BEKASI, viralsumsel.com — Sriwijaya FC U19 harus menelan kekalahan pahit dalam lanjutan pekan ketujuh Elite Pro Academy U19 Grup D.
Sempat tampil dominan dan unggul dua gol lebih dulu, Laskar Wong Kito Muda justru tumbang 2-3 dari Deltras FC U19 dalam laga yang berlangsung di Lapangan 2 Akademi Sepak Bola Garudayaksa, Kamis (23/4/2026).
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Sriwijaya FC U19, yang harus mengubur ambisi melaju ke babak delapan besar. Dengan koleksi hanya empat poin, mereka dipastikan finis di papan bawah klasemen dan tak lagi memiliki peluang untuk bersaing di fase gugur.
Sejak peluit awal dibunyikan, Sriwijaya FC U19 tampil agresif dan percaya diri. Mereka mampu mengontrol jalannya pertandingan dan memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan. Hasilnya terlihat dalam 20 menit pertama, ketika Yohanes Kristian Tambunan membuka keunggulan pada menit ke-16, disusul gol Lionel Ramadhan Ali empat menit berselang. Keunggulan 2-0 membuat tim asal Sumatera Selatan ini berada di atas angin.
Namun, situasi berubah drastis setelah turun minum. Deltras FC U19 mulai meningkatkan intensitas serangan dan perlahan mengambil alih kendali permainan. Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-63 melalui gol Muchammad Bayu yang memperkecil ketertinggalan.
Momentum pertandingan semakin berpihak kepada Deltras setelah mereka mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-81. Faizal Rahmad yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan menyamakan skor menjadi 2-2.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, petaka datang bagi Sriwijaya FC U19. Pada menit ke-90, Muhammad Yazid mencetak gol penentu kemenangan bagi Deltras FC U19, sekaligus membalikkan keadaan menjadi 3-2. Gol di penghujung laga tersebut menjadi penutup dramatis sekaligus menyakitkan bagi Laskar Wong Kito Muda.
Pelatih Sriwijaya FC U19, Bblitz Tarigan, mengungkapkan kekecewaannya usai pertandingan. Ia menilai timnya gagal menjaga konsistensi permainan, terutama dalam aspek konsentrasi di babak kedua.
Menurutnya, para pemain sempat menjalankan strategi dengan baik di awal pertandingan, namun kehilangan fokus saat pertandingan memasuki fase krusial. Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi lini belakang yang dimanfaatkan lawan untuk bangkit.
Bblitz menambahkan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran penting, terutama dalam hal mentalitas dan daya tahan permainan hingga menit akhir. Ia menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal keunggulan awal, melainkan kemampuan menjaga performa selama 90 menit penuh.
Kegagalan ini sekaligus menutup perjalanan Sriwijaya FC U19 di fase grup. Evaluasi menyeluruh dipastikan akan dilakukan guna memperbaiki performa tim ke depan, khususnya dalam menghadapi situasi tekanan dan menjaga keunggulan. (bbs)






