JAKARTA, viralsumsel.com – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, FIFA kembali menghadirkan rangkaian hitung mundur dengan mengenang gol-gol terbaik sepanjang sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Memasuki hitungan delapan hari menuju kick-off Piala Dunia 2026, sorotan kali ini tertuju kepada legenda Brasil, Socrates, yang mencetak salah satu gol paling ikonik di ajang Piala Dunia.
Gol spektakuler tersebut lahir saat Brasil menghadapi Uni Soviet pada fase grup pertama Piala Dunia 1982 di Spanyol. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan, Sevilla, itu menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan tim Samba yang saat itu digadang-gadang sebagai kandidat kuat juara dunia.
Socrates bukan hanya dikenal sebagai pesepak bola hebat. Sosoknya juga memiliki reputasi luar biasa di luar lapangan. Ia merupakan seorang dokter, aktivis politik, penulis kolom surat kabar, pelukis, hingga pernah terjun ke dunia seni peran. Namun, di atas lapangan hijau, namanya dikenang sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Brasil.
Pada laga melawan Uni Soviet, Brasil berada dalam tekanan setelah lebih dulu tertinggal. Situasi itu membuat para pendukung Selecao cemas karena tim favorit mereka kesulitan mengembangkan permainan.
Di tengah kebuntuan tersebut, Socrates muncul sebagai penyelamat. Menerima bola sekitar 35 yard dari gawang lawan, pemain bertinggi 193 sentimeter itu memperlihatkan kombinasi teknik, visi, dan keberanian yang luar biasa.
Dengan tenang, ia melewati dua pemain bertahan Uni Soviet yang berusaha menghentikannya. Setelah menemukan ruang tembak, Socrates melepaskan tendangan keras yang meluncur deras ke sudut atas gawang tanpa mampu dijangkau penjaga gawang lawan.
Gol itu langsung membakar semangat Brasil sekaligus membuat ribuan penonton di Sevilla berdiri memberikan tepuk tangan. Selebrasi Socrates pun menjadi simbol kebangkitan Selecao. Ia mengepalkan kedua tangan sebelum mengangkatnya ke udara, sementara rekan-rekannya berlari menghampiri untuk merayakan gol yang begitu berharga.
Momentum tersebut menjadi titik balik pertandingan. Brasil akhirnya mampu membalikkan keadaan dan meraih kemenangan 2-1 setelah gol penentu kemenangan dicetak oleh Eder pada penghujung laga.
Keberhasilan menundukkan Uni Soviet menjadi awal perjalanan impresif Brasil di turnamen tersebut. Tim yang diperkuat pemain-pemain legendaris seperti Socrates, Zico, Falcao, dan Eder melaju mulus ke fase grup kedua.
Meski demikian, impian Brasil untuk mengangkat trofi Piala Dunia harus kandas setelah kalah dramatis 2-3 dari Italia dalam pertandingan yang hingga kini dianggap sebagai salah satu laga terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Walau gagal menjadi juara, gol Socrates ke gawang Uni Soviet tetap dikenang sebagai salah satu mahakarya terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Momen itu memperlihatkan kualitas individu luar biasa dari seorang pemain yang tidak hanya cerdas di luar lapangan, tetapi juga jenius saat mengolah bola di lapangan hijau.
Kini, lebih dari empat dekade setelah gol tersebut tercipta, FIFA kembali mengangkat kisah itu sebagai bagian dari perjalanan menuju Piala Dunia 2026. Sebuah pengingat bahwa sepak bola selalu menghadirkan momen-momen magis yang abadi dalam ingatan para penggemarnya di seluruh dunia. (bbs)







