OKI, viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memberikan apresiasi kepada personel Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terus berjuang memadamkan api di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan petugas di tengah upaya pengendalian kebakaran yang membutuhkan tenaga dan kewaspadaan tinggi.
Apresiasi tersebut disampaikan Herman Deru saat memimpin apel pagi Satgas Penanggulangan Karhutla di Desa Jungkal 2, Kecamatan Pampangan, OKI, Senin (12/10/2026). Dalam kegiatan itu, ia didampingi Bupati OKI Muchendi Mahzareki serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sebelum memimpin apel, Herman Deru bersama Muchendi diketahui bermalam di posko Satgas Karhutla pada Minggu (11/10/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung situasi penanganan kebakaran, terutama di kawasan yang masih menghadapi banyak titik api dan membutuhkan aktivitas pemadaman secara intensif.
Dengan berada langsung di lokasi, Herman Deru dapat memantau kondisi lapangan sekaligus melihat upaya yang dilakukan personel dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.
Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan penghargaan atas dedikasi, etos kerja, dan keikhlasan para petugas yang berjibaku memadamkan api sejak hari sebelumnya. Ia menilai upaya tersebut membutuhkan komitmen kuat karena personel harus menghadapi kondisi lapangan yang tidak mudah.
Herman Deru bersama Bupati OKI dan Forkopimda juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Saya melihat langsung bagaimana semangat dan kerja keras kalian di lapangan, termasuk hasil yang telah dicapai hingga pagi ini. Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian yang diberikan,” ujar Herman Deru.
Penanganan Karhutla Bukan Sekadar Tugas
Herman Deru mengingatkan para personel agar tetap menjaga semangat dan keikhlasan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, upaya pemadaman karhutla tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab pekerjaan, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan.
Dampak kebakaran hutan dan lahan dapat dirasakan secara luas, terutama akibat pencemaran udara yang berpotensi mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat. Kebakaran juga dapat memengaruhi keberlangsungan mata pencaharian warga yang bergantung pada lingkungan dan lahan di sekitarnya.
Karena itu, ia meminta seluruh personel memahami pentingnya tugas yang sedang dijalankan. Semangat pengabdian tersebut harus tetap diiringi dengan perencanaan yang baik, koordinasi yang kuat, dan tindakan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Gubernur juga menekankan perlunya pemanfaatan pemetaan wilayah, informasi, serta teknologi untuk mendukung penanganan karhutla. Menurutnya, data yang akurat dapat membantu petugas menentukan lokasi prioritas dan memilih metode pemadaman yang lebih efektif.
Koordinasi pun harus berjalan secara terpadu, mulai dari tingkat desa hingga pemerintah pusat. Dengan komunikasi dan pembagian tugas yang jelas, upaya pengendalian kebakaran diharapkan dapat berlangsung lebih terarah dan tidak menimbulkan pekerjaan yang sia-sia.
Selain melibatkan unsur pemerintah dan petugas pemadam, Herman Deru meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak meningkatkan kontribusinya dalam penanganan karhutla.
Keterlibatan perusahaan, menurutnya, perlu mencakup seluruh tahapan, mulai dari pencegahan dan pemadaman hingga rehabilitasi kawasan setelah kebakaran. Kerja sama lintas sektor dinilai penting agar penanganan tidak berhenti pada pemadaman api, tetapi juga mendukung pemulihan wilayah terdampak.
Keselamatan Personel Harus Menjadi Prioritas
Di tengah apresiasinya terhadap perjuangan para petugas, Herman Deru memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan personel yang bertugas di garis depan.
Ia menyebut para petugas sebagai pejuang yang memiliki peran penting dalam melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran. Namun, besarnya tanggung jawab tersebut tidak boleh membuat aspek keselamatan diabaikan.
“Kalian adalah para pejuang pemadam api yang saya hormati. Saya memahami besarnya pengorbanan yang dilakukan. Meski demikian, keselamatan setiap personel harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Herman Deru secara khusus meminta pimpinan lapangan dan ketua regu meningkatkan pengawasan terhadap penerapan standar keselamatan atau safety selama operasi berlangsung.
Ketersediaan perlengkapan pelindung harus dipastikan sebelum personel diterjunkan ke lokasi pemadaman. Peralatan seperti sepatu pelindung dan pelindung kepala juga harus digunakan dengan benar untuk mengurangi risiko saat menghadapi kondisi lapangan yang berbahaya.
Selain perlengkapan keselamatan, kondisi fisik dan kebutuhan konsumsi petugas juga perlu mendapat perhatian. Kesiapan personel tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan peralatan, tetapi juga kondisi tubuh yang memadai untuk menjalankan tugas.
Ia mengingatkan agar pengabdian para petugas tidak sampai menimbulkan risiko yang sebenarnya dapat dicegah melalui pengawasan dan pemenuhan kebutuhan dasar selama bertugas.
Susun Strategi untuk Padamkan Sisa Titik Api
Menutup arahannya, Herman Deru meminta seluruh tim tetap fokus menangani titik api yang masih tersisa. Setiap langkah pemadaman perlu didasarkan pada strategi dan teknik yang sesuai dengan kondisi wilayah serta tingkat kesulitan di lapangan.
Menurutnya, penentuan metode penanganan yang tepat harus didukung informasi terkini, koordinasi antarpersonel, dan pembagian tugas yang jelas. Dengan begitu, sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Gubernur juga mengingatkan agar seluruh personel terus menjaga kekompakan dan semangat kerja. Meski menghadapi tantangan dalam proses pemadaman, setiap tindakan harus tetap memperhitungkan keselamatan petugas dan efektivitas penanganan.
“Teruslah bekerja dan berbuat. Susun strategi, tentukan langkah serta teknik yang sesuai untuk menangani api yang masih tersisa. Jangan lupa, keselamatan harus selalu diutamakan,” pungkas Herman Deru.
Kehadiran Gubernur Sumsel dan Bupati OKI di posko karhutla tersebut menjadi bagian dari pemantauan langsung terhadap upaya pengendalian kebakaran di wilayah Pampangan. Selain memberikan dukungan moral kepada personel, arahan tersebut menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, dan penerapan standar keselamatan dalam menghadapi karhutla di Sumatera Selatan. (bbs/ion)











