PAREPARE, viralsumsel.com – Persijap Jepara bersiap menghadapi tantangan besar dalam debut mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League 2025/26.
Setelah 11 tahun absen dari panggung elit sepak bola nasional, Laskar Kalinyamat akan mengawali langkah mereka dengan melakoni laga tandang menghadapi tuan rumah PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, Jumat malam (8/8), pukul 19.00 WIB.
Pertandingan ini bukan hanya menandai kembalinya Persijap ke Liga 1, tetapi juga menjadi momen debut bagi pelatih anyar mereka, Mario Lemos. Pelatih asal Portugal ini untuk pertama kalinya akan mencicipi atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia, dan langsung mendapat ujian dari tim kuat yang memiliki sejarah panjang serta dukungan suporter fanatik.
“Kami siap untuk pertandingan pertama ini,” tegas Lemos. Menurutnya, meskipun status timnya adalah pendatang baru, mereka tidak akan gentar menghadapi tekanan. Apalagi, baik Persijap maupun PSM sama-sama diperkuat oleh banyak pemain muda yang energik dan punya semangat tinggi.
Pelatih berusia 38 tahun itu mengungkapkan bahwa fokus utama timnya saat ini adalah memantapkan pola permainan sendiri ketimbang terlalu memikirkan kekuatan lawan. “Kami pikirkan cara bermain Persijap. Walau lawan punya kemampuan berbeda-beda, fokus utama tetap bagaimana kami bermain,” jelasnya.
Sebagai tim promosi, Persijap mengalami transformasi besar-besaran, terutama dalam hal komposisi pemain. Klub asal Jepara ini mengontrak delapan pemain asing untuk mendukung kiprah mereka di BRI Super League musim ini. Mereka adalah:
-
Najeeb Yakubu
-
Diogo Brito
-
Rodrigo Moura
-
Sudi Abdallah
-
Elvis Sakyi
-
Alexis Gomez
-
Douglas Cruz
-
Rosalvo Junior (striker yang menjadi andalan di musim sebelumnya)
Mario Lemos menyebutkan bahwa gaya bermain Persijap musim ini akan mengandalkan tempo cepat dan permainan agresif. Strategi ini dirancang untuk bisa mengejutkan tim-tim kuat, termasuk PSM Makassar yang dikenal solid dan konsisten di papan atas Liga 1.
“Kami tidak terlalu terbebani dengan target jangka panjang. Tapi yang pasti, kami akan berusaha maksimal di setiap pertandingan untuk meraih hasil terbaik,” tandas Lemos.
Dengan ambisi besar dan materi pemain yang diperbarui, laga melawan PSM akan menjadi barometer pertama seberapa siap Persijap bersaing di Liga 1. Bila berhasil mencuri poin di Parepare, hal itu akan menjadi suntikan moral yang sangat penting bagi perjalanan mereka sepanjang musim.
Laga ini diyakini akan berlangsung panas dan penuh tekanan, mengingat PSM dikenal sangat tangguh saat bermain di kandang sendiri di hadapan ribuan pendukung fanatiknya, The Maczman.
Persijap kini bukan hanya membawa beban sejarah, tetapi juga harapan publik Jepara yang ingin melihat tim kesayangan mereka berjaya kembali di kancah tertinggi sepak bola nasional. (Lib)






