Derby Papua Jadi Momentum PSBS Biak Bangkit, Miskardi Bidik Poin dari Persipura

SOLO, VIRALSUMSEL.COM – PSBS Biak menjadikan Derby Papua melawan Persipura Jayapura sebagai momentum untuk bangkit di Pegadaian Championship 2026/2027. Meski menghadapi lawan yang dinilai memiliki materi pemain lebih kuat, tim berjuluk Badai Pasifik itu tetap optimistis mampu memberikan perlawanan dalam pertandingan pekan keenam di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (17/10/2026).

Pelatih PSBS Biak, Miskardi Hamin, menyadari pertandingan melawan Persipura memiliki arti tersendiri bagi kedua tim. Selain membawa gengsi rivalitas sesama tim Papua, laga ini juga menjadi kesempatan bagi PSBS untuk memperbaiki hasil setelah melewati lima pertandingan tanpa kemenangan.

Miskardi menilai setiap pertandingan derby memiliki tensi tinggi. Karena itu, ia berharap anak asuhnya mampu menjaga konsentrasi dan memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan hasil positif.

“Setiap partai derby, pasti mempunyai tensi yang tinggi. Namun demikian, harapannya hasil yang baik didapat oleh tim kami, itu mungkin menjadi perhatian bagi kami,” ujar Miskardi.

Ia mengakui Persipura merupakan salah satu tim kuat di Grup B. Namun, menurutnya, kualitas lawan bukan alasan bagi PSBS untuk kehilangan keyakinan sebelum pertandingan dimulai.

Kekalahan Persipura dari RANS Nusantara FC dengan skor 1-3 di Sidoarjo pada pekan sebelumnya menjadi salah satu bahan evaluasi bagi tim pelatih PSBS. Miskardi melihat pertandingan tersebut sebagai referensi untuk menyusun strategi menghadapi Mutiara Hitam.

PSBS Biak Pelajari Celah Permainan Persipura

Miskardi menilai Persipura sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan ketika menghadapi RANS Nusantara FC. Namun, serangan balik lawan membuat tim asal Jayapura itu harus menerima kekalahan.

Baca Juga :  Persiraja U19 Takluk Dramatis, Hattrick Lawan Jadi Pukulan Telak di EPA Championship

Situasi tersebut akan menjadi perhatian PSBS dalam merancang pendekatan permainan. Miskardi berencana memanfaatkan peluang melalui skema serangan balik dengan harapan dapat mengejutkan pertahanan Persipura.

“Mereka baru saja kalah dari RANS Nusantara, di mana Persipura bermain cukup menguasai tapi kebobolan karena counter attack,” ungkapnya.

Ia memperkirakan Persipura tidak akan banyak mengubah karakter permainan saat menghadapi PSBS. Karena itu, tim pelatih berupaya menyiapkan strategi yang sesuai untuk meredam permainan lawan sekaligus mencari celah mencetak gol.

“Kemungkinan besar permainan Persipura tidak akan jauh beda saat melawan kami. Jadi, kita akan coba lakukan counter, mudah-mudahan anak-anak bisa menjalankan ini,” tambah Miskardi.

Strategi tersebut diharapkan dapat membantu PSBS keluar dari tekanan sekaligus membuka peluang meraih poin perdana pada musim ini.

Motivasi Pemain Jadi Modal Badai Pasifik

Selain mematangkan taktik, Miskardi juga menaruh harapan pada peningkatan motivasi para pemain. Ia menyebut sejumlah pemain senior asli Papua telah menyampaikan tekad untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi PSBS Biak.

Menurutnya, semangat tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi Persipura, terutama ketika tim sedang berupaya keluar dari periode sulit.

“Beberapa pemain senior yang asli Papua juga menyampaikan tekadnya untuk bisa berbuat lebih baik lagi untuk Biak. Sehingga kita bisa memberikan perlawanan yang optimal,” tegasnya.

Optimisme serupa disampaikan gelandang PSBS Biak, Fajar Galih Utomo. Pemain bernomor punggung 19 itu menilai kondisi dan motivasi tim saat ini lebih baik dibandingkan pada awal musim.

Baca Juga :  PSS Sleman Fokus Bangkit Jelang Duel Berat Kontra Persipura Jayapura

Ia memastikan para pemain memiliki keinginan kuat untuk menunjukkan perkembangan permainan dan meraih hasil yang lebih baik dalam derby mendatang.

“Pertandingan nanti adalah derby. Pemain punya target untuk lebih baik daripada sebelumnya. Kami memiliki motivasi tinggi, determinasi tinggi untuk dapat hasil lebih baik,” tutur Fajar.

PSBS Incar Kebangkitan di Pekan Keenam

PSBS Biak masih menghadapi tantangan berat di Grup B. Setelah menelan lima kekalahan beruntun, Badai Pasifik berada di dasar klasemen dengan minus empat poin.

Sementara itu, Persipura Jayapura datang ke Solo dengan bekal empat poin setelah sebelumnya sempat berada dalam posisi minus satu poin.

Perbedaan posisi tersebut membuat PSBS membutuhkan hasil positif untuk memperbaiki perjalanan mereka di kompetisi musim ini. Derby Papua pun menjadi kesempatan bagi tim asuhan Miskardi Hamin untuk menunjukkan perkembangan dan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing.

Meski Persipura lebih diunggulkan berdasarkan posisi klasemen, PSBS berharap kombinasi strategi serangan balik, konsentrasi, dan motivasi pemain dapat menjadi faktor pembeda di Stadion Sriwedari.

Kini, tantangan bagi Badai Pasifik adalah menerjemahkan optimisme selama persiapan menjadi penampilan yang efektif di lapangan. Hasil pertandingan akan menentukan apakah Derby Papua benar-benar menjadi titik awal kebangkitan PSBS Biak di Pegadaian Championship 2026/2027. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *