SBY dan Tim KKN UIN Raden Fatah Hidupkan Desa Lorok: Panen Jagung, Bersih Masjid, hingga Latih Pemuda Melek Digital

OGAN ILIR, viralsumsel.com – Selama satu bulan terakhir, Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, terasa lebih ramai dan penuh kegiatan. Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-83 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, khususnya Kelompok 9, membawa angin segar dengan beragam aktivitas yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Mulai dari ikut memanen jagung di lahan petani, membersihkan rumah ibadah, menyampaikan edukasi lingkungan sehat, hingga memberikan pelatihan keterampilan digital bagi pemuda desa—semuanya dijalankan dengan antusias. Dukungan pun datang dari pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat yang merasakan manfaat nyata kehadiran para mahasiswa.

Ketua Kelompok 9 KKN UIN, Susilo Bambang Yudhoyono—akrab disapa SBY—menjelaskan, seluruh kegiatan itu telah dirancang sejak awal penempatan. “Kami sedang menyiapkan laporan akhir KKN.

Semua program ini kami dokumentasikan, bukan hanya untuk laporan formal, tetapi juga sebagai bukti bahwa kegiatan kami memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujar SBY yang didampingi Sekretaris Kelompok, Agung Purnawirawan, melalui anggota tim, Nadea Lorantika.

Baca Juga :  Tim Cepat Tanggap Bukit Asam Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tanjung Karangan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial Perusahaan

Panen Jagung, Wujud Sinergi Pendidikan dan Pertanian

Momen yang paling membekas bagi mahasiswa maupun warga adalah panen jagung bersama. Mereka terjun langsung ke lahan, memetik hasil bumi yang menjadi salah satu komoditas unggulan desa.

Kepala Desa Lorok, Leo Candra, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa. “Kehadiran mereka menjadi bukti sinergi positif antara institusi pendidikan dan pemerintah desa dalam mendukung pertanian lokal. Selain menambah tenaga kerja di lapangan, mereka juga membawa semangat baru,” ungkapnya.

Menurut Leo, pengalaman ini membuat mahasiswa memahami tantangan yang dihadapi petani, mulai dari penanaman hingga panen. Sementara bagi warga, interaksi dengan mahasiswa menjadi dorongan untuk terus mengembangkan potensi pertanian desa.

Bersih Masjid dan Sosialisasi Kesehatan

Tak hanya fokus pada pertanian, Kelompok 9 juga bergerak di bidang sosial dan keagamaan. Mereka menggelar gotong royong membersihkan Masjid Al-Hidayat secara menyeluruh—mulai dari ruang sholat, kamar mandi, tempat wudhu, hingga halaman.

Baca Juga :  Pasca Pertemuan Cak Imin dan SBY, AHY: Jaga Pemilu 2024, Jangan Ada Intervensi, Intimidasi, dan Kecurangan

Selain itu, mahasiswa turut memberikan sosialisasi pentingnya kebersihan lingkungan. Edukasi ini mengajak warga menjaga sanitasi demi mencegah penyakit yang sering muncul di musim tertentu.

Pembinaan Anak-Anak dan Pelatihan Digital Pemuda

Kegiatan KKN juga menyentuh aspek pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. Bagi anak-anak, mereka mengadakan pengajian rutin untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Sementara bagi pemuda, ada pelatihan keterampilan digital yang mengajarkan penggunaan media sosial secara bijak hingga pemanfaatan internet untuk peluang usaha.

Program ini dinilai sangat relevan di era teknologi. “Kami tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga berharap ilmu yang kami bawa dapat bermanfaat jangka panjang,” kata Nadea Lorantika.

Warisan yang Ditinggalkan

Meski masa KKN Kelompok 9 akan segera berakhir, jejak kontribusi mereka di Desa Lorok diharapkan terus terasa. Pemerintah desa berharap kerja sama semacam ini bisa menjadi agenda berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *