Al Ahli Tunjuk Marino Pusic sebagai Pelatih Baru, Siap Hadapi Tantangan Piala Interkontinental FIFA

JEDDAH, Viralsumsel.com – Klub raksasa Arab Saudi, Al Ahli, bergerak cepat mencari pengganti Matthias Jaissle yang meninggalkan kursi pelatih kepala. Tidak lama setelah kepergian sang pelatih asal Jerman tersebut, Al Ahli resmi menunjuk Marino Pusic sebagai juru taktik baru untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027.

Pergantian pelatih tersebut terjadi pada hari yang sama ketika Jaissle diumumkan sebagai pelatih baru klub Liga Primer Inggris, Newcastle United. Sementara Al Ahli langsung memperkenalkan Pusic sebagai sosok yang dipercaya membawa tim menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk ajang Piala Interkontinental FIFA.

Keputusan tersebut menjadi langkah cepat manajemen Al Ahli mengingat kompetisi domestik Arab Saudi akan segera dimulai. Dengan hanya tersisa sekitar satu pekan sebelum bergulirnya Liga Pro Arab Saudi, Pusic dituntut mampu beradaptasi dengan cepat bersama skuad barunya.

Tidak hanya itu, pelatih berusia 54 tahun tersebut juga harus segera mempersiapkan tim menghadapi agenda penting lainnya, yakni mempertahankan gelar Liga Champions Elite AFC yang akan berlangsung dalam waktu kurang dari dua bulan ke depan.

Baca Juga :  Percepat Penanganan Karhutla Pj Gubernur Sumsel Pastikan TMC Diperpanjang, Tiga Unit Eskavator untuk Bangun Sekat dan Kanal

Pusic Datang dengan Rekam Jejak Prestasi

Marino Pusic bukan nama asing di dunia kepelatihan Eropa. Pelatih berdarah Belanda-Kroasia tersebut memiliki pengalaman panjang dan pernah meraih sejumlah gelar domestik di Belanda maupun Ukraina.

Sebelum menerima tantangan bersama Al Ahli, pekerjaan terakhir Pusic adalah menangani klub Uni Emirat Arab, Al Jazira.

Kariernya yang sarat pengalaman menjadi salah satu pertimbangan utama manajemen Al Ahli dalam menentukan pilihan. Klub asal Jeddah tersebut menilai karakter permainan Pusic sesuai dengan filosofi sepak bola yang ingin mereka bangun.

Dalam pernyataan resminya, Al Ahli menyebut gaya bermain menyerang, intensitas tinggi, serta fleksibilitas taktik yang dimiliki Pusic sejalan dengan identitas tim.

“Filosofi sepak bola Pusic yang mengedepankan permainan menyerang, intensitas tinggi, dan fleksibilitas taktik selaras dengan identitas serta ambisi yang telah dibangun Al Ahli dalam beberapa musim terakhir, sekaligus sesuai dengan kualitas dan karakter skuad klub,” demikian pernyataan klub.

Perubahan Besar di Tubuh Al Ahli

Baca Juga :  Klasemen Liga Inggris: Liverpool Perkasa di Puncak, City Unggul di Derby, MU Terpuruk

Kedatangan Marino Pusic juga bertepatan dengan perubahan besar yang dilakukan Al Ahli dalam komposisi skuad.

Beberapa pemain berpengalaman dipastikan meninggalkan klub menjelang musim baru. Dua nama besar, Riyad Mahrez dan Franck Kessie, menjadi bagian dari daftar pemain yang tidak lagi memperkuat Al Ahli.

Sebagai langkah regenerasi dan penyegaran kekuatan tim, Al Ahli juga mulai mendatangkan pemain baru. Salah satu rekrutan utama mereka adalah gelandang serang asal Portugal, Francisco Trincao, yang diharapkan mampu memberikan kreativitas tambahan di lini tengah.

Dengan kombinasi pelatih baru dan perubahan skuad, Al Ahli memiliki ambisi besar untuk tetap bersaing di level tertinggi sepak bola Asia maupun internasional.

Namun, tantangan berat sudah menanti Marino Pusic. Ia harus segera menemukan formula terbaik agar tim mampu tampil konsisten di tengah padatnya jadwal kompetisi.

Musim 2026/2027 akan menjadi ujian penting bagi Pusic untuk membuktikan kemampuannya membawa Al Ahli mempertahankan status sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Arab Saudi. (fifa/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *