Dari Banjir hingga Smart City, Ini Evaluasi Lengkap 1 Tahun Ratu Dewa Memimpin Palembang

PALEMBANG, viralsumsel.com – Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya sebagai Wali Kota Palembang, Ratu Dewa mulai memetakan berbagai capaian pembangunan sekaligus tantangan besar yang masih harus diselesaikan di Kota Palembang.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Podcast Tamu Tribun bertajuk “Derap Langkah Kota Wong Kito” yang digelar di Kantor Tribun, Rabu (6/5/2026). Dalam kesempatan itu, Ratu Dewa memaparkan evaluasi perjalanan pemerintahannya selama satu tahun terakhir, mulai dari program prioritas, persoalan kota, hingga arah pembangunan ke depan.

Menurut Ratu Dewa, tahun pertama kepemimpinannya merupakan fase penting untuk membangun pondasi pemerintahan sekaligus memastikan berbagai program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia mengakui, terdapat perbedaan besar antara merancang program saat sebelum menjabat dengan menjalankan pemerintahan secara langsung setelah dipercaya memimpin Kota Palembang.

“Kalau sebelumnya kita lebih banyak menyusun konsep dan perencanaan, sekarang tanggung jawabnya memastikan seluruh program benar-benar berjalan serta dirasakan masyarakat secara nyata,” ujar Ratu Dewa.

Mayoritas Program Prioritas Tunjukkan Hasil Positif

Dalam pemaparannya, Ratu Dewa menjelaskan dari total 38 kegiatan prioritas yang dijalankan Pemerintah Kota Palembang, sebagian besar menunjukkan progres positif dan berada di jalur target yang telah ditetapkan.

Program Palembang Sehat menjadi salah satu program dengan capaian terbaik. Dari tujuh kegiatan prioritas yang dijalankan, seluruhnya berhasil terealisasi 100 persen. Program tersebut dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan pelayanan kesehatan.

Selain itu, program Palembang Gercep juga berhasil mencapai target maksimal 100 persen. Meski demikian, Ratu Dewa menilai masih diperlukan penguatan pemahaman di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar implementasi program semakin efektif dan manfaatnya lebih luas dirasakan warga.

Baca Juga :  Wagub Sumsel Cik Ujang Apresiasi LCC Empat Pilar MPR RI, Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda

Sementara itu, program Palembang Peduli mencatat progres sebesar 87,5 persen. Program ini fokus pada pelayanan sosial masyarakat, termasuk bantuan perlengkapan jenazah gratis bagi warga kurang mampu.

Sedangkan program Palembang Belagak telah mencapai progres 88,88 persen. Program tersebut diarahkan pada pengembangan kota berbasis budaya, pembangunan kampung tematik, hingga pemerataan fasilitas tempat pemakaman umum (TPU).

Palembang Cerdas Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Di sisi lain, Ratu Dewa mengakui masih ada sejumlah program yang belum berjalan optimal. Salah satunya adalah program Palembang Cerdas yang baru terealisasi sekitar 42,88 persen.

Menurutnya, program tersebut masih berada pada tahap penyiapan administrasi dan regulasi, termasuk implementasi pendidikan gratis tanpa pungutan bagi masyarakat.

“Kita ingin semua berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Karena itu tahap administrasi dan regulasi harus dipastikan matang terlebih dahulu,” jelasnya.

Sebagai kota jasa dan perdagangan, Ratu Dewa menegaskan seluruh program pembangunan harus memberikan dampak langsung terhadap masyarakat kecil, mulai dari pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga pekerja sektor informal.

Fokus Benahi Sungai Musi dan Ikon Kota

Selain program pelayanan masyarakat, Pemkot Palembang juga terus melakukan pembenahan terhadap ikon kota, seperti Jembatan Ampera dan Sungai Musi.

Ratu Dewa mengatakan, pemerintah kota saat ini terus mendorong langkah cepat atau quick wins untuk meningkatkan kebersihan sungai sekaligus memperkuat sektor pariwisata.

“Kita ingin Palembang tidak hanya terlihat indah, tetapi juga bersih, nyaman, dan memberikan kesan positif bagi wisatawan maupun masyarakat sendiri,” tegasnya.

Banjir dan Sampah Masih Jadi Keluhan Utama Warga

Dalam sesi diskusi dan evaluasi, Ratu Dewa juga tidak menampik bahwa persoalan banjir, sampah, kemacetan, serta layanan publik masih menjadi keluhan utama masyarakat.

Baca Juga :  Ratu Dewa Sukses Terima Penghargaan dari Mendagri di Hari Otoda 2024, Satu-satunya di Sumsel

Ia menyebut penanganan banjir, khususnya di kawasan Jakabaring dan wilayah Seberang Ulu, membutuhkan grand design atau desain besar yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

“Persoalan banjir ini bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Dibutuhkan konsistensi dan kerja jangka panjang,” katanya.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkot Palembang disebut terus melakukan efisiensi APBD sekaligus membuka peluang investasi guna mempercepat pembangunan tanpa membebani keuangan daerah.

Reformasi Birokrasi dan Smart City Terus Didorong

Tak hanya pembangunan fisik, Ratu Dewa juga menegaskan komitmennya dalam melakukan reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.

Ia menegaskan disiplin ASN harus diperkuat dan praktik pungutan liar maupun permainan proyek tidak boleh terjadi di lingkungan pemerintahan.

Selain itu, konsep Smart City juga terus dikembangkan melalui layanan digital bagi masyarakat, mulai dari pelaporan jalan rusak, pembayaran pajak, hingga pengurusan administrasi kependudukan secara daring.

Menutup sesi podcast, Ratu Dewa menyebut tahun pertama kepemimpinannya sebagai tahap pemanasan menuju target pembangunan yang lebih besar dalam empat tahun mendatang.

Ia berharap Palembang dapat berkembang menjadi kota yang lebih modern, responsif, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Palembang harus menjadi kota yang nyaman untuk semua, baik warga lokal maupun pendatang,” ujarnya.

Ratu Dewa juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak hanya memberikan kritik, tetapi ikut berpartisipasi dalam membangun Kota Palembang.

“Palembang ini milik kita bersama. Kalau ingin maju, maka seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat,” tandasnya. (nto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *