Banten, viralsumsel.com – Asa baru kembali menyala di tubuh Sriwijaya FC jelang laga pamungkas putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26.
Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu dipastikan mendapat suntikan kekuatan signifikan saat bertandang menghadapi Adhyaksa FC Banten di Banten International Stadium, Kamis (29/1/2026) malam pukul 19.00 WIB.
Dua pemain kunci, Fiwi Dwipan dan Nugroho Fatchur Rochman, dipastikan kembali masuk dalam daftar skuad pertandingan.
Kembalinya dua pilar utama ini menjadi kabar positif di tengah situasi sulit yang tengah dihadapi Sriwijaya FC, baik dari segi performa maupun posisi di klasemen wilayah barat.
Asisten Pelatih Sriwijaya FC, Tedi Berlian, membenarkan bahwa kedua pemain tersebut telah disiapkan untuk laga krusial ini. Ia berharap kehadiran mereka mampu memberikan dampak signifikan, baik secara teknis maupun mental kepada seluruh pemain.
“Keduanya masuk dalam skuad yang kami siapkan untuk pertandingan besok. Harapannya, kehadiran mereka bisa membantu tim dan memberi energi positif. Pemain lain juga kami harapkan tampil maksimal,” ujar Tedi.
Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, turut memastikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan matang dari tim pelatih dan medis.
Menurutnya, kesiapan Fiwi dan Nugroho menjadi faktor penting untuk memperkuat tim di laga penentuan ini.
Sebelumnya, Fiwi Dwipan dan Nugroho Fatchur Rochman harus menepi dalam dua pertandingan terakhir Sriwijaya FC. Elang Andalas kalah saat bertandang ke markas FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga, Jumat (16/1/2026), serta gagal meraih hasil maksimal dalam derby Sumsel kontra Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (24/1/2026).
Fiwi Dwipan diketahui absen akibat cedera bahu dan leher yang dialaminya setelah benturan keras di laga sebelumnya. Cedera tersebut membuatnya belum bisa bergerak bebas dan harus menjalani proses pemulihan intensif.
“Sampai sekarang kalau menoleh ke kanan masih terasa nyeri,” ungkap bek kelahiran Medan, 14 Desember 1995 itu.
Fiwi juga mengaku prihatin melihat kondisi Sriwijaya FC yang masih dibayangi persoalan finansial dan terpuruk di papan bawah klasemen Pegadaian Championship 2025/26. Namun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap berjuang bersama tim.
“Dengan kondisi Sriwijaya FC seperti ini, ya mau bagaimana lagi. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.
Pertandingan melawan Adhyaksa FC Banten menjadi momen krusial bagi Sriwijaya FC. Laga ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga menyangkut harga diri dan peluang Elang Andalas untuk keluar dari tekanan. (bbs)






