China Mulai Produksi Massal Mobil Terbang, Pertama di Dunia!

Foto dok Xpeng

viralsumsel.com, JAKARTA – China kembali membuat gebrakan teknologi. Anak perusahaan Xpeng Motors, Aridge, resmi membuka jalur produksi massal pertama di dunia untuk mobil terbang modular bernama Land Carrier. Pabrik canggih ini berlokasi di Guangzhou dan menandai babak baru dalam dunia transportasi masa depan.

Dikutip dari CarNewsChina, mobil terbang buatan Xpeng ini akan menjalani uji penerbangan eksperimental untuk menguji kinerja serta proses produksinya. Jika semua berjalan lancar, pengiriman unit pertama ditargetkan mulai tahun depan.

Pabrik seluas 120.000 meter persegi itu mampu memproduksi kendaraan yang bisa melaju di darat sekaligus terbang di udara. Desain modularnya terdiri dari dua bagian utama: kendaraan darat dan kendaraan udara.

Modul darat berwujud mobil berpenggerak enam roda dengan kemampuan off-road, panjang 5,5 meter, dan bisa dikendarai dengan SIM biasa.

Baca Juga :  Doxadigital masuk dalam Top 7 Agensi Digital Terbaik Asia Tenggara 2024

Modul udara adalah pesawat listrik dengan enam rotor berbahan serat karbon, menawarkan kokpit 270 derajat untuk pandangan luas selama penerbangan.

Land Carrier mendukung dua mode penerbangan manual dan otonom. Pengemudi dapat mengendalikan secara langsung dengan satu tongkat kendali, atau menyerahkan semuanya pada sistem otomatis yang mampu merencanakan rute, lepas landas, hingga mendarat hanya dengan satu tombol.

Fasilitas produksinya pun tidak main-main. Ada lima workshop utama: komposit, propulsi, perakitan, pengecatan, dan integrasi akhir. Bagian komposit mampu memproduksi hingga 300 ton serat karbon per tahun, menjadikannya salah satu yang terbesar di dunia untuk komponen penerbangan.

Pabrik canggih ini dibangun dengan target ambisius: mampu memproduksi hingga 10.000 unit mobil terbang setiap tahun, dimulai dari kapasitas awal 5.000 unit. Menariknya, hanya butuh 30 menit bagi satu mobil terbang baru untuk keluar dari jalur produksi sebuah kecepatan yang menandai era baru industri transportasi udara. (mel)

Baca Juga :  KAI Logistik Kelola 1,1 Juta Ton Barang di Januari 2026, 47% Di antaranya Non Batu Bara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *