BEKASI, viralsumsel.com – Persiraja Banda Aceh U19 harus menerima kenyataan pahit usai takluk 2-3 dari PSPS Pekanbaru U19 pada pekan keempat Grup A Elite Pro Academy Championship U19 2025/26.
Laga yang berlangsung di Lapangan 2 Akademi Sepak Bola Garudayaksa, Bekasi, Sabtu (11/4), berlangsung sengit dan penuh drama hingga menit akhir.
Tim muda Laskar Rencong sebenarnya sempat memberikan perlawanan berarti. Dua gol balasan masing-masing dicetak oleh Andika Putera Nugraha pada menit ke-50 dan Syuhada Assaif di masa injury time (90’).
Namun, performa luar biasa Hendika Pratama dari kubu lawan menjadi pembeda. Ia mencetak tiga gol (37’, 47’, dan 82’) yang memastikan kemenangan PSPS U19.
Asisten pelatih Persiraja U19, Yudi Supriatna, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai laga. Ia menilai performa tim jauh dari ekspektasi, terutama setelah berbagai pembenahan dilakukan selama sesi latihan.
Dalam evaluasinya, Yudi menegaskan bahwa kekalahan ini lebih disebabkan oleh kesalahan internal tim, bukan karena keunggulan strategi lawan. Ia menyoroti banyaknya kesalahan elementer yang terjadi di lapangan, mulai dari umpan yang tidak akurat hingga lemahnya komunikasi antar pemain.
Menurutnya, secara taktik sebenarnya tim sudah berada di jalur yang benar. Namun, implementasi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana. Ia juga mengindikasikan adanya faktor mental, seperti kepercayaan diri berlebihan yang justru berdampak negatif terhadap performa tim.
Evaluasi pascalaga pun berlangsung cukup lama di ruang ganti. Yudi mengaku memberikan peringatan tegas kepada para pemain agar segera melakukan perbaikan, baik dari segi sikap maupun kualitas permainan.
Ia menegaskan bahwa tim tidak boleh terus mengulang kesalahan yang sama jika ingin bersaing di level kompetisi ini. Bahkan, ia memberi sinyal bahwa perubahan besar bisa dilakukan jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat.
Menatap pertandingan berikutnya melawan PSS Sleman U19, Yudi menilai laga tersebut akan sangat krusial bagi kebangkitan tim. Ia menekankan pentingnya meraih kemenangan demi mengembalikan kepercayaan diri dan menjaga mental bertanding para pemain.
Meski berada dalam tekanan untuk meraih hasil positif, Yudi tetap berkomitmen mempertahankan filosofi pengembangan pemain muda. Ia memilih memberi kesempatan bermain kepada pemain asli binaan Persiraja tanpa mengandalkan pemain senior.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari investasi jangka panjang klub, meskipun di sisi lain manajemen tetap mengharapkan hasil yang lebih baik demi mendukung perkembangan karier para pemain muda tersebut. (bbs)






