PALEMBANG, viralsumsel.com – Gelombang suara kritik datang dari tribun suporter Singa Mania, kelompok pendukung fanatik Sriwijaya FC, yang mulai menunjukkan tanda-tanda kekecewaan terhadap performa tim kesayangan mereka di ajang Pegadaian Championship 2025/26.
Ketua Umum Singa Mania, Yayan Hariansyah, menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah memberikan dukungan maksimal bagi Laskar Wong Kito, baik di laga kandang maupun tandang.
Namun, ia menilai semangat besar para suporter belum diimbangi dengan performa dan hasil yang sepadan dari para pemain di lapangan.
“Kami, suporter Singa Mania, sudah membuktikan dukungan penuh dengan energi luar biasa. Dalam beberapa pertandingan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, jumlah penonton bahkan menjadi yang terbanyak sepanjang kompetisi Pegadaian Championship musim ini,” ujar Yayan kepada awak media, Senin (6/10/2025).
Aktivis yang akrab disapa Yayan Joker itu menambahkan, antusiasme besar suporter semestinya dijawab dengan penampilan yang menggigit dari skuad Sriwijaya FC. Ia menilai, performa tim dalam beberapa laga terakhir terlihat tidak memiliki arah permainan dan strategi kemenangan yang jelas.
“Kami berharap klub bisa mengimbangi energi besar itu dengan kemenangan di pertandingan berikutnya. Namun sayangnya, di beberapa laga terakhir kami melihat banyak pemain yang seolah kehilangan arah permainan,” tegas Yayan.
Dalam pernyataannya, Yayan juga menyinggung soal tanggung jawab pelatih kepala Achmad Zulkifli alias Azul yang kini berada di bawah sorotan. Ia menyebut, jika tak ada perubahan signifikan dalam waktu dekat, maka dengan segala hormat pihaknya meminta pelatih tersebut untuk bersikap ksatria dan mempertimbangkan mundur dari jabatannya.
“Seandainya memang tidak ada perubahan dari pelatih maupun manajemen, kami berharap dengan kerendahan hati agar coach Azul segera mengambil sikap untuk meletakkan jabatannya,” pungkasnya dengan nada tegas.
Desakan dari Singa Mania ini menambah tekanan tersendiri bagi jajaran manajemen dan tim pelatih Sriwijaya FC. Suporter yang selama ini menjadi motor semangat klub merasa kecewa karena hasil pertandingan belum menunjukkan progres positif yang diharapkan.
Sementara itu, di media sosial, banyak anggota komunitas Singa Mania juga menyuarakan keprihatinan serupa. Mereka menilai bahwa dengan komposisi pemain yang dimiliki, Sriwijaya FC seharusnya mampu tampil lebih konsisten dan kompetitif.
Para penggemar berharap, suara mereka dapat menjadi alarm bagi manajemen agar segera melakukan evaluasi total—baik dari sisi strategi permainan, kesiapan mental pemain, maupun efektivitas pelatih dalam menerapkan taktik di lapangan.
Kini, semua mata tertuju pada laga berikutnya Sriwijaya FC. Hasil pertandingan itu bisa menjadi titik balik nasib sang pelatih kepala. Jika tim kembali gagal menunjukkan perubahan, bukan tidak mungkin tekanan dari suporter akan semakin kuat, bahkan bisa berujung pada tuntutan resmi pergantian pelatih. (bbs)






