PALEMBANG, Viralsumsel.com – Kreativitas anak muda Palembang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kelompok Ankubas (Anak-Anak Kreatif untuk Bangsa), binaan Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) III Plaju, berhasil meraih Penghargaan Kalpataru Tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2025 untuk kategori Kelompok Penyelamat Lingkungan.
Kelompok anak muda yang berlokasi di Jalan Kapten Robani Kadir Lorong Karang Luhur RT 27 RW 07, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang, ini terbentuk sejak tahun 2020. Awalnya, mereka merupakan bagian dari karang taruna setempat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama masalah pencemaran sungai akibat tumbuhan eceng gondok yang tumbuh tak terkendali.
Melalui pendampingan CSR PT KPI RU III Plaju sejak 2021, kelompok ini mulai diberdayakan menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang produk ramah lingkungan. Awalnya, anggota yang mencapai 50 orang ini mencoba membuat kerajinan dan briket dari eceng gondok, namun belum efektif dari segi teknis maupun pemasaran.
Hingga akhirnya pada tahun 2023, mereka menemukan inovasi baru: pengharum mobil berbahan dasar eceng gondok. Sejak saat itu, nama kelompok diubah menjadi Ankubas. Dukungan terus mengalir dari PT KPI RU III Plaju, salah satunya melalui bantuan mesin pencacah eceng gondok.

Untuk alat lain seperti blender, alat pres, dan pengayak, kami buat sendiri agar lebih hemat biaya,” ungkap Rekso Triono, Ketua Kelompok Ankubas, Jumat (31/10/2025).
Kini, 15 anggota aktif Ankubas yang seluruhnya merupakan anak muda, memproduksi pengharum mobil ramah lingkungan dengan enam varian aroma — strawberry, kopi, lavender, berry, vanilla, dan lemon. Produksi dilakukan secara mandiri di posko mereka dengan energi surya berkapasitas 6.600 watt dan baterai 20.000 watt sebagai sumber daya utama.
Dalam proses produksinya, 10 kilogram eceng gondok basah setelah dijemur dan dicacah menjadi sekitar 1 kilogram bahan kering, yang kemudian diolah hingga menghasilkan 90 blok pengharum mobil. Sejak peluncuran resmi pada Agustus 2024 hingga Agustus 2025, total produksi telah mencapai lebih dari 10.000 unit dengan harga jual sekitar Rp22.000 per buah.
“Alhamdulillah, kerja keras kami berbuah hasil. Produk kami diterima pasar, dan kini mendapat penghargaan Kalpataru sebagai bukti nyata bahwa karya anak muda bisa berdampak positif bagi lingkungan,” tutur Rekso dengan bangga.
Sementara itu, Perliansyah, Officer II Comrel & Compliance PT KPI RU III Plaju, menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi kelompok Ankubas dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

“Ankubas adalah contoh nyata keberhasilan program CSR kami dalam memberdayakan masyarakat dan menyelamatkan lingkungan. Mereka berhasil mengubah tantangan menjadi peluang,” ujarnya.
Penghargaan Kalpataru 2025 akan diserahkan secara resmi pada November mendatang, sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap kelompok yang berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bahwa kepedulian lingkungan, jika dikemas dengan kreativitas dan inovasi, dapat menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat. (ata)






