Tangis Haru! Pj Ketua TP PKK Sumsel Melza Elen Setiadi Pamit, Begini Pesan Menyentuhnya

viralsumsel.com ,Palembang – Menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Sumatera Selatan, Melza Elen Setiadi menggelar acara pengajian dan tausiyah sebagai momen perpisahan dengan pengurus PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel.

Acara penuh haru ini berlangsung di Kediaman Resmi Gubernur Sumatera Selatan, pada Selasa (11/2/2025) sore.

Momen ini menjadi bagian dari rangkaian perpisahan menjelang pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur definitif hasil Pilkada 2024, yang dijadwalkan pada 20 Februari 2025.

Dengan berakhirnya masa jabatan suaminya, Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi, maka masa tugas Melza sebagai Pj Ketua TP PKK dan Penasihat DWP Sumsel juga akan berakhir.

Suasana Haru : Ucapan Perpisahan Melza Elen Setiadi

Sebelum pengajian dimulai, Melza Elen Setiadi menyampaikan sambutan perpisahan yang penuh emosional. Dengan suara yang sesekali terbata dan mata yang berkaca-kaca, ia mengungkapkan bahwa waktu terasa berlalu begitu cepat, hingga tiba saatnya untuk mengakhiri masa tugasnya di Bumi Sriwijaya.

“Dalam setiap langkah yang kita jalani bersama, saya selalu merasa bahwa keluarga besar TP PKK dan DWP memiliki kekuatan luar biasa. Bukan hanya dalam menciptakan perubahan, tetapi juga menyebarkan kebaikan yang luas. Dari program pemberdayaan ekonomi,

kesehatan keluarga, hingga aksi sosial di pelosok desa, kita telah membuktikan bahwa kehadiran kita membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga,” ungkap Melza.

Melza secara khusus menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Sekretaris Daerah Sumsel, yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menjalankan berbagai program. Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh pengurus TP PKK dan DWP yang telah bekerja keras dengan penuh keikhlasan.

“Keberhasilan yang kita capai tidak mungkin terwujud tanpa kerja sama yang luar biasa. Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari tim ini. Bukan hanya sebagai rekan kerja, tetapi sebagai sahabat dan keluarga yang selalu saling mendukung,” lanjutnya.

Baca Juga :  Hasto Sudah Divonis 3,5 Tahun Penjara, KPK Tegaskan Tetap Buru Harun Masiku

Melza juga menyampaikan terima kasih kepada mitra kerja dari instansi pemerintah maupun pihak swasta, yang selama ini telah berkolaborasi dalam menjalankan berbagai program. Menurutnya, keberhasilan program PKK dan DWP tidak lepas dari sinergi yang kuat antara berbagai pihak.

Refleksi Perjalanan : Kehadiran Lebih dari Sekadar Program

Dalam refleksi perjalanan selama menjabat, Melza mengungkapkan bahwa dirinya banyak belajar dari interaksi langsung dengan masyarakat.

“Ketika kita turun ke lapangan, kita bertemu dengan wajah-wajah penuh harapan. Ada yang mencari solusi untuk permasalahan ekonomi, ada pula yang hanya ingin didengar ceritanya. Dari sinilah saya menyadari bahwa kehadiran kita lebih dari sekadar menjalankan program. Kita adalah teman, pendengar, dan penggerak yang memberikan mereka semangat baru,” ujarnya.

Namun, ia juga menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Untuk itu, ia berharap tongkat estafet kepemimpinan dapat dilanjutkan dengan lebih baik oleh penerusnya.

“Saya percaya, pengalaman yang kita dapatkan selama ini akan menjadi modal berharga untuk menciptakan inovasi dan perubahan yang lebih besar di masa depan,” tambahnya.

Di momen perpisahan ini, Melza juga dengan rendah hati meminta maaf apabila selama menjalankan tugas ada kekhilafan, keputusan yang kurang tepat, atau harapan yang belum terpenuhi.

Mengutip kata bijak dari Rabi’ah Al-Adawiyah, Melza menyampaikan, “Setiap perjalanan berakhir bukan untuk melupakan, tetapi untuk memberi ruang bagi kebaikan baru yang Allah kehendaki.”

Ia menegaskan bahwa perpisahan ini bukanlah akhir dari persahabatan dan silaturahmi, melainkan awal dari perjalanan baru untuk terus berbagi pengalaman dan inspirasi.

Baca Juga :  Survei Elektabilitas Tertinggi di Pilkada, Teddy Meilwansyah Fokus Memberikan Layanan Terbaik untuk Masyarakat OKU

“Jika suatu saat saya kembali ke Sumatera Selatan, saya ingin datang bukan sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari keluarga yang terus berbagi pengalaman dan inspirasi,” tuturnya penuh harap.

Pesan untuk Pengurus PKK dan DWP Sumsel

Sebelum menutup sambutannya, Melza memberikan pesan penting kepada pengurus PKK dan DWP Sumsel agar tetap menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

“Jangan pernah lelah untuk memberikan yang terbaik bagi Sumatera Selatan. Saya percaya, Sumatera Selatan akan terus maju karena ada perempuan-perempuan hebat di dalamnya yang tak pernah lelah mengabdi dan memberi,” tegasnya.

Tausiyah : Perpisahan Bukan Akhir dari Silaturahmi

Dalam acara yang penuh khidmat tersebut, Ustadzah Umi Kalsum turut memberikan tausiyah yang mengingatkan bahwa dimana ada pertemuan, pasti ada perpisahan.

“Meski berpisah, hubungan silaturahmi yang telah terjalin tidak boleh terputus. Sebagai seorang istri, memang sudah menjadi kewajiban untuk mendampingi suami di mana pun ia bertugas,” kata Umi Kalsum.

Ia juga menegaskan bahwa pangkat, kedudukan, dan jabatan bersifat sementara, tetapi persahabatan dan kebersamaan akan selalu abadi.

“Janganlah sesekali kita menjadi sombong, sebab dunia ini hanya sementara. Yang abadi adalah kebaikan yang kita sebarkan kepada sesama,” tutupnya.

Perpisahan yang Penuh Makna

Acara perpisahan ini menjadi momen berharga bagi Melza Elen Setiadi dan seluruh pengurus PKK dan DWP Sumsel. Dengan penuh harapan, ia menitipkan pesan agar semangat perjuangan dalam memberdayakan perempuan dan keluarga tetap terjaga.

Meski tugasnya akan segera berakhir, dedikasi dan kontribusinya akan selalu dikenang oleh masyarakat Sumatera Selatan. Seiring langkahnya meninggalkan Bumi Sriwijaya, Melza percaya bahwa silaturahmi akan terus terjalin dan perjuangan akan tetap berlanjut. (win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *