10 Bintang Afrika yang Mencuri Perhatian di Piala Dunia FIFA 2026

VIRALSUMSEL.COM – Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menghadirkan kejutan dari negara-negara unggulan, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi para pemain terbaik asal Afrika.

Meski belum mampu mengakhiri dominasi negara-negara Eropa maupun Amerika Selatan, wakil-wakil Afrika sukses menghadirkan sederet kisah inspiratif dan penampilan individu yang mengundang decak kagum.

Sepanjang 104 pertandingan yang berlangsung di Amerika Utara, sebanyak 10 negara anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) tampil dengan karakter permainan yang berani, agresif, dan penuh semangat. Dari para pemain muda berbakat hingga sosok veteran yang menolak menyerah, FIFA merangkum sepuluh pemain Afrika yang paling bersinar sepanjang turnamen.

1. Vozinha (Tanjung Verde)

Nama Vozinha menjadi salah satu kisah paling fenomenal di Piala Dunia 2026. Kiper berusia 40 tahun itu tampil luar biasa pada debut bersejarah Tanjung Verde di ajang Piala Dunia saat menghadapi Spanyol.

Deretan penyelamatan spektakulernya membuat juara dunia tersebut frustrasi. Penampilan gemilang itu langsung mengangkat popularitasnya hingga dikenal jutaan pecinta sepak bola dunia.

Tak berhenti di situ, Vozinha kembali menunjukkan kualitas saat menghadapi Uruguay dan Argentina, menjadikannya ikon baru sepak bola Tanjung Verde.

2. Yan Diomande (Pantai Gading)

Penyerang muda berusia 19 tahun milik RB Leipzig ini menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di turnamen.

Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kreativitasnya membuat lini pertahanan lawan kesulitan sepanjang pertandingan. Diomande menjadi motor serangan utama Pantai Gading yang sukses mencatat sejarah lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.

Baca Juga :  Hasil Lengkap Babak 16 Besar Coppa Italia 2025/26: AS Roma Tersingkir, Inter dan Juventus Melaju Mulus

3. Amad Diallo (Pantai Gading)

Amad Diallo kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik Afrika.

Ia mencetak gol kemenangan pada laga pembuka melawan Ekuador sebelum kembali membobol gawang Norwegia lewat penyelesaian yang indah.

Meski Pantai Gading gagal melangkah lebih jauh, kontribusi Diallo tetap menjadi salah satu sorotan utama FIFA.

4. Azzedine Ounahi (Maroko)

Gelandang kreatif Maroko kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain paling konsisten sejak Piala Dunia 2022.

Ounahi menjadi otak permainan Atlas Lions sekaligus memperlihatkan produktivitas yang meningkat setelah mencetak dua gol penting saat mengalahkan Kanada di Babak 16 Besar.

Berkat penampilannya, Maroko kembali menembus perempat final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.

5. Ismael Saibari (Maroko)

Penyerang muda yang kini memperkuat Bayern Munich tampil luar biasa sepanjang fase grup.

Saibari mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut dan menjadi pemain Afrika pertama yang mampu melakukan pencapaian tersebut pada edisi 2026.

Salah satu golnya bahkan tercipta hanya 71 detik setelah pertandingan dimulai saat menghadapi Skotlandia.

6. Ismaila Sarr (Senegal)

Ismaila Sarr menjadi mesin gol utama Senegal.

Winger Crystal Palace tersebut mengoleksi empat gol dari empat pertandingan sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak asal Afrika di Piala Dunia FIFA 2026.

Kecepatan dan keberaniannya menusuk pertahanan lawan menjadi senjata utama Senegal sepanjang turnamen.

7. Pape Gueye (Senegal)

Selain Sarr, Senegal juga memiliki gelandang pekerja keras Pape Gueye.

Pemain Villarreal itu tampil dominan di lini tengah dan mencetak dua gol indah saat menghadapi Irak.

Baca Juga :  Ayah Luis Diaz Ungkap Perjalanan Sang Bintang Kolombia: Tak Pernah Lupa Asal-Usul dan Tetap Rendah Hati

Penampilannya diganjar penghargaan Superior Player of the Match berkat kontribusinya yang sangat besar.

8. Emam Ashour (Mesir)

Meski Mesir gagal melangkah jauh, Emam Ashour tetap mencuri perhatian.

Ia membuka keunggulan Mesir saat menghadapi Belgia dan kembali mencetak gol penting ketika menghadapi Australia di fase gugur.

Performa konsistennya membuat Ashour masuk jajaran pemain terbaik FIFA sepanjang turnamen.

9. Yoane Wissa (Republik Demokratik Kongo)

Setelah pulih dari cedera panjang, Yoane Wissa tampil luar biasa bersama RD Kongo.

Penyerang Newcastle United tersebut mencetak tiga gol sepanjang turnamen, termasuk dua gol spektakuler saat mengalahkan Uzbekistan.

Kontribusinya membawa RD Kongo lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.

10. Ibrahim Maza (Aljazair)

Meski Aljazair gagal memenuhi ekspektasi, Ibrahim Maza tetap menjadi salah satu pemain muda yang paling mencolok.

Gelandang Bayer Leverkusen berusia 20 tahun itu menjadi salah satu dribbler terbaik di turnamen dengan total 14 dribel sukses.

Kemampuannya mengolah bola membuat FIFA memasukkannya ke dalam daftar pemain muda yang layak dipantau menuju Piala Dunia berikutnya.

Afrika Tunjukkan Potensi Besar

Walaupun belum ada negara Afrika yang mampu melangkah hingga semifinal, penampilan para pemain tersebut menunjukkan bahwa kualitas individu pesepak bola Afrika terus berkembang.

Banyak di antara mereka diperkirakan akan menjadi tulang punggung negaranya dalam beberapa tahun ke depan, termasuk saat menghadapi Piala Afrika maupun Piala Dunia FIFA 2030. (fifa/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *