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi Timnas Italia pada Rabu, sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai sosok yang akan mengisi kursi pelatih Gli Azzurri setelah ditinggalkan Gennaro Gattuso.

Melalui akun media sosial resminya, FIGC menyampaikan pengumuman singkat namun tegas. “Roberto Mancini adalah pelatih baru Tim Nasional,” demikian pernyataan resmi yang diunggah melalui akun X Timnas Italia, @Azzurri.

Kembalinya Mancini menjadi perhatian publik sepak bola dunia. Pasalnya, pria berusia 61 tahun tersebut bukanlah sosok baru bagi Timnas Italia. Ia pernah menukangi Gli Azzurri selama lebih dari lima tahun dan sukses mengantarkan Italia kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.

Akhiri Spekulasi Pelatih Baru Italia

Penunjukan Roberto Mancini sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, legenda sepak bola Italia Andrea Pirlo disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menangani Timnas Italia. Namun rencana tersebut dikabarkan mendapat penolakan dari Presiden FIGC Giovanni Malago.

Perbedaan pandangan mengenai penunjukan pelatih bahkan berdampak pada perubahan struktur organisasi federasi. Direktur Teknik Paolo Maldini dan penasihat teknis Leonardo memilih mengundurkan diri setelah hanya sekitar 10 hari menjalankan tugasnya.

Baca Juga :  Semifinal Coppa Italia Memanas: Inter Milan Tantang Como, Atalanta vs Lazio Berebut Tiket Final

Sebagai pengganti Maldini, FIGC kemudian menunjuk pelatih senior Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik baru untuk membantu proses pembangunan kembali Timnas Italia.

Sosok yang Pernah Mengantar Italia Juara Eropa

Roberto Mancini memiliki rekam jejak yang sangat baik bersama Timnas Italia.

Ia pertama kali dipercaya menangani Gli Azzurri pada 1 Juli 2018. Di bawah kepemimpinannya, Italia menjalani transformasi besar setelah sempat gagal tampil di Piala Dunia 2018.

Puncak keberhasilannya terjadi ketika berhasil membawa Italia menjuarai Euro 2020, sebuah prestasi yang mengakhiri penantian panjang publik sepak bola Negeri Pizza.

Pada laga final yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Italia sukses mengalahkan Inggris melalui drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang sepanjang waktu normal dan babak tambahan.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar Mancini sepanjang karier kepelatihannya.

Pernah Gagal Lolos ke Piala Dunia

Meski berhasil mempersembahkan trofi bergengsi Eropa, perjalanan Mancini bersama Timnas Italia juga diwarnai kegagalan yang cukup mengecewakan.

Baca Juga :  Rabiot Menggila, AC Milan Taklukkan Como 3-1 di Laga Tunda Serie A

Italia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 setelah secara mengejutkan dikalahkan Makedonia Utara dengan skor 0-1 pada babak semifinal play-off zona Eropa.

Kekalahan tersebut membuat Italia kembali absen di Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern sepak bola Italia.

Meski demikian, reputasi Mancini sebagai salah satu pelatih terbaik Italia tetap tidak luntur berkat keberhasilannya membangun kembali identitas permainan Gli Azzurri.

Catatan Impresif Bersama Gli Azzurri

Selama periode pertamanya menangani Timnas Italia, Roberto Mancini memimpin tim dalam 58 pertandingan di berbagai ajang internasional.

Dari jumlah tersebut, ia mencatatkan rata-rata 2,17 poin per pertandingan, sebuah statistik yang menunjukkan konsistensi Italia selama berada di bawah arahannya.

Pengalaman panjangnya menangani klub-klub elite Eropa seperti Manchester City, Inter Milan, Lazio, Fiorentina, hingga Galatasaray juga menjadi modal penting dalam mengembalikan daya saing Timnas Italia di level internasional.

Kini, publik Italia berharap kembalinya Roberto Mancini mampu membuka lembaran baru bagi Gli Azzurri sekaligus mengembalikan prestasi tim di kompetisi internasional mendatang. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *