Xavi Hernandez Resmi Tangani Timnas Belanda, Gantikan Ronald Koeman

AMSTERDAM, viralsumsel.com – Legenda Barcelona dan tim nasional Spanyol, Xavi Hernandez, resmi mendapat tantangan baru dalam karier kepelatihannya.

Mantan gelandang tersebut ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda untuk menggantikan Ronald Koeman.

Penunjukan Xavi diumumkan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) melalui laman resminya pada Kamis. Dalam kesepakatan tersebut, Xavi akan menangani Oranje hingga Piala Dunia 2030.

“Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional putra Belanda. Xavi telah menyepakati kontrak hingga Piala Dunia FIFA 2030,” demikian pernyataan KNVB.

Kedatangan Xavi sekaligus menandai kembalinya pria berusia 46 tahun tersebut ke dunia kepelatihan setelah sekitar dua tahun tidak menangani tim. Pekerjaan terakhirnya adalah bersama Barcelona sebelum meninggalkan klub tersebut pada 2024.

Bagi Xavi, kesempatan memimpin Belanda memiliki arti khusus. Ia mengaku bangga dipercaya menangani salah satu negara dengan tradisi sepak bola paling kuat di dunia.

Menurut Xavi, hubungan dirinya dengan sepak bola Belanda sudah terbentuk sejak masih menimba ilmu di akademi Barcelona. Filosofi yang diperkenalkan sejumlah tokoh sepak bola Belanda, terutama Johan Cruyff dan Rinus Michels, disebut memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan dirinya sebagai pemain.

Ia juga menyebut Louis van Gaal dan Frank Rijkaard sebagai sosok yang ikut membentuk perjalanan kariernya. Van Gaal bahkan menjadi pelatih yang memberikan kesempatan kepada Xavi untuk menjalani debut di tim utama Barcelona.

“Saya melihat penunjukan ini sebagai sebuah kehormatan besar. Ada hubungan yang cukup kuat antara perjalanan saya dan sepak bola Belanda,” ujar Xavi setelah resmi ditunjuk.

Ia menilai pengalaman yang diperolehnya dari lingkungan sepak bola Barcelona membuat dirinya cukup dekat dengan filosofi yang berkembang di Belanda.

Pernah Gantikan Koeman di Barcelona

Penunjukan Xavi oleh Belanda memiliki cerita menarik karena ia sebelumnya juga pernah menjadi pengganti Koeman di Barcelona.

Baca Juga :  Bukti Pembinaan Usia Dini Berbuah Prestasi, Tim Basket Binaan PTBA Raih Juara Galaxy Stars Rising Cup 2025

Xavi mengambil alih kursi pelatih Barcelona pada 2021 setelah klub tersebut berpisah dengan Koeman. Di bawah kepemimpinannya, Blaugrana sempat kembali menemukan performa terbaik.

Puncaknya terjadi pada musim 2022/23 ketika Xavi membawa Barcelona menjuarai LaLiga Spanyol. Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian klub selama empat tahun untuk kembali menjadi juara kompetisi kasta tertinggi Spanyol.

Semusim kemudian, Xavi juga mempersembahkan Piala Super Spanyol 2023. Namun, performa Barcelona tidak mampu dipertahankan secara konsisten sehingga perjalanan Xavi di Camp Nou akhirnya berakhir setelah musim 2023/24 tanpa tambahan trofi.

Kini, Xavi kembali menghadapi tantangan baru. Ia harus membangun tim Belanda setelah perjalanan Oranje di Piala Dunia 2026 berakhir mengecewakan.

Belanda tersingkir pada babak 32 besar setelah mengalami kekalahan dari Maroko dalam turnamen yang berlangsung di Amerika Utara tersebut. Hasil itu kemudian diikuti dengan keputusan Koeman meninggalkan jabatannya.

Bawa Filosofi Sepak Bola Menyerang

Xavi mengaku tertarik dengan karakter sepak bola Belanda yang menurutnya memiliki sejumlah kesamaan dengan prinsip permainan yang ingin diterapkannya.

Ia ingin melihat tim nasional Belanda bermain dengan penguasaan bola yang kuat, mengedepankan kreativitas, keberanian menyerang, serta tetap memiliki gairah dalam setiap pertandingan.

“Belanda mempunyai tradisi dan budaya sepak bola yang sangat kuat. Cara bermain yang mengutamakan penguasaan bola, kreativitas dan keberanian menyerang merupakan sesuatu yang dekat dengan filosofi saya,” kata Xavi.

Meski demikian, Xavi menegaskan bahwa gaya bermain tetap harus dibarengi dengan hasil. Menurutnya, kemenangan tetap menjadi tujuan utama setiap pertandingan.

Ia hanya ingin kemenangan tersebut diraih melalui cara bermain yang mampu merepresentasikan identitas sepak bola Belanda sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat.

Dengan pengalaman sebagai pemain dan pelatih di level tertinggi, Xavi diharapkan mampu membawa identitas permainan tersebut ke dalam skuad Oranje.

Baca Juga :  Flash Back : Tutup Transfer Sriwijaya FC Rekrut Pemain Jebolan Serie A

Pengalaman Xavi di Level Internasional

Xavi bukan sosok asing dalam atmosfer sepak bola internasional. Saat masih aktif sebagai pemain, ia merupakan salah satu bagian penting dari generasi emas Spanyol.

Bersama La Roja, Xavi berhasil memenangkan Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010. Sementara bersama Barcelona, ia menjadi bagian dari era kejayaan klub dengan berbagai gelar bergengsi.

Setelah gantung sepatu, Xavi memulai karier sebagai pelatih bersama Al Sadd di Qatar pada 2019. Selama menangani klub tersebut, ia berhasil mempersembahkan tujuh trofi sebelum kembali ke Barcelona pada 2021.

Pengalaman di Barcelona kemudian memperkaya perjalanan kepelatihannya. Xavi berhasil membawa klub keluar dari periode sulit dan mempersembahkan gelar LaLiga serta Piala Super Spanyol.

Setelah meninggalkan Barcelona, Xavi sempat mendapatkan sejumlah tawaran dari klub maupun tim nasional. Namun, ia memilih tidak terburu-buru kembali ke pinggir lapangan dan mengambil waktu untuk beristirahat.

Dalam beberapa bulan terakhir, Xavi memang telah mengungkapkan keinginannya untuk kembali menangani tim nasional. Keputusan menerima tawaran Belanda akhirnya membuka babak baru dalam perjalanan kariernya.

Kini, tantangan Xavi bukan lagi membangun Barcelona atau menangani sebuah klub. Ia harus membentuk tim nasional dengan pemain dari berbagai klub, mengembalikan kepercayaan diri Oranje, serta membawa Belanda bersaing di level tertinggi.

Kontrak hingga Piala Dunia 2030 memberikan waktu cukup panjang bagi Xavi untuk membangun fondasi tim. Tugas pertamanya tentu adalah menemukan keseimbangan antara filosofi permainan yang ingin diterapkan dengan tuntutan hasil di level internasional.

Penunjukan ini juga menjadi kesempatan bagi Xavi untuk membuktikan kemampuannya sebagai pelatih setelah periode terakhirnya bersama Barcelona berakhir tanpa trofi. Bersama Belanda, ia memiliki panggung baru untuk menunjukkan bahwa filosofi sepak bola yang diyakininya dapat diterapkan dan menghasilkan prestasi di level internasional. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *