PALEMBANG, viralsumsel.com – Derby Sumsel yang mempertemukan Sumsel United kontra Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (28/2/2026) pukul 20.30 WIB, dipastikan kembali digelar tanpa kehadiran penonton.
Padahal, laga pekan lanjutan kompetisi kasta kedua musim 2025/2026 ini diprediksi berlangsung panas dan sarat gengsi. Selain mempertaruhkan harga diri dua tim asal Sumatera Selatan, pertandingan ini juga memiliki arti penting bagi Sriwijaya FC yang tengah berjuang keluar dari ancaman degradasi.
Namun, para suporter baik dari kubu tuan rumah Laskar Juaro—julukan Sumsel United—maupun pendukung Laskar Wong Kito dipastikan tidak dapat menyaksikan langsung pertandingan tersebut dari tribun stadion.
Diputuskan Lewat Rapat Koordinasi
Kepastian laga tanpa penonton diumumkan secara resmi melalui akun media sosial Sumsel United. Dalam pernyataan tersebut dijelaskan bahwa keputusan diambil setelah digelarnya rapat koordinasi yang melibatkan manajemen klub, panitia pelaksana (LOC), jajaran kepolisian dari Polresta Palembang, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Manajemen menyampaikan bahwa pertandingan kontra Sriwijaya FC untuk ketiga kalinya (Jilid III) musim ini pada 28 Februari 2026 akan dilangsungkan secara tertutup.
Keputusan ini disebut sebagai langkah preventif untuk menjaga kondusivitas serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Palembang. Selain itu, pertimbangan keamanan dan kenyamanan bersama juga menjadi faktor utama.
Pihak penyelenggara turut menyampaikan apresiasi atas pengertian dan dukungan semua pihak terhadap kebijakan tersebut.
Ulangan Pertemuan Tanpa Suporter
Ini bukan kali pertama Derby Sumsel digelar tanpa penonton musim ini. Pada pertemuan sebelumnya saat Sumsel United bertindak sebagai tuan rumah pada 2 November 2025 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, pertandingan juga berlangsung tanpa kehadiran suporter. Laga tersebut berakhir imbang 1-1.
Kondisi ini tentu menjadi ironi tersendiri mengingat Derby Sumsel selalu identik dengan atmosfer panas dan dukungan fanatik dari kedua kelompok suporter. Tanpa gemuruh tribun, laga dipastikan berjalan dalam suasana berbeda.
Meski demikian, duel tetap diprediksi berlangsung sengit. Terutama bagi Sriwijaya FC yang tengah berada dalam tekanan besar akibat posisi mereka di dasar klasemen. Setiap poin menjadi sangat berarti dalam upaya menjaga asa bertahan di kompetisi.
Kini, perhatian publik Sumatera Selatan akan tertuju pada jalannya pertandingan di atas lapangan. Tanpa sorakan langsung dari tribun, para pemain dituntut tetap tampil maksimal demi menjaga gengsi sekaligus menentukan arah perjalanan musim ini. (bbs)










