8 Kecamatan di Sumut Masih Terisolasi, Bantuan Didrop dari Langit

Foto arsip istimewa

 

viralsumsel.com, TAPANULI TENGAH- Delapan kecamatan di Sumatera Utara masih benar-benar terputus dari dunia luar setelah banjir dan longsor meluluhlantakkan akses utama. Namun BNPB memastikan seluruh warga yang terjebak dalam isolasi tetap dalam kondisi sehat.

“Semua dalam keadaan sehat-sehat saja,” ujar Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen Budi Irawan.

Budi menjelaskan, sejak hari pertama isolasi, bantuan terus dikirim secara bertahap menggunakan helikopter. Jalur udara menjadi opsi paling masuk akal mengingat akses darat masih ambruk di banyak titik. Sementara perbaikan jalan berlangsung, tim darat juga ikut bergerak dengan cara berjalan kaki sambil menggendong ransel penuh makanan.

“Mereka sambil mencari titik pendaratan. Kalau titiknya ada, heli bisa turun. Kalau tidak ada, kita pakai fast dropping bantuan diturunkan pakai tali,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Medan Terima Bantuan 30 Ton Beras dari UEA untuk Korban Banjir

Ia menegaskan tidak ada evakuasi udara untuk warga. “Nggak ada yang dievakuasi pakai helikopter. Lokasinya bukan zona merah, hanya jalur masuknya yang putus,” tambah Budi.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen Suharyanto sebelumnya melaporkan dua kabupaten di Sumut masih terisolasi yaitu Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara (Taput). Total delapan kecamatan, satu di Humbang Hasundutan dan tujuh di Taput, masih belum bisa ditembus.

“Logistik semuanya sudah didistribusikan lewat udara,” kata Suharyanto dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12) malam.

Hingga kini, Taput hanya bisa diakses dari satu arah, lewat Tapanuli Tengah melalui Sibolga. Jalur lain masih tertutup material longsor. (mel)

Baca Juga :  Tingkatkan Kolaborasi Operasional dan Pendapatan, Jasa Raharja dan PT Jasaraharja Putera Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *