SEKAYU, viralsumsel.com – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus diperkuat.
Pemerintah Kabupaten Muba bersama TNI, masyarakat dan perusahaan berupaya membangun langkah pencegahan yang lebih terukur, terutama menghadapi potensi kebakaran di kawasan rawan.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan ketika Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH menerima Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan yang dipimpin Brigjen TNI (Mar) Asril Ijk Tanjung di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (14/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk bertukar informasi sekaligus mengevaluasi berbagai langkah yang telah dilakukan di lapangan. Mulai dari edukasi masyarakat, kesiapsiagaan personel, pemantauan wilayah rawan hingga percepatan penanganan apabila titik api ditemukan.
Tim Penyuluh Sudah Tiga Pekan Berada di Muba
Brigjen TNI (Mar) Asril Ijk Tanjung menjelaskan, keberadaan Tim Penyuluh Karhutla merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, aparatur pemerintahan dan perusahaan mengenai pentingnya mencegah kebakaran sejak dini.
Menurut Asril, tim penyuluh ditempatkan di sejumlah daerah di Riau, Kalimantan dan Sumatera Selatan. Khusus wilayah Sumatera Selatan, tim berada di bawah kendali Pangdam II Sriwijaya dan tersebar pada 10 Kodim.
Untuk Kabupaten Muba, terdapat delapan personel yang menjalankan tugas selama 30 hari. Saat bertemu dengan Bupati Toha, masa tugas tim tersebut telah memasuki pekan ketiga.
Selama berada di Muba, tim telah turun langsung ke sejumlah wilayah dan berinteraksi dengan masyarakat. Sosialisasi juga dilakukan kepada perusahaan yang memiliki aktivitas maupun lahan di wilayah Kabupaten Muba.
Kesadaran Masyarakat Mulai Tumbuh
Dari hasil pemantauan selama menjalankan tugas, Asril melihat adanya perkembangan positif dalam kesadaran masyarakat terhadap pencegahan karhutla.
Salah satu bentuknya terlihat dari munculnya kelompok masyarakat atau petani peduli api. Kelompok tersebut dinilai memiliki peran penting karena masyarakat dapat bergotong royong melakukan upaya awal ketika terjadi kebakaran.
Meski demikian, Asril menilai upaya pencegahan tetap harus diperkuat. Sejumlah kebiasaan yang berpotensi memicu kebakaran masih menjadi perhatian, seperti membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah serta membuang puntung rokok sembarangan.
Persoalan lain yang juga dihadapi petugas adalah kondisi geografis di lapangan. Akses jalan yang terbatas serta sulitnya menemukan sumber air dapat memperlambat proses penanganan ketika kebakaran terjadi.
Karena itu, menurut Asril, aspek penegakan hukum juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan, terutama terhadap kebakaran yang terbukti dilakukan secara sengaja.
Drone hingga Kesiapan Peralatan Jadi Perhatian
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, Asril juga mendorong penguatan sistem pencegahan melalui pemanfaatan teknologi.
Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah drone untuk melakukan pemantauan terhadap kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pengawasan dinilai semakin penting terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik tersendiri dalam penanganan kebakaran.
Menurutnya, kesiapan peralatan dan akses menuju lokasi juga harus menjadi bahan evaluasi bersama. Ketika titik api ditemukan, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
Asril juga mengingatkan pemilik lahan agar memiliki tanggung jawab terhadap kondisi kebunnya masing-masing. Perusahaan pun diharapkan tidak hanya bergerak ketika kebakaran berada di dalam wilayah operasional, tetapi ikut memberikan respons apabila kebakaran terjadi di kawasan sekitarnya.
Bupati Toha: Pemkab Siapkan Solusi untuk Masyarakat
Sementara itu, Bupati Muba H M Toha Tohet menyambut positif kedatangan Tim Penyuluh Karhutla. Ia menilai edukasi langsung kepada masyarakat dan perusahaan sangat penting untuk memperkuat pemahaman mengenai bahaya serta dampak karhutla.
Toha menyampaikan apresiasi kepada tim yang telah turun ke lapangan dan memberikan masukan kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, Pemkab Muba juga telah menyiapkan kebijakan untuk mendorong masyarakat membuka lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.
Salah satunya melalui Peraturan Bupati (Perbup) yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan tersebut juga dibarengi dengan pemberian solusi agar masyarakat tetap dapat melakukan aktivitas pembukaan lahan.
Pemkab Muba memberikan diskon 50 persen untuk sewa alat berat yang dapat digunakan masyarakat dalam proses pembukaan lahan tanpa harus melakukan pembakaran.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan karhutla di wilayah Muba.
Sinergi Jadi Kunci Pencegahan Karhutla
Toha menegaskan, persoalan karhutla tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, TNI-Polri, masyarakat, perusahaan dan berbagai unsur terkait.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0401 Muba dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pencegahan maupun penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Toha, sinergi yang telah berjalan harus terus dipertahankan. Koordinasi dan kesiapsiagaan juga perlu diperkuat agar apabila muncul titik api, penanganannya dapat dilakukan secepat mungkin.
Pertemuan bersama Tim Penyuluh Karhutla tersebut berlangsung dalam suasana akrab. Sejumlah persoalan dibahas, mulai dari edukasi masyarakat, kesiapan menghadapi potensi kebakaran, pengawasan wilayah rawan, hingga strategi penanganan karhutla ke depan.
Pemkab Muba berharap kolaborasi seluruh pihak semakin solid sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan dan kejadian serupa tidak kembali meluas di wilayah Musi Banyuasin. (dev/ion)






