SAMARINDA, viralsumsel.com – Borneo FC Samarinda bersiap menghadapi musim 2026/27 dengan agenda yang jauh lebih padat. Pesut Etam dijadwalkan tampil di empat kompetisi sekaligus, yakni BRI Super League 2026/27, League Cup, ASEAN Club Championship, dan AFC Challenge League.
Padatnya kalender pertandingan menjadi tantangan tersendiri bagi Borneo FC. Selain harus mempertahankan performa di kompetisi domestik, klub asal Samarinda tersebut juga bakal menjalani persaingan di level regional dan Asia.
Meski menghadapi empat kompetisi dengan karakter dan jadwal yang berbeda, Borneo FC memastikan tidak akan mengorbankan salah satu ajang. Manajemen klub menegaskan seluruh pertandingan akan dipandang sama pentingnya dan dijalani dengan target memberikan hasil terbaik.
Presiden Klub Borneo FC, Nabil Husein, menyatakan pihaknya tidak memiliki rencana untuk menentukan kompetisi mana yang menjadi prioritas utama dan mana yang sekadar pelengkap.
Borneo FC Tak Pilih Kompetisi
Menurut Nabil, banyaknya kompetisi yang harus dijalani justru menjadi kesempatan bagi Borneo FC untuk menunjukkan kualitas tim.
“Tidak ada istilah kami memilih kompetisi mana yang mau kami ikuti. Semua kompetisi akan kami jalani dengan serius. Kami ingin memberikan yang terbaik di setiap pertandingan dan di setiap kompetisi yang kami ikuti,” ujar Nabil Husein.
Pernyataan tersebut menunjukkan ambisi Pesut Etam untuk tampil kompetitif sepanjang musim. Borneo FC tidak ingin fokus hanya pada kompetisi domestik, tetapi juga berusaha maksimal ketika mendapat kesempatan tampil di pentas internasional.
Bagi klub dan masyarakat Samarinda, pertandingan di level Asia memiliki makna khusus. Borneo FC bukan hanya membawa identitas klub ketika bertanding di luar Indonesia, tetapi juga membawa nama daerah dan Indonesia.
“Membawa nama Indonesia adalah sebuah kebanggaan bagi Borneo FC dan juga Kota Samarinda. Ini bukan hanya tentang klub, tetapi bagaimana kami membawa nama daerah dan Indonesia di level Asia,” imbuhnya.
Target Borneo FC di Kompetisi Asia
Borneo FC juga tidak melihat partisipasi di kompetisi internasional hanya sebagai pengalaman tambahan. Manajemen ingin kesempatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas tim sekaligus mengukur kemampuan Pesut Etam ketika menghadapi lawan dari negara lain.
Persaingan di level regional dan Asia diyakini akan memberikan tantangan berbeda dibandingkan pertandingan domestik. Karena itu, Borneo FC ingin memanfaatkan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses perkembangan klub.
Pesut Etam pun tidak ingin sekadar hadir sebagai peserta. Mereka memiliki target untuk melangkah sejauh mungkin dan mencatatkan prestasi.
“Kami akan berjuang untuk melangkah jauh dan berprestasi. Kami tahu persaingannya akan berat, tetapi itu justru menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik,” kata Nabil.
Kedalaman Skuad Jadi Perhatian
Ambisi tampil di empat kompetisi tentu membutuhkan persiapan matang. Salah satu persoalan yang harus diperhitungkan adalah kondisi fisik pemain karena jadwal pertandingan berpotensi berlangsung rapat.
Rotasi menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran sekaligus mempertahankan performa tim. Apalagi, pertandingan kompetisi domestik dan internasional bisa saja berlangsung dalam periode yang berdekatan.
Karena itu, kedalaman skuad menjadi salah satu kebutuhan Borneo FC menghadapi musim 2026/27. Tim pelatih membutuhkan banyak opsi agar bisa menyesuaikan komposisi pemain berdasarkan jadwal dan kondisi pertandingan.
Salah satu upaya yang telah dilakukan manajemen adalah mendatangkan Van Basty dari Persija. Pemain tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan kekuatan sekaligus memperluas pilihan bagi tim pelatih.
Namun, perekrutan pemain belum berhenti. Nabil Husein memastikan Borneo FC masih akan mendatangkan tambahan amunisi.
“Penambahan pemain tak hanya berhenti sampai di Van Basty, Borneo FC akan mendatangkan pemain lagi dan ini bukti keseriusan kita,” pungkas Nabil Husein.
Dengan persiapan tersebut, Borneo FC Samarinda bertekad menghadapi musim 2026/27 dengan skuad yang lebih siap. Empat kompetisi yang menanti bukan hanya menjadi tantangan dari sisi fisik dan jadwal, tetapi juga kesempatan bagi Pesut Etam untuk meningkatkan reputasi klub di tingkat nasional, regional, hingga Asia. (bbs/ion)






