JAKARTA, viralsumsel.com – Persaingan industri smartphone global memasuki babak baru setelah Apple resmi terjun ke pasar perangkat layar lipat melalui iPhone Duo.
Kehadiran perangkat tersebut membuat persaingan dengan Samsung semakin menarik, mengingat perusahaan asal Korea Selatan itu telah lebih dahulu membangun bisnis foldable selama bertahun-tahun.
Momentum masuknya Apple ke segmen smartphone lipat juga terjadi ketika Samsung mulai melihat peningkatan minat pengguna iPhone terhadap perangkat Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8.
Bagi industri teknologi, kondisi tersebut menjadi perkembangan penting. Sementara bagi investor, persaingan Apple dan Samsung di pasar foldable dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi prospek penjualan, pendapatan, hingga sentimen terhadap saham kedua perusahaan.
Pengguna iPhone Mulai Melirik Foldable Samsung
Samsung mengungkapkan adanya peningkatan perpindahan pengguna iOS ke perangkat foldable Galaxy. Tingkat perpindahan pengguna iPhone menuju seri Galaxy Z Fold8 disebut mencapai 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan tingkat perpindahan yang tercatat pada generasi Fold7 dan Flip7 pada tahun sebelumnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa smartphone layar lipat Samsung mulai memiliki daya tarik lebih besar bagi konsumen yang sebelumnya menggunakan perangkat Apple.
Di Amerika Serikat, sekitar 30 persen pembeli Galaxy Z Flip8 disebut berasal dari pengguna perangkat merek lain. Sebagian besar dari kelompok tersebut bahkan merupakan konsumen yang baru pertama kali menggunakan smartphone foldable.
Samsung juga berupaya mengurangi hambatan bagi pengguna iPhone yang ingin berpindah ekosistem. Melalui pembaruan fitur Smart Switch, proses transfer data dari iPhone ke Galaxy dapat dilakukan menggunakan pemindaian kode QR tanpa harus memasang aplikasi tambahan.
Strategi tersebut menjadi penting karena perpindahan ekosistem bukan sekadar persoalan membeli perangkat baru. Data, kontak, foto, aplikasi, serta kebiasaan penggunaan menjadi sejumlah faktor yang dapat membuat konsumen berpikir ulang sebelum berganti merek.
Samsung Lebih Berpengalaman di Pasar Foldable
Samsung memiliki keunggulan dari sisi pengalaman. Perusahaan tersebut mulai memasuki pasar smartphone layar lipat pada 2019 melalui Galaxy Fold.
Dengan demikian, Samsung telah memiliki pengalaman sekitar tujuh tahun dalam mengembangkan perangkat foldable. Rentang waktu tersebut memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menyempurnakan desain, mekanisme engsel, perangkat lunak hingga pengalaman penggunaan layar lipat.
Apple kini harus menghadapi tantangan untuk mengejar pengalaman yang telah dibangun Samsung.
Namun, kehadiran Apple juga berpotensi memberikan dampak berbeda bagi industri. Basis pengguna iPhone yang sangat besar dapat memperluas pasar foldable secara keseluruhan apabila sebagian konsumen Apple memilih melakukan upgrade ke perangkat layar lipat.
Data Counterpoint Research yang dikutip dalam materi tersebut memproyeksikan Samsung tetap menjadi pemimpin pasar foldable pada 2026 dengan pangsa sekitar 32 persen.
Sementara itu, Apple diperkirakan mampu langsung mengambil sekitar 25 persen pangsa pasar setelah memasuki segmen tersebut. Huawei juga masih menjadi salah satu pemain penting, terutama di pasar China.
iPhone Duo Jadi Senjata Baru Apple
Setelah bertahun-tahun menjadi bahan rumor, Apple akhirnya memperkenalkan perangkat foldable pertamanya yang diberi nama iPhone Duo pada acara 9 September 2026.
Perangkat tersebut hadir dengan harga mulai US$1.999 untuk kapasitas penyimpanan 256 GB. Sementara varian tertinggi dengan kapasitas 2 TB dibanderol hingga US$3.199.
iPhone Duo membawa layar internal berukuran sekitar 7,6 inci dan layar eksternal 5,4 inci. Apple juga menggunakan material titanium pada bodinya sehingga perangkat tersebut ditempatkan sebagai produk premium.
Harga yang tinggi membuat iPhone Duo menjadi salah satu perangkat paling mahal dalam jajaran produk Apple.
Untuk pasar Amerika Serikat dan lebih dari 70 negara lainnya, pre-order dijadwalkan dimulai pada 16 Oktober. Penjualan perdana kemudian berlangsung pada 23 Oktober.
Peluncuran iPhone Duo juga menjadi momentum penting bagi CEO baru Apple, John Ternus, yang disebut mulai menggantikan Tim Cook pada 1 September 2026.
Karena itu, iPhone Duo tidak hanya menjadi produk baru bagi Apple. Perangkat tersebut juga menjadi salah satu ujian awal terhadap arah perusahaan di bawah kepemimpinan baru.
Saham Apple Sempat Tertekan Setelah Peluncuran
Antusiasme terhadap produk baru Apple tidak serta-merta membuat saham perusahaan bergerak positif.
Saham Apple ditutup di kisaran US$315,34 atau turun sekitar 0,28 persen setelah acara peluncuran. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi pasar terhadap sebuah produk tidak selalu langsung tercermin dalam kenaikan harga saham.
Pola seperti itu juga pernah terjadi dalam sejumlah peluncuran produk Apple sebelumnya.
Analis Bank of America Wamsi Mohan mencatat saham Apple pernah mengalami penurunan pada hari setelah peluncuran produk dalam 10 dari 24 acara sebelumnya.
Kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan fenomena “sell the news”, ketika investor yang sebelumnya membeli saham berdasarkan ekspektasi positif memilih merealisasikan keuntungan setelah katalis yang ditunggu benar-benar terjadi.
Meski demikian, penurunan setelah peluncuran tidak selalu berarti tren negatif dalam jangka panjang. Data yang dikutip Yahoo Finance menunjukkan pergerakan saham Apple dalam pola serupa dalam beberapa kasus dapat berbalik dalam rentang sekitar 30 hingga 60 hari.
Apple vs Samsung di Pasar Foldable
Persaingan Apple dan Samsung di pasar smartphone layar lipat akan menjadi salah satu perkembangan menarik sepanjang 2026.
Samsung memiliki keuntungan sebagai pemain yang lebih dahulu memasuki pasar. Perusahaan tersebut telah mengembangkan teknologi foldable selama bertahun-tahun dan memiliki portofolio perangkat yang lebih matang.
Di sisi lain, Apple memiliki modal yang tidak kalah besar. Ekosistem iPhone yang kuat serta jumlah pengguna yang besar dapat menjadi basis konsumen potensial bagi iPhone Duo.
Jika Apple berhasil membuat pengguna iPhone tertarik melakukan upgrade ke perangkat foldable, iPhone Duo berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan.
Sebaliknya, Samsung memiliki peluang mempertahankan dominasinya apabila pengguna iPhone yang tertarik dengan teknologi layar lipat lebih memilih perangkat Galaxy karena pengalaman foldable, pilihan perangkat, harga, maupun fleksibilitas sistem operasi Android.
Persaingan tersebut pada akhirnya bukan hanya menentukan siapa yang menjual lebih banyak smartphone foldable. Hasilnya juga dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan kedua perusahaan dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru ketika pasar smartphone semakin kompetitif.
Bagi investor, perkembangan penjualan iPhone Duo, respons konsumen, serta kemampuan Samsung mempertahankan pengguna yang mulai beralih dari iPhone menjadi sejumlah indikator penting untuk dipantau.
Pantau Saham AS dan Aset Investasi di Nanovest
Perkembangan saham Amerika Serikat, aset kripto dan emas digital kini dapat dipantau melalui aplikasi Nanovest.
Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia untuk mengakses berbagai aset dalam satu platform.
Dalam materi promosinya, Nanovest juga menyebut adanya perlindungan terhadap risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas.
Nanovest disebut berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aplikasi tersebut tersedia melalui Play Store dan App Store sehingga pengguna dapat mengakses berbagai pilihan aset investasi.
Persaingan Apple dan Samsung di pasar foldable pada akhirnya akan menjadi lebih dari sekadar pertarungan teknologi layar lipat. Perkembangan tersebut juga memperlihatkan bagaimana dua perusahaan teknologi terbesar dunia berusaha mencari sumber pertumbuhan baru.
Bagi Apple, iPhone Duo menjadi taruhan penting untuk memasuki segmen yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Samsung. Sementara bagi Samsung, meningkatnya minat pengguna iPhone terhadap perangkat Galaxy menjadi momentum untuk mempertahankan posisi sebelum Apple benar-benar memperluas penetrasinya.
Perkembangan respons konsumen terhadap iPhone Duo dan strategi Samsung mempertahankan pasar foldable akan menjadi cerita menarik untuk diperhatikan sepanjang 2026. (bbs/ion)






