Ditutup dengan Grassroot Festival, Liestiadi : Bakal Muncul Pemain Hebat dari Palembang

OLAHRAGA93 Dilihat

VIRALSUMSEL.COM, PALEMBANG – Sebanyak 60 pemain sepak bola kelompok umur (KU) 5-9 tahun mengikuti Grassroot Festival di Stadion Kamboja, Palembang, Jumat (29/1/2021) pagi. Mereka berasal lima Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Palembang. Diantaranya SSB Persegrata Alang-Alang Lebar, SSB Kobar FC, SSB Sumsel dan SSB Putra Sunda.

Event tersebut merupakan agenda Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang dan di-support Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumsel. Grassroot Festival diselenggarakan oleh para peserta kursus pelatih Lisensi D PSSI. Itu merupakan materi praktek dan menjadi penutup kegiatan kursus pelatih yang digelar Askot PSSI Palembang sejak 23 Januari lalu.

“Hari ini adalah grassroot festival, 5-9 tahun yang diselenggarakan oleh para pesera kursus Lisensi D PSSI Askot Palembang. Tujuan memberikan kegembiraan, pendidikan dan edukasi positif untuk sepak bola usia dini,” kata Liestiadi Instruktur Coaching Course Lisensi D PSSI di Palembang didampingi Ketua Komite Teknik dan Pengembangan Askot PSSI Palembang, Robby Saut.

Baca Juga :  Tak Ada Transfer Pemain Lagi! Simak Aturan Ketat Babak Enam Besar Liga 4 Sumsel!

“Dengan tujuan utama anak-anak suka bermain sepak bola. Dan anak-anak menjadikan sepak bola olahraga favorite. Sehingga anak-anak belajar respect, setia kawan, lebih giat belajar dan kerjasamanya sebagai suatu tim,” sambung mantan pelatih PSMS Medan dan PSIM Yogyakarta ini.

Kemudian lanjut pemilik Lisensi A Pro FIFA ini sehingga akan muncul harapkan bakat-bakat pemain hebat. “Bukan tidak mungkin kedapan akan lahir pemain-pemain bola hebat dari Palembang. Terima kasih pada Aksot PSSI Palembang dan Asprov PSSI Sumsel telah melaksanakan kursus pelatih yang diakhiri dengan festival,” tambah dia.

Dalam grassroot festival pemain harus melakoni beberapa metode latihan seperti, ball feeling, passing, kontrol, dan bermain game. “Filosofi filanisia, memang sekarang harusdi seragamkan di Indonesia. Main, belajar, main yang sifatnya fun dan pendidikan atau edukasi,” tukas dia. (ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *