viralsumsel.com, PALEMBANG – Nasib kurang menyenangkan dialami kiper muda Sriwijaya FC, Muyassir atau yang akrab disapa Acil Kuba.
Pemain berusia 21 tahun itu harus menerima kenyataan pahit setelah namanya dicoret dari daftar skuad Elang Andalas hanya tiga jam sebelum bursa transfer Pegadaian Championship 2025/26 resmi ditutup pada Jumat (6/2/2026) malam.
Keputusan mendadak tersebut membuat Acil merasa sangat kecewa. Terlebih, sebelumnya ia telah dipanggil dan diberangkatkan dari Palembang menuju lokasi pemusatan latihan (TC) Sriwijaya FC di Sawangan dengan harapan bisa masuk dalam rencana tim untuk putaran selanjutnya.
Menurut Acil, dirinya memahami bahwa dalam dunia sepak bola profesional, pergantian pemain merupakan hal yang biasa. Namun, cara dan waktu pencoretan yang dinilainya terlalu mepet membuatnya merasa dirugikan.
“Dalam sepak bola profesional, memang wajar ada pemain yang datang dan ada yang pergi. Tapi yang membuat kami kecewa adalah ketika kami sudah dipanggil ke TC, diberangkatkan dari Palembang, ternyata tujuannya hanya untuk dicoret dari tim,” ujar Acil dengan nada kecewa.
Ia menilai seharusnya manajemen Sriwijaya FC bisa mengambil keputusan lebih cepat. Dengan demikian, para pemain yang tidak masuk dalam rencana tim masih memiliki kesempatan untuk mencari klub lain sebelum jendela transfer resmi ditutup.
Kehilangan Kesempatan Mencari Klub Baru
Pencoretan yang dilakukan menjelang detik-detik akhir penutupan bursa transfer membuat Acil nyaris kehilangan kesempatan melanjutkan kariernya di kompetisi musim ini.
“Kalau dari awal sudah diumumkan, mungkin kami masih punya waktu mencari tim lain. Tapi ini kami dicoret hanya tiga jam sebelum bursa transfer ditutup. Itu yang sangat mengecewakan bagi kami sebagai pemain,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, Acil mengaku belum memiliki rencana lanjutan terkait masa depannya di dunia sepak bola. Ia hanya bisa menerima keputusan tersebut sebagai bagian dari perjalanan kariernya.
“Sekarang sudah tidak ada rencana lagi, karena waktunya sudah sangat mepet. Mungkin memang sudah takdir kami sampai di sini untuk berjuang bersama Sriwijaya FC,” lanjutnya.
Tetap Simpan Cinta untuk Sriwijaya FC
Meski merasa kecewa, Acil menegaskan bahwa dirinya tetap menyimpan rasa hormat dan cinta terhadap Sriwijaya FC. Ia berharap suatu saat nanti bisa kembali memperkuat tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut.
“Cinta dan kasih saya untuk Sriwijaya FC akan selalu ada. Insya Allah, mungkin suatu hari nanti kami bisa kembali bersama. Terbang lebih tinggi, Elang Andalasku,” tutupnya dengan penuh harap.
Kasus yang dialami Acil Kuba menjadi sorotan publik, terutama suporter Sriwijaya FC. Banyak pihak menilai manajemen perlu lebih bijak dalam mengambil keputusan agar tidak merugikan pemain muda yang sedang berjuang mengembangkan karier.
Ke depan, diharapkan Sriwijaya FC dapat lebih transparan dan profesional dalam mengelola tim, terutama terkait komunikasi dengan pemain, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (bbs)











