viralsumsel.com, Musi Banyuasin – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melaksanakan Reses Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026 pada 10–17 Februari 2026.
Agenda ini menjadi sarana penting bagi wakil rakyat untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus meninjau kebutuhan riil di lapangan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para legislator turun langsung ke sejumlah kecamatan. Mereka berdialog dengan warga dan tokoh masyarakat, serta melakukan peninjauan fasilitas pendidikan di berbagai sekolah.

Lokasi yang dikunjungi antara lain SMK Negeri 1 Lawang Wetan, SMA Negeri 1 Lawang Wetan, Desa Rantau Panjang, SMA Negeri 1 Babat Toman, SMA PGRI Babat Toman, serta Desa Kasmaran di Kecamatan Babat Toman.
Aspirasi Pendidikan Dominan
Empat anggota DPRD Sumsel yang mengikuti reses ini yakni Drs. Tamrin, M.Si (Fraksi Partai Golkar/Komisi I), Abusari, S.H., M.Si (Fraksi Partai NasDem/Komisi II), Hasan Haikal (Fraksi Gabungan Golkar–PKN/Komisi III), dan Andi Rizkiyansyah (Fraksi Partai Golkar/Komisi II).

Hasan Haikal mengungkapkan, sebagian besar sekolah menyampaikan persoalan yang hampir seragam. Keterbatasan perangkat komputer dan laptop untuk pelaksanaan tes kemampuan akademik menjadi keluhan utama. Selain itu, sejumlah sekolah juga membutuhkan tambahan ruang kelas karena kapasitas belajar yang tidak lagi memadai. Bahkan, terdapat laboratorium yang terpaksa dialihfungsikan menjadi ruang belajar akibat keterbatasan sarana.
“Permintaan terkait sarana dan prasarana pendidikan cukup mendesak. Jika tidak segera direspons, tentu akan berdampak pada kualitas proses belajar mengajar,” ujarnya.

Khusus di SMA Negeri 1 Lawang Wetan, pihak sekolah mengeluhkan kondisi halaman yang kerap tergenang air saat hujan. Mereka berharap adanya penataan dan peningkatan infrastruktur lingkungan sekolah agar aktivitas belajar tidak terganggu.
Infrastruktur Desa Jadi Catatan
Sementara itu, di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kondisi infrastruktur jalan. Warga menilai perbaikan dan peningkatan kualitas jalan menjadi kebutuhan prioritas untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi.
Menurut Hasan Haikal, persoalan infrastruktur yang disampaikan warga Desa Kasmaran relatif sama dengan desa-desa lainnya di Muba, yakni menyangkut perbaikan akses jalan dan fasilitas penunjang layanan publik.

“Keluhan masyarakat pada umumnya berkisar pada infrastruktur dasar yang perlu ditingkatkan agar aktivitas sehari-hari berjalan lancar,” jelasnya.
Ia menegaskan seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses akan dibawa ke tingkat pembahasan DPRD Sumsel untuk diperjuangkan dalam program pembangunan dan penganggaran mendatang.
Reses ini diharapkan memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin. (*)






