Pedro Pasculli Kenang Kehebatan Maradona di Piala Dunia 1986, Yakin Argentina Bisa Pertahankan Gelar pada 2026

JAKARTA, viralsumsel.com – Legenda sepak bola Argentina, Pedro Pasculli, kembali mengenang momen bersejarah saat membawa Albiceleste menjuarai Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Mantan penyerang yang menjadi bagian dari skuad juara tersebut mengungkapkan betapa besar pengaruh Diego Maradona dalam perjalanan Argentina meraih gelar dunia kedua sepanjang sejarah.

Pasculli merupakan salah satu pemain penting dalam skuad asuhan Carlos Bilardo. Namanya tercatat dalam sejarah setelah mencetak gol kemenangan Argentina saat menyingkirkan Uruguay pada babak 16 besar, sebuah hasil yang menjadi pijakan penting menuju tangga juara.

Dalam wawancara dengan FIFA, Pasculli mengisahkan sosok Maradona yang tidak hanya menjadi kapten, tetapi juga pemimpin yang sangat dihormati oleh seluruh anggota tim.

Menurutnya, Maradona memiliki karakter kuat, keberanian luar biasa, dan kemampuan yang membuat rekan-rekannya merasa kagum setiap hari.

“Diego adalah pemain yang sangat berpengaruh. Semua orang menghormatinya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia selalu mengatakan apa yang dipikirkannya dan tidak pernah berpura-pura menjadi sosok yang berbeda. Kami semua menyadari betapa hebatnya dia,” ungkap Pasculli.

Saksi Langsung Dua Gol Legendaris Maradona

Pasculli juga memiliki kenangan khusus karena menjadi teman sekamar Maradona selama Piala Dunia 1986 berlangsung di Meksiko.

Salah satu momen yang paling membekas tentu pertandingan perempat final melawan Inggris yang melahirkan dua gol paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia, yakni gol “Hand of God” dan “Goal of the Century”.

Menariknya, Pasculli mengaku saat itu para pemain Argentina bahkan tidak menyadari bahwa gol pertama Maradona tercipta melalui sentuhan tangan.

Baca Juga :  Malam Ini, Timnas Indonesia U-17 Bersiap Hadapi Korea Selatan di Laga Perdana Piala Asia U-17 2025

Ia mengingat bagaimana tinggi badan kiper Inggris, Peter Shilton, membuat situasi tersebut sulit terlihat dari lapangan maupun bangku cadangan.

“Kami sama sekali tidak tahu itu handball. Shilton sangat tinggi, sementara Diego lebih pendek dari saya. Sampai sekarang saya masih heran bagaimana dia bisa melompat setinggi itu,” kenangnya sambil tertawa.

Namun, yang paling membuatnya takjub adalah gol kedua Maradona yang kemudian dinobatkan sebagai Goal of the Century.

Dalam aksi tersebut, Maradona menggiring bola dari area sendiri, melewati sejumlah pemain Inggris, sebelum memperdaya Shilton dan mencetak gol yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu gol terbaik sepanjang masa.

“Bagi sebagian besar pemain, aksi seperti itu hampir mustahil dilakukan. Dia harus mengontrol bola, memperhatikan pergerakan lawan, dan tetap berlari dengan kecepatan tinggi. Sampai hari ini saya masih sulit memahami bagaimana Diego mampu melakukan itu,” ujarnya.

Gol ke Gawang Uruguay Jadi Titik Balik Argentina

Selain mengenang Maradona, Pasculli juga menyoroti gol yang ia cetak ke gawang Uruguay pada babak 16 besar.

Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi titik balik yang memberikan kepercayaan diri besar kepada seluruh skuad Argentina untuk melangkah lebih jauh.

Saat itu Uruguay dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara, sehingga kemenangan atas rival sesama Amerika Selatan tersebut menjadi suntikan moral yang sangat penting.

“Gol itu memberi kami momentum besar. Pertandingan melawan Uruguay mencerminkan sepak bola Amerika Selatan yang sesungguhnya. Laga berlangsung keras dan penuh semangat,” katanya.

Baca Juga :  Hasil PSG vs FC Lorient : Lionel Messi CS Telan Pil Pahit di Kandang, Hakimi Kartu Merah

Messi dan Maradona Sulit Dibandingkan

Ketika diminta memilih antara Lionel Messi dan Diego Maradona, Pasculli memilih untuk tidak membandingkan dua ikon terbesar sepak bola Argentina tersebut.

Menurutnya, Messi merupakan pemain luar biasa yang pantas disebut sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa. Namun, Maradona memiliki karakter unik yang membuatnya berbeda.

“Messi adalah pemain luar biasa dan mungkin yang terbaik sepanjang masa. Tetapi Diego adalah sepak bola itu sendiri. Dia punya karisma, kepribadian, dan selalu memikirkan tim. Bagi saya, keduanya tidak bisa dibandingkan,” tegasnya.

Optimistis Argentina Bisa Juara Lagi

Menjelang Piala Dunia 2026, Pasculli menilai Argentina memiliki peluang besar untuk mempertahankan gelar yang mereka raih di Qatar 2022.

Ia melihat kombinasi pemain senior dan talenta muda yang dimiliki skuad asuhan Lionel Scaloni menjadi modal penting untuk kembali bersaing di level tertinggi.

Menurut Pasculli, meskipun persaingan akan sangat ketat, Argentina tetap layak ditempatkan sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi dunia.

“Argentina memiliki keseimbangan yang bagus antara pengalaman dan energi muda. Mereka termasuk salah satu tim yang mampu melangkah hingga akhir turnamen,” ujarnya.

Ia juga mengenang atmosfer luar biasa yang pernah dirasakan di Meksiko pada 1986. Meski saat itu negara tersebut baru saja dilanda gempa bumi besar setahun sebelumnya, semangat masyarakat dan atmosfer sepak bola tetap luar biasa.

Pasculli percaya semangat serupa akan kembali terasa pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. (bbs)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *