PALEMBANG, viralsumsel.com – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pengelolaan masjid agar lebih modern, produktif, dan berdampak luas bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Puncak Penganugerahan Masjid Teladan 2026 yang digelar di Kota Palembang, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Palembang Ekspres dan Bank Syariah Indonesia (BSI) ini mengusung tema “Masjid Hebat, Umat Kuat: Inovasi dan Kolaborasi Palembang Religius”.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa juga menerima penghargaan sebagai “Sahabat Masjid”, sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam memakmurkan masjid sekaligus mendorong pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Kota Palembang.
Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah
Dalam sambutannya, Ratu Dewa menekankan bahwa masjid harus bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan umat, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata.
Menurutnya, pengelolaan masjid perlu didukung program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari kegiatan sosial hingga penguatan ekonomi umat.
“Masjid memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga sosial dan ekonomi. Ini harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam menjawab tantangan zaman, termasuk masih adanya fenomena buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Masjid Bersejarah Jadi Percontohan Modernisasi
Ratu Dewa turut menyinggung keberadaan masjid-masjid bersejarah di Palembang, seperti Masjid Agung Palembang, yang telah berdiri lebih dari dua abad.
Ia mendorong agar masjid-masjid bersejarah tersebut tidak hanya dijaga dari sisi fisik, tetapi juga dikembangkan sebagai percontohan pengelolaan modern dan profesional.
Salah satu inovasi yang tengah didorong adalah pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya berbasis program CSR. Langkah ini dinilai mampu menekan biaya operasional masjid secara signifikan.
“Efisiensi biaya dari energi surya bisa dialihkan untuk kesejahteraan marbot dan kegiatan sosial. Ini bukti masjid bisa mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Penilaian Masjid Teladan dan Apresiasi Pengurus
Ajang Masjid Teladan 2026 sendiri berlangsung sejak 10 Maret hingga 6 April 2026, dengan penilaian mencakup tiga aspek utama, yakni idarah (manajemen), imarah (kemakmuran), dan riayah (pemeliharaan).
Panitia pelaksana, Muhammad Iqbal, menyebut ajang ini sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para pengurus masjid yang selama ini bekerja tanpa pamrih.
“Pengurus masjid adalah garda terdepan dalam menciptakan kenyamanan beribadah. Ini bentuk apresiasi atas pengabdian mereka,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat fastabiqul khairat atau berlomba dalam kebaikan, sekaligus memacu pengelolaan masjid yang lebih inovatif dan profesional.
Menuju Masjid sebagai Pusat Peradaban
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, Pemkot Palembang optimistis masjid dapat berperan sebagai pusat peradaban yang religius, mandiri, dan berdaya saing.
Transformasi ini diharapkan mampu menjadikan masjid sebagai ruang inklusif yang tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga mendorong pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. (bbs)
Daftar Masjid Teladan 2026
Adapun sejumlah masjid yang meraih penghargaan dalam ajang ini antara lain:
- Masjid Al-Abduh – Kategori Masjid Metropolis
- Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya – Kategori Masjid Destinasi Wisata Religi
- Masjid Tarbiyah Islamiyah Jakabaring – Kategori Masjid Ramah Lingkungan
- Masjid Al-Jihad – Kategori Masjid Penyalur Zakat
- Masjid Al-Aqobah 1 PT Pusri – Kategori Masjid Perkantoran







