Gol Dramatis Menit 94 Selamatkan Qatar, Swiss Gagal Amankan Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026

SAN FRANCISCO, VIRALSUMSEL.COM – Tim Nasional Qatar mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia FIFA 2026 setelah meraih poin pertama mereka dalam turnamen tersebut berkat gol dramatis yang tercipta pada masa injury time saat menghadapi Swiss.

Bertanding di bawah cuaca cerah kawasan San Francisco Bay Area, Qatar berhasil memaksa Swiss bermain imbang 1-1 dalam laga Grup B yang berlangsung sengit hingga menit-menit terakhir.

Swiss sebenarnya sudah berada di ambang kemenangan setelah unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Breel Embolo pada menit ke-17. Namun, ketidakmampuan mereka memaksimalkan sejumlah peluang emas sepanjang pertandingan harus dibayar mahal setelah Qatar mencetak gol penyeimbang pada menit keempat masa tambahan waktu babak kedua.

Gol penyelamat Qatar lahir melalui sundulan Boualem Khoukhi yang berhasil memanfaatkan umpan silang akurat dari Homam Ahmed. Bola meluncur melewati penjaga gawang Swiss Gregor Kobel dan membuat para pemain Qatar merayakan hasil bersejarah tersebut.

Sejak awal pertandingan, Swiss tampil lebih dominan dalam penguasaan bola maupun penciptaan peluang. Dan Ndoye menjadi salah satu pemain yang paling aktif mengancam pertahanan Qatar dengan beberapa peluang berbahaya.

Keunggulan Swiss tercipta setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran Mahmoud Abunada terhadap Remo Freuler di area terlarang. Breel Embolo yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa Swiss unggul 1-0.

Baca Juga :  Gol Spektakuler James Rodriguez yang Mengguncang Maracana, Momen Ikonik Piala Dunia 2014 yang Tak Terlupakan

Setelah gol tersebut, Swiss terus menekan. Ndoye bahkan nyaris menambah keunggulan beberapa kali, sementara Michel Aebischer hampir mencatatkan namanya di papan skor sebelum jeda andai tendangannya tidak disapu tepat di garis gawang oleh pemain bertahan Qatar.

Meski terus ditekan, Qatar bukan tanpa peluang. Pada menit kedua, Edmilson Junior sempat memperoleh kesempatan emas setelah Manuel Akanji melakukan kesalahan. Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu diamankan Kobel.

Menjelang turun minum, Edmilson kembali mengancam gawang Swiss. Kali ini Kobel kembali menjadi penyelamat timnya lewat refleks cepat menggunakan kaki.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan sedikit menurun dibandingkan paruh pertama. Swiss tetap berupaya mencari gol kedua melalui Juan Vargas dan Embolo, namun berbagai peluang yang mereka ciptakan gagal berbuah hasil.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan Swiss, Qatar justru menghadirkan kejutan besar. Pada menit 90+4, Boualem Khoukhi berhasil memenangkan duel udara di tiang jauh dan menanduk bola ke gawang Swiss untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Baca Juga :  Klasemen Lengkap Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa: Jerman, Prancis, Inggris, dan Austria Kukuh di Puncak

Gol tersebut sekaligus memastikan Qatar mengoleksi poin pertama mereka di Piala Dunia 2026 dan menjaga peluang lolos dari fase grup tetap terbuka.

Sementara bagi Swiss, hasil imbang ini terasa seperti kekalahan. Dominasi permainan dan banyaknya peluang yang gagal dimaksimalkan membuat mereka harus puas berbagi angka dengan lawannya.

Meski demikian, Swiss masih mampu mempertahankan catatan impresif dengan tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan pembuka terakhir mereka di putaran final Piala Dunia.

Selain hasil pertandingan, laga ini juga menghadirkan catatan sejarah bagi Swiss. Ricardo Rodriguez dan Granit Xhaka resmi menyamai rekor penampilan terbanyak pemain Swiss di putaran final Piala Dunia dengan koleksi 13 pertandingan.

Adapun penghargaan Superior Player of the Match diberikan kepada gelandang Qatar, Mahmoud Abunada, yang tampil konsisten sepanjang pertandingan dan berperan besar menjaga keseimbangan permainan timnya.

Klasemen Sementara Grup B

  1. Swiss – 1 poin (1-1)
  2. Kanada – 1 poin (1-1)
  3. Qatar – 1 poin (1-1)
  4. Bosnia dan Herzegovina – 1 poin (1-1)

Persaingan Grup B pun menjadi salah satu yang paling ketat di Piala Dunia 2026 karena seluruh peserta mengoleksi poin, jumlah gol, dan selisih gol yang sama setelah pertandingan pertama. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *