Dukung Replikasi Budidaya Burung Puyuh, PTBA Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tanjung Enim

Tanjung Enim || viralsumsel.com – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program keberlanjutan, 14/08/2025.

 

Kali ini, PTBA mendukung Kelompok Tani ALTANI Tanjung Enim Selatan dengan mereplikasi program budidaya burung puyuh. Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan sumber penghasilan baru yang berkelanjutan dan membuka jalan bagi kemandirian ekonomi jangka panjang.

Mustafa Kamal, Sustainable Economic, Social, & Environment Department Head PTBA, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberdayakan masyarakat dengan menyediakan aset produktif.

 

“Kami percaya, ketika masyarakat diberdayakan dengan ilmu, sarana, dan pendampingan yang tepat, mereka akan mampu mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungannya,” kata Mustafa.

 

Ia berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk membangun kemandirian melalui kolaborasi dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Baca Juga :  Lebih dari 113 Ribu Pengguna Manfaatkan LRT Jabodebek Selama Libur Wafat Yesus Kristus dan PaskahLRT Jabodebek melayani 113.606 pengguna selama libur panjang Wafat Yesus Kristus dan Paskah pada 18-20 April 2025. Tiga stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi adalah Dukuh Atas BNI, Harjamukti, dan Cikoko. LRT Jabodebek berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pengguna. Bekasi, 21 April 2025 - Libur panjang akhir pekan dalam rangka peringatan Wafat Yesus Kristus dan Paskah yang berlangsung pada 18 hingga 20 April 2025 dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur, bersantai, serta mengunjungi berbagai destinasi wisata bersama keluarga dan orang terdekat. LRT Jabodebek kembali menjadi salah satu moda transportasi pilihan, dengan total 113.606 pengguna tercatat selama tiga hari periode long weekend tersebut, atau rata-rata sebanyak 37.869 pengguna per hari. Selama periode long weekend, jumlah pengguna yang tercatat di sejumlah stasiun mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek sebagai moda transportasi pilihan untuk bepergian. Tiga stasiun yang mencatat jumlah pengguna tertinggi pada 18 hingga 20 April 2025 adalah Stasiun Dukuh Atas BNI dengan 39.922 pengguna, Stasiun Harjamukti sebanyak 28.725 pengguna, serta Stasiun Cikoko yang melayani 21.982 pengguna. Stasiun Dukuh Atas BNI berada di pusat kota dan memiliki konektivitas dengan berbagai moda transportasi lain, menjadikannya titik transit favorit pengguna. Sementara itu, Stasiun Cikoko terhubung langsung dengan layanan Commuterline dan TransJakarta, sehingga memudahkan mobilitas lintas moda. Adapun Stasiun Harjamukti menjadi pilihan masyarakat yang ingin berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di kawasan Cibubur dan sekitarnya. Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang terus menjadikan LRT Jabodebek sebagai pilihan dalam mendukung mobilitas selama masa libur. “Long weekend menjadi momen spesial bagi banyak orang untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih. Kami bersyukur LRT Jabodebek dapat terus diandalkan sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau dalam menunjang kegiatan liburan masyarakat,” ujar Purnomosidi. Selama periode long weekend tersebut, LRT Jabodebek mengoperasikan 810 perjalanan untuk memastikan layanan tetap optimal dan pengguna dapat menikmati perjalanan dengan lancar. Stasiun-stasiun LRT Jabodebek yang terintegrasi dengan berbagai pusat kegiatan dan kawasan wisata turut menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, pengguna juga mendapat kenyamanan lebih dengan kebijakan yang memperbolehkan membawa sepeda non-lipat tanpa biaya tambahan selama akhir pekan dan hari libur nasional, menjadikan LRT Jabodebek sebagai pilihan transportasi yang ramah lingkungan. Selama akhir pekan dan hari libur nasional, LRT Jabodebek tetap menghadirkan layanan dengan tarif yang bersahabat, yakni mulai dari Rp5.000 hingga maksimal Rp10.000. Sementara pada hari kerja (Senin hingga Jumat), tarif berlaku mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000 sesuai jarak perjalanan. LRT Jabodebek berkomitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pengguna. Selain itu, dengan konektivitas yang baik, fasilitas ramah anak dan disabilitas, serta integrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya, LRT Jabodebek terus menjadi bagian dari solusi mobilitas urban yang modern dan berkelanjutan. “Kami akan terus menghadirkan layanan yang optimal dan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dalam setiap momen, baik saat beraktivitas sehari-hari maupun saat menikmati waktu bersama keluarga. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada LRT Jabodebek,” tutup Purnomosidi Dengan akses yang luas ke berbagai kawasan strategis, fasilitas yang ramah anak, serta integrasi dengan moda transportasi lain, LRT Jabodebek siap menjadi solusi mobilitas modern yang mendukung kebutuhan masyarakat urban saat ini. Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Ketua Kelompok ALTANI, Yohanes, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan PTBA, berupa 2.000 ekor burung puyuh dan pakan starter. Menurutnya, bantuan ini bukan hanya modal usaha, tetapi juga dorongan semangat bagi kelompoknya.

 

“Dengan adanya program ini, kami memiliki peluang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok, menciptakan lapangan kerja baru, dan memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal,” ujar Yohanes.

Yohanes juga merasa bangga karena PTBA tidak hanya peduli pada lingkungan, tetapi juga pada kemandirian ekonomi masyarakat.

 

Program ini telah memberikan manfaat kepada 8 anggota Kelompok Tani ALTANI, menjadikan total penerima manfaat program budidaya burung puyuh binaan PTBA menjadi 34 orang. Ia berharap usaha ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi kelompok lain di wilayah Tanjung Enim.

Baca Juga :  Kalkulator USDT: Senjata Rahasia Trader Kripto untuk Menguasai Nilai Tukar

 

Program budidaya burung puyuh ini tidak hanya berhenti pada peningkatan pendapatan saat ini, tetapi juga diharapkan dapat terus berkembang secara mandiri. Melalui pemberdayaan ini, PTBA berharap masyarakat dapat menciptakan model ekonomi yang berkelanjutan, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan menggerakkan roda ekonomi lokal.

 

Keberhasilan program ini menjadi wujud nyata dari semangat “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, sejalan dengan tema HUT RI ke-80. Dengan kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat, kita membuktikan bahwa kemandirian ekonomi adalah fondasi utama untuk mencapai kesejahteraan bersama dan kemajuan bangsa.

 

 

 

 

 

Fitrah rosyid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *