Cristiano Ronaldo vs Luka Modric! Reuni Dua Legenda Real Madrid Warnai Duel Portugal vs Kroasia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

VIRALSUMSEL.COM – Babak 32 Besar Piala Dunia FIFA 2026 akan menyajikan pertandingan sarat gengsi sekaligus penuh nostalgia. Dua legenda sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, kembali dipertemukan dalam satu lapangan ketika Portugal menghadapi Kroasia di Toronto Stadium, Kanada, Jumat (3/7/2026) pukul 06.00 WIB.

Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket menuju babak 16 besar. Laga tersebut juga menjadi ajang reuni dua ikon Real Madrid yang pernah bersama-sama mengukir sejarah gemilang di Santiago Bernabeu.

Selama enam musim, tepatnya dari 2012 hingga 2018, Ronaldo dan Modric tampil dalam 223 pertandingan bersama Real Madrid. Kolaborasi keduanya menghasilkan berbagai gelar bergengsi, termasuk trofi Liga Champions UEFA yang mengukuhkan dominasi Los Blancos di Eropa.

Kini, setelah sama-sama memasuki usia kepala empat, keduanya kembali dipertemukan dalam turnamen paling bergengsi dunia.

Duel Dua Sahabat yang Kini Berseberangan

Cristiano Ronaldo lebih dahulu meninggalkan Real Madrid pada 2018, sedangkan Luka Modric tetap bertahan hingga beberapa musim berikutnya.

Meski kini memperkuat klub berbeda, hubungan persahabatan keduanya tetap terjalin erat. Namun di Piala Dunia 2026, persahabatan itu harus disisihkan demi membela negaranya masing-masing.

Menariknya, sepanjang sejarah pertemuan Portugal dan Kroasia, Ronaldo dan Modric baru tiga kali saling berhadapan saat sama-sama membela tim nasional.

Pertemuan tersebut terjadi pada Babak 16 Besar Euro 2016, UEFA Nations League 2020, dan UEFA Nations League 2024.

Dalam tiga pertandingan tersebut, Portugal selalu keluar sebagai pemenang.

Secara keseluruhan, dari sepuluh pertemuan kedua negara sebelum Piala Dunia 2026, Portugal mendominasi dengan tujuh kemenangan, sementara Kroasia hanya sekali meraih kemenangan.

Pertemuan Perdana di Panggung Piala Dunia

Meski sudah berkali-kali bertemu di berbagai ajang internasional, duel kali ini menjadi momen spesial karena merupakan pertemuan pertama Ronaldo dan Modric di putaran final Piala Dunia FIFA.

Baca Juga :  Usai Tumbang dari Persikad Depok, Iwan Setiawan Alihkan Fokus Sriwijaya FC ke Derby Lawan Sumsel United

Keunikan lainnya, kedua pemain tampil ketika usia mereka telah menginjak lebih dari 40 tahun.

Mereka mengikuti jejak legenda Kamerun, Roger Milla, yang sebelumnya menjadi pemain non-kiper tertua yang pernah tampil di Piala Dunia.

Keberadaan Ronaldo dan Modric di Piala Dunia 2026 pun menuai beragam tanggapan.

Sebagian kalangan menilai usia keduanya sudah tidak lagi ideal untuk tampil di level tertinggi. Bahkan Ronaldo sempat mendapat kritik karena dianggap menghambat regenerasi skuad Portugal yang dipenuhi talenta muda.

Namun di sisi lain, mayoritas pecinta sepak bola tetap memberikan penghormatan tinggi kepada kedua legenda tersebut atas dedikasi dan warisan besar yang telah mereka tinggalkan.

Di Kroasia, Modric masih menjadi sosok sentral sekaligus pemimpin yang sangat dihormati oleh seluruh rekan setimnya, layaknya Lionel Messi di Timnas Argentina.

Statistik Portugal Lebih Menjanjikan

Jika melihat performa sepanjang fase grup, Portugal datang dengan modal yang lebih meyakinkan dibanding Kroasia.

Pasukan Roberto Martinez berhasil mencetak enam gol dari 37 peluang yang diciptakan, sementara Kroasia membukukan lima gol.

Dari sisi pertahanan, Portugal juga tampil lebih solid dengan hanya sekali kebobolan sepanjang fase grup. Sebaliknya, Kroasia telah lima kali dipaksa memungut bola dari gawangnya.

Berdasarkan peringkat FIFA terbaru, Portugal juga berada di posisi kedelapan dunia, unggul atas Kroasia yang menempati peringkat ke-13.

Tak heran apabila Selecao das Quinas masih dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia.

Ronaldo Belum Tajam, Tapi Tetap Berbahaya

Secara individu, performa Cristiano Ronaldo memang belum sepenuhnya mengesankan.

Dari tiga pertandingan fase grup, Ronaldo telah bermain selama 270 menit dan mencetak dua gol.

Namun kontribusinya dalam aspek lain masih relatif minim. Ia belum mencatatkan assist, serta berada di papan bawah dalam statistik duel bola maupun perebutan penguasaan bola.

Baca Juga :  Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Kebangkitan! Delapan Negara Akhiri Paceklik Gol yang Bertahan Bertahun-tahun

Sebaliknya, Luka Modric tampil sedikit lebih efektif.

Gelandang Kroasia itu telah bermain selama 229 menit dan sukses menciptakan lima peluang matang bagi rekan-rekannya.

Walau demikian, usia tetap menjadi tantangan besar bagi kedua pemain veteran tersebut.

Duel Sengit di Lini Tengah

Pertandingan ini diprediksi akan ditentukan oleh pertarungan di sektor tengah.

Portugal memiliki deretan gelandang elite seperti Vitinha, Joao Neves, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva yang menjadi motor permainan tim.

Data FIFA menunjukkan Vitinha dan Bruno Fernandes menjadi pemain Portugal paling aktif dalam membangun serangan, melakukan pressing, hingga mengalirkan bola ke area berbahaya.

Portugal juga unggul dalam statistik progresi bola dengan mencatatkan 597 pergerakan antarlini, di mana 450 di antaranya efektif.

Sebaliknya, Kroasia hanya membukukan 471 progresi bola dengan 289 yang berhasil.

Meski demikian, Kroasia tetap memiliki Luka Modric yang masih menjadi otak permainan sekaligus pengatur tempo.

Pelatih Zlatko Dalic bahkan diperkirakan akan mencoba pendekatan berbeda setelah melihat keberhasilan Kolombia menahan Portugal tanpa gol pada laga terakhir fase grup.

Dengan memperkuat sektor tengah dan bermain lebih agresif sejak awal, Kroasia berharap mampu meredam dominasi Portugal.

Penentu Siapa yang Melangkah

Pertandingan ini bukan hanya soal siapa yang lebih kuat. Lebih dari itu, laga Portugal kontra Kroasia menjadi pertaruhan dua legenda besar yang sama-sama ingin memperpanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Apabila Portugal mampu mempertahankan dominasi permainan, Cristiano Ronaldo berpeluang membawa negaranya melangkah ke babak 16 besar.

Namun jika strategi Kroasia berjalan efektif, Luka Modric berkesempatan menutup cerita indah sahabat lamanya lebih cepat di turnamen ini.

Satu hal yang pasti, hanya satu legenda yang akan tetap bertahan melanjutkan mimpi menjadi juara dunia. (fifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *