Harry Kane Jadi ‘Wonderwall’ Inggris, Harapan Three Lions Akhiri Penantian 60 Tahun Juara Piala Dunia

VIRALSUMSEL.COM – Timnas Inggris terus memburu mimpi yang belum juga terwujud sejak mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 1966. Enam dekade berlalu tanpa gelar membuat setiap langkah Three Lions di Piala Dunia FIFA 2026 dipenuhi harapan besar.

Di tengah perjalanan tersebut, muncul sebuah simbol baru yang menyatukan pemain dan suporter. Bukan hanya lewat permainan di lapangan, tetapi juga melalui lagu legendaris “Wonderwall” milik band Oasis yang kini menjadi anthem tidak resmi skuad Inggris sepanjang turnamen.

Di balik semarak nyanyian ribuan pendukung itu, sosok Harry Kane kembali menjadi pusat perhatian. Ketajamannya di depan gawang membuat banyak pihak menyebut sang kapten sebagai “Wonderwall” bagi Inggris—figur yang diharapkan mampu membawa negaranya mengakhiri penantian panjang selama 60 tahun.

Wonderwall Jadi Simbol Kebangkitan Inggris

Usai kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo pada Babak 32 Besar di Atlanta Stadium, para pemain Inggris kembali menghampiri tribun suporter.

Seperti pada laga-laga sebelumnya, ribuan pendukung kompak menyanyikan lagu Wonderwall bersama para pemain. Tradisi baru tersebut perlahan menjadi salah satu momen paling emosional yang mewarnai perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026.

Harry Kane mengaku momen bernyanyi bersama pendukung menjadi pengalaman yang sangat berkesan selama membela tim nasional.

Menurutnya, hubungan emosional yang tercipta antara pemain dan suporter memberikan energi tambahan bagi seluruh anggota skuad.

Baca Juga :  Hari Ibu, 22 Srikandi Tendang 22 Bola di Pembukaan Sepakbola Putri Musi Rawas

Ia bahkan menyebut kebersamaan itu sebagai salah satu pengalaman terbaik sepanjang kariernya mengenakan seragam Inggris.

“Hubungan dengan para pendukung sangat luar biasa. Kami benar-benar bisa merasakan betapa besar arti perjuangan tim ini bagi mereka,” ungkap Kane dalam podcast resmi Timnas Inggris.

Kane Ajak Rekan Setim Rayakan Bersama Suporter

Usai peluit panjang berbunyi dalam laga melawan RD Kongo, kamera FIFA menangkap momen Kane berbicara kepada seluruh rekan setimnya.

Setelah memberikan apresiasi atas perjuangan tim, kapten Inggris itu mengajak seluruh pemain mendekati tribun suporter untuk merayakan kemenangan bersama.

Bagi Kane, perjuangan berat yang dilalui Inggris justru membuat kemenangan terasa semakin berarti dan layak dirayakan bersama para pendukung.

Bek muda Inggris, Nico O’Reilly, mengungkapkan bahwa tradisi tersebut memberikan semangat luar biasa bagi skuad.

Menurutnya, siapa pun lawan yang dihadapi, merayakan kemenangan bersama suporter selalu menjadi momen spesial yang mampu meningkatkan motivasi tim.

Oasis Turut Bangga Wonderwall Jadi Lagu Timnas

Fenomena Wonderwall juga mendapat perhatian dari personel Oasis sendiri.

Dalam wawancara bersama media Inggris, Noel Gallagher mengaku bangga lagunya menjadi simbol kebersamaan antara Timnas Inggris dan para suporternya.

Ia menyebut Wonderwall kini bukan lagi sekadar lagu milik Oasis, melainkan sudah menjadi milik masyarakat Inggris.

Baca Juga :  Comeback Spektakuler! PS Palembang Bungkam Persipra dengan Skor Meyakinkan!

Sementara sang adik, Liam Gallagher, turut memberikan dukungan kepada skuad Three Lions melalui media sosial setelah kemenangan atas RD Kongo.

Semangat tersebut semakin memperkuat ikatan emosional antara lagu ikonik itu dengan perjuangan Inggris di Piala Dunia.

Harry Kane, Sang Penyelamat Three Lions

Lirik lagu Wonderwall yang berbunyi “Because maybe, you’re gonna be the one that saves me” kini seolah memiliki makna baru bagi publik Inggris.

Kalimat tersebut bahkan digunakan akun resmi Timnas Inggris dalam unggahan foto Harry Kane seusai pertandingan.

Unggahan itu menjadi simbol harapan jutaan pendukung yang percaya Kane mampu membawa Inggris kembali berjaya di panggung dunia.

Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Dua gol yang dicetak Kane ke gawang RD Kongo memastikan Inggris lolos ke Babak 16 Besar sekaligus menambah koleksi golnya menjadi 13 gol di putaran final Piala Dunia, memperkokoh posisinya sebagai pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah turnamen tersebut.

Dengan performa impresif sang kapten dan dukungan luar biasa dari para suporter, mimpi Inggris mengakhiri penantian enam dekade kini terasa semakin nyata.

Apakah Harry Kane benar-benar akan menjadi “Wonderwall” yang membawa sepak bola kembali pulang ke Inggris? Jawabannya akan ditentukan pada laga-laga berikutnya di Piala Dunia FIFA 2026. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *